Persalinan Macet di Tengah Jalan (Distosia): Penyebab dan Penanganannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/01/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Setiap calon ibu tentu menginginkan proses melahirkan yang berjalan mulus tanpa hambatan. Namun, bukannya tidak mungkin persalinan bisa saja macet di tengah jalan (distosia), sehingga akhirnya Anda diharuskan menjalani operasi caesar. Langsung saja, mari simak ulasan lengkap seputar persalinan macet (distosia) berikut ini!

Apa itu persalinan macet (distosia)?

melahirkan risiko kanker payudara

Persalinan macet adalah kondisi ketika ada hambatan selama proses melahirkan berlangsung sehingga memakan waktu yang lebih lama. Sebagaimana yang mungkin sudah Anda tahu, persalinan terjadi berkat adanya kontraksi otot berulang yang cukup intens.

Kontraksi biasanya terasa tepat di area perut dan punggung bagian bawah. Sekumpulan kontraksi ini yang kemudian membantu mendorong bayi di dalam rahim agar dapat keluar.

Kontraksi juga membantu melebarkan leher rahim (serviks) atau yang disebut sebagai pembukaan. Dengan begitu, bayi bisa keluar dengan lancar melalui serviks dan vagina. Sayangnya, teori tersebut tidak berlaku pada ibu hamil yang mengalami persalinan macet saat waktu melahirkan tiba.

Dalam istilah medis, persalinan macet dikenal dengan nama distosia. Sebutan distosia ini juga biasanya dikenal sebagai failure to progress atau prolonged labor.

Sebuah persalinan dapat dikatakan macet atau distosia ketika berlangsung sekitar 20 jam atau bahkan lebih. Kondisi ini biasanya berlaku bagi Anda yang baru pertama kali melahirkan, seperti dijelaskan oleh American Pregnancy Association.

Sementara jika sudah pernah melahirkan sebelumnya, distosia berlangsung kurang lebih 14 jam lamanya. Padahal normalnya, ibu yang baru pertama kali melahirkan biasanya butuh waktu sekitar 12-18 jam sampai bayi keluar.

Total waktu tersebut bisa jauh lebih cepat menjadi 6-9 jam bila sudah pernah melahirkan sebelumnya. Meski terlihat cukup berbahaya, tidak semua kasus distosia selalu mengarah pada komplikasi persalinan.

Kondisi distosia di fase awal (laten), yakni pada pembukaan serviks awal, tidak serta-merta menyebabkan komplikasi. Akan tetapi, distosia yang terjadi fase melahirkan aktif, bisa berujung pada komplikasi yang butuh tindakan medis segera.

Apa penyebab persalinan macet (distosia)?

antibiotik saat melahirkan

Ada berbagai hal yang bisa menjadi penyebab persalinan macet di tengah jalan atau distosia. Baik kondisi atau tenaga ibu, jalan lahir maupun bayi di dalam kandungan, keduanya sama-sama dapat memicu terjadinya distosia.

Selama fase melahirkan awal atau laten berlangsung, pembukaan leher rahim (serviks) yang lambat dan lemahnya kontraksi rahim bisa jadi penyebabnya. Saat masuk ke fase melahirkan aktif, ukuran tubuh bayi yang terlalu besar dikombinasikan dengan ukuran panggul ibu yang kecil juga bisa menyebabkan distosia.

Kesalahan saat mengejan dan kelelahan di tengah-tengah proses mengejan dapat membuat Anda mengalami distosia. Selain itu, masih ada faktor-faktor lainnya yang juga dapat meningkatkan risiko persalinan macet atau distosia, meliputi:

  • Postur tubuh ibu yang pendek atau kurang dari 150 cm.
  • Usia ibu lebih dari 35 tahun saat hamil dan melahirkan.
  • Usia kehamilan lebih dari 41 minggu.
  • Jarak antara pemberian induksi epidural untuk melahirkan dengan pembukaan lengkap memakan waktu lebih dari 6 jam.
  • Ada kelainan pada jalan lahir misalnya panggul yang sempit (baik pada bagian atas, tengah, atau bawah) atau terdapat tumor yang mempersempit jalan lahir sehingga bayi susah keluar.
  • Ada kelainan pada leher rahim (serviks), sehingga sulit terbuka selama persalinan berlangsung.
  • Sedang hamil bayi kembar dua, tiga, empat, atau lebih.
  • Pengaruh dari berbagai faktor psikologis, seperti stres, khawatir, kecemasan, ketakutan, dan lainnya.
  • Pengaruh konsumsi obat pereda nyeri yang bisa memengaruhi kekuatan kontraksi.

