Persalinan Macet di Tengah Jalan (Distosia): Penyebab dan Penanganannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Setiap calon ibu tentu menginginkan proses melahirkan normal yang berjalan mulus tanpa hambatan. Namun, bukannya tidak mungkin persalinan bisa saja macet di tengah jalan atau disebut distosia (dystocia) sehingga akhirnya Anda diharuskan menjalani operasi caesar. Langsung saja, mari simak ulasan lengkap seputar persalinan macet distosia (dystocia) berikut ini!

Apa itu persalinan macet (distosia)?

melahirkan risiko kanker payudara

Persalinan macet atau bisa juga disebut partus macet (distosia) adalah kondisi ketika ada hambatan selama proses melahirkan berlangsung sehingga memakan waktu yang lebih lama.

Sebagaimana yang mungkin sudah Anda tahu, persalinan terjadi berkat adanya kontraksi persalinan otot berulang yang cukup intens.

Kontraksi biasanya terasa tepat di area perut dan punggung bagian bawah. Sekumpulan kontraksi inilah yang kemudian membantu mendorong bayi di dalam rahim agar dapat keluar.

Kontraksi juga membantu melebarkan leher rahim (serviks) atau yang disebut sebagai pembukaan lahiran.

Kontraksi dan pembukaan lahiran termasuk ke dalam tanda-tanda melahirkan yang biasanya juga dilengkapi dengan air ketuban pecah.

Dengan begitu, bayi bisa keluar dengan lancar melalui serviks dan vagina. Sayangnya, teori tersebut tidak berlaku pada ibu hamil yang mengalami persalinan macet saat waktu melahirkan tiba.

Dalam istilah medis, persalinan macet dikenal dengan nama distosia. Sebutan distosia ini juga biasanya dikenal sebagai failure to progress atau prolonged labor.

Persalinan dapat dikatakan macet atau distosia ketika berlangsung sekitar 20 jam atau bahkan lebih.

Kondisi ini biasanya berlaku bagi Anda yang baru pertama kali melahirkan, seperti dijelaskan oleh American Pregnancy Association.

Sementara jika sudah pernah melahirkan sebelumnya, distosia berlangsung kurang lebih 14 jam lamanya.

Padahal normalnya, ibu yang baru pertama kali melahirkan biasanya butuh waktu sekitar 12-18 jam sampai bayi keluar.

Total waktu tersebut bisa jauh lebih cepat menjadi 6-9 jam bila sudah pernah melahirkan sebelumnya.

Meski terlihat cukup berbahaya, tidak semua kasus distosia selalu mengarah pada komplikasi persalinan.

Kondisi distosia atau dystocia di fase awal (laten) yakni pada pembukaan serviks awal, tidak serta-merta menyebabkan komplikasi.

Akan tetapi, distosia (dystocia) yang terjadi fase melahirkan aktif bisa berujung pada komplikasi yang butuh tindakan medis segera.

Apa penyebab persalinan macet (distosia)?

antibiotik saat melahirkan

Ada berbagai hal yang bisa menjadi penyebab persalinan macet di tengah jalan atau distosia (dystocia).

Kondisi atau tenaga ibu maupun jalan lahir maupun bayi di dalam kandungan, keduanya sama-sama dapat memicu terjadinya distosia.

Selama fase melahirkan awal atau laten berlangsung, pembukaan leher rahim (serviks) yang lambat dan lemahnya kontraksi rahim bisa jadi penyebabnya.

Saat masuk ke fase melahirkan aktif, ukuran tubuh bayi yang terlalu besar dikombinasikan dengan ukuran panggul ibu yang kecil juga bisa menyebabkan distosia.

Kesalahan saat mengejan dan kelelahan selama menerapkan cara mengejan saat melahirkan dapat membuat ibu mengalami distosia.