Sementara dari faktor risiko kondisi bayi, persalinan bisa macet di tengah jalan atau distosia karena posisi bayi sungsang atau mengalami kelainan tertentu. Contohnya posisi bahu bayi yang nyangkut pada dasar panggul ibu (distosia bahu).

Apa komplikasi yang bisa ditimbulkan dari distosia?

proses induksi

Distosia yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi, baik pada ibu maupun bayi yang dikandung. Dampak bagi ibu di antaranya berisiko terjadi perdarahan, trauma atau cedera jalan lahir, serta infeksi.

Sementara bagi bayi, persalinan yang berjalan lama atau distosia dapat menyebabkan berbagai hal, seperti:

  • Bayi tercekik karena kadar oksigen yang rendah (asfiksia).
  • Ada benjolan berupa kumpulan darah di kepala (hematoma kepala).
  • Jaringan di kulit kepala tidak berfungsi atau mati (nekrosis kulit kepala).
  • Detak jantung bayi tidak normal.
  • Ada zat asing di dalam air ketuban bayi.

Oleh karena itu, persalinan yang macet di tengah jalan (distosia) tidak boleh disepelekan. Selama proses persalinan berlangsung, dokter dan tim medis lainnya akan terus memantau perkembangan tahapan melahirkan Anda.

Jadi, ketika ditemukan ada masalah pada kondisi Anda maupun bayi, bisa segera diberikan pertolongan medis secepat mungkin.

Bagaimana cara mendiagnosis distosia?

mitos persalinan

Ketika proses melahirkan normal dirasa berlangsung cukup lama atau distosia, biasanya dokter dan tim medis akan melakukan pemeriksaan. Berikut pemeriksaan yang biasa dilakukan:

  • Frekuensi kontraksi yang Anda alami.
  • Kekuatan kontraksi yang Anda alami.

Pemeriksaan distosia bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Menggunakan Intrauterine Pressure Catheter Placement (IUPC). Prosedur ini dilakukan dengan cara menempatkan sebuah alat berupa monitor kecil di dalam rahim, tepatnya di samping bayi. Tujuannya agar dokter tahu berapa kali kontraksi terjadi, dan seberapa besar kekuatannya.
  • Menggunakan electronic fetal monitoring (EFM). Alat ini berguna untuk mengukur denyut jantung bayi.

Bagaimana cara mengatasi persalinan macet (distosia)?

induksi persalinan melahirkan

Jika persalinan macet (distosia) terjadi di fase awal melahirkan dan tidak berisiko menimbulkan komplikasi, Anda biasanya dianjurkan untuk melakukan beberapa kegiatan.

Memperbanyak berjalan kaki, tidur, atau mandi air hangat jadi hal-hal yang biasanya direkomendasikan.

Anda juga bisa mengubah dan mencari posisi ternyaman saat duduk dan berbaring. Sementara untuk kasus distosia yang disebabkan oleh distosia bahu bayi, dokter harus menempuh beberapa cara untuk mengeluarkan bayi, di antaranya:

  • Memberikan tekanan pada perut ibu.
  • Meminta ibu untuk menekukkan kedua kaki dan mendekatkan lutut ke arah dada.
  • Membantu memutar bahu bayi secara manual.
  • Melakukan episiotomi untuk memberikan ruang pada bahu.

Cara-cara tersebut kadang berisiko menimbulkan cedera saraf pada bahu, lengan, dan tangan bayi. Namun biasanya, akan berangsur-angsur membaik dalam waktu 6-12 bulan. 

Di samping itu, dokter dan tim medis juga dapat melakukan beberapa hal berikut ini untuk membantu mengatasi persalinan macet:

1. Menggunakan forceps

Forceps adalah sebuah alat yang berguna membantu menarik bayi keluar dari dalam vagina. Alat ini biasanya digunakan ketika posisi kepala bayi sudah berada di tengah-tengah jalan lahir dan pembukaan lengkap, tapi terhambat dan sulit untuk keluar.

Selain itu, forceps juga bisa menjadi pilihan dokter untuk membantu kelahiran baik jika ibu merasa kelelahan untuk mengejan.

2. Memberikan pitocin

Jika kekuatan kontraksi selama Anda melahirkan kurang besar, dokter dapat memberikan obat pitocin (oksitosin