Selain itu, faktor-faktor lainnya yang juga dapat meningkatkan risiko partus macet atau distosia adalah:

  • Postur tubuh ibu yang pendek atau kurang dari 150 sentimeter (cm).
  • Usia ibu lebih dari 35 tahun saat hamil dan melahirkan.
  • Usia kehamilan lebih dari 41 minggu.
  • Jarak antara pemberian induksi epidural untuk melahirkan dengan pembukaan lengkap memakan waktu lebih dari 6 jam.
  • Ada kelainan pada jalan lahir misalnya panggul yang sempit (baik pada bagian atas, tengah, atau bawah) atau terdapat tumor yang mempersempit jalan lahir sehingga bayi susah keluar.
  • Ada kelainan pada leher rahim (serviks), sehingga sulit terbuka selama persalinan berlangsung.
  • Sedang hamil bayi kembar dua, tiga, empat, atau lebih.
  • Pengaruh dari berbagai faktor psikologis, seperti stres, khawatir, kecemasan, ketakutan, dan lainnya.
  • Pengaruh konsumsi obat pereda nyeri yang bisa memengaruhi kekuatan kontraksi.

Sementara dari faktor risiko kondisi bayi, persalinan bisa macet di tengah jalan atau distosia karena posisi bayi sungsang atau mengalami kelainan tertentu.

Contohnya posisi bahu bayi yang nyangkut pada dasar panggul ibu (distosia bahu) dapat membuat partus macet atau persalinan macet.

Berdasarkan March of Dimes, distosia bahu adalah komplikasi persalinan yang terjadi saat salah satu atau kedua bahu bayi tersangkut di dalam panggul ibu selama melahirkan.

Apa komplikasi yang bisa ditimbulkan dari distosia?

proses induksi distosia

Distosia (dystocia) adalah kondisi yang dapat menimbulkan komplikasi pada ibu maupun bayi di dalam kandungan bila tidak ditangani dengan baik.

Dampak bagi ibu di antaranya berisiko terjadi perdarahan postpartum, trauma atau cedera jalan lahir, serta infeksi.

Sementara bagi bayi, persalinan yang berjalan lama atau distosia dapat menyebabkan berbagai hal, seperti:

  • Bayi tercekik karena kadar oksigen yang rendah (asfiksia pada bayi baru lahir).
  • Ada benjolan berupa kumpulan darah di kepala (hematoma kepala).
  • Jaringan di kulit kepala tidak berfungsi atau mati (nekrosis kulit kepala).
  • Detak jantung bayi tidak normal.
  • Ada zat asing di dalam air ketuban bayi.

Oleh karena itu, partus macet di tengah jalan atau distosia (dystocia) adalah kondisi yang tidak boleh disepelekan.

Selama proses persalinan berlangsung, dokter dan tim medis lainnya akan terus memantau perkembangan tahapan melahirkan Anda.

Jadi, ketika ditemukan ada masalah pada kondisi Anda maupun bayi, bisa segera diberikan pertolongan medis secepat mungkin.

Pertolongan bagi ibu dan bayi yang mengalami partus macet atau persalinan macet lebih mudah dilakukan bila melahirkan di rumah sakit.

Sementara bila ibu lebih memilih untuk melahirkan di rumah dan mengalami masalah di luar dugaan, persalinan dan penanganan akan dilanjutkan di rumah sakit.

Jika selama masa kehamilan ibu ditemani oleh seorang doula, pendamping persalinan ini juga dapat mendampingi ibu selama proses persalinan.

Maka itu, pastikan ibu telah menyiapkan berbagai persiapan persalinan maupun perlengkapan melahirkan sebelumnya.

Bagaimana cara mendiagnosis distosia?

mitos persalinan

Ketika proses melahirkan normal dirasa berlangsung cukup lama atau distosia, biasanya dokter dan tim medis akan melakukan pemeriksaan.

Berikut pemeriksaan yang biasa dilakukan:

  • Frekuensi kontraksi yang Anda alami
  • Kekuatan kontraksi yang Anda alami

Pemeriksaan distosia bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Menggunakan Intrauterine Pressure Catheter Placement (IUPC). Prosedur ini dilakukan dengan cara menempatkan sebuah alat berupa monitor kecil di dalam rahim, tepatnya di samping bayi. Tujuannya agar dokter tahu berapa kali kontraksi terjadi, dan seberapa besar kekuatannya.
  • Menggunakan electronic fetal monitoring (EFM). Alat ini berguna untuk mengukur denyut jantung bayi.

Bagaimana cara mengatasi persalinan macet (distosia)?

induksi persalinan melahirkan

Jika persalinan macet (distosia) terjadi di fase awal melahirkan dan tidak berisiko menimbulkan komplikasi, Anda biasanya dianjurkan untuk melakukan beberapa kegiatan.

Memperbanyak berjalan kaki, tidur, atau mandi air hangat jadi hal-hal yang biasanya direkomendasikan.

Anda juga bisa mengubah dan mencari posisi ternyaman saat duduk dan berbaring.

Sementara untuk kasus distosia yang disebabkan oleh distosia bahu bayi, dokter harus menempuh beberapa cara untuk mengeluarkan bayi. 

Kebanyakan kasus bayi yang mengalami distosia bahu saat lahir dapat dilahirkan dengan selamat.

Hanya saja, komplikasi distosia bahu bisa berisiko mengakibatkan masalah bagi ibu dan bayinya.

Distosia bahu adalah komplikasi persalinan yang sulit diprediksi dan dicegah.

Beberapa cara yang biasanya dilakukan dokter dalam menangani distosia bahu adalah sebagai berikut:

  • Memberikan tekanan pada perut ibu.
  • Meminta ibu untuk menekukkan kedua kaki dan mendekatkan lutut ke arah dada.
  • Membantu memutar bahu bayi secara manual.
  • Melakukan episiotomi untuk memberikan ruang pada bahu.

Cara-cara tersebut kadang berisiko menimbulkan cedera saraf pada bahu, lengan, dan tangan bayi.

Namun biasanya, akan berangsur-angsur membaik dalam waktu 6-12 bulan. 

Di samping itu, dokter dan tim medis juga dapat melakukan beberapa hal berikut ini untuk membantu mengatasi persalinan macet:

1. Menggunakan forceps

Forceps adalah sebuah alat yang berguna membantu menarik bayi keluar dari dalam vagina.

Alat ini biasanya digunakan ketika posisi kepala bayi sudah berada di tengah-tengah jalan lahir dan pembukaan lengkap, tapi terhambat dan sulit untuk keluar.

Selain itu, forceps juga bisa menjadi pilihan dokter untuk membantu kelahiran baik jika ibu merasa kelelahan untuk mengejan.

2. Memberikan pitocin

Jika kekuatan kontraksi selama Anda melahirkan kurang besar, dokter dapat memberikan obat pitocin (oksitosin).

Obat pitocin ini bertugas untuk mempercepat sekaligus menambah kekuatan kontraksi.

3. Operasi caesar

Setelah diberikan obat pitocin biasanya kekuatan kontraksi berangsur-angsur akan meningkat.

Namun, jika kemudian persalinan masih saja macet (distosia), dokter biasanya akan menempuh langkah melalui operasi persalinan caesar.

Metode melahirkan dengan operasi caesar juga dibutuhkan jika distosia disebabkan oleh ukuran kepala bayi yang terlalu besar, maupun panggul ibu yang terlalu kecil.

Dalam kasus lain seperti posisi bayi sungsang, kelainan pada jalan lahir, maupun kelainan pada leher rahim (serviks), operasi caesar bisa dilakukan.

Pada kebanyakan kasus, operasi caesar menjadi cara utama dan aman untuk mengatasi persalinan macet, sekaligus menghindari timbulnya komplikasi lebih lanjut.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Muncul Ruam dan Gatal Sebelum Melahirkan? Itu Adalah PUPPP

PUPPP atau PUPPS adalah masalah kulit yang sering terjadi pada ibu hamil. Namun, apa yang membuat kondisi ini terjadi dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 26 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Efek Coronavirus (COVID-19) Terhadap Ibu Hamil

Infeksi virus tertentu memang cukup berpengaruh terhadap kesehatan ibu hamil. Lantas, bagaimana dengan efek coronavirus pada ibu hamil?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 24 Januari 2020 . Waktu baca 6 menit

Penyebab, Cara Mengatasi, dan Cara Mencegah Perut Kembung Saat Hamil

Perut kembung umumnya sering terjadi saat hamil. Lalu apa yang menyebabkan perut kembung di masa kehamilan? Adakah cara mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 27 Oktober 2019 . Waktu baca 6 menit

Mengapa Bisa Ada Wanita yang Tidak Sadar Kalau Sedang Hamil?

Tidak semua kehamilan dapat terdeteksi langsung dengan jelas. Apa bahayanya apabila wanita tidak tahu kalau dirinya hamil? Adakah dampaknya untuk janin?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 16 September 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
ibu hamil memiliki risiko perburukan gejala saat terinfeksi covid-19

Kekebalan Tubuh Berubah saat Hamil? Ini Penanganannya

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 31 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit
puasa bagi ibu hamil

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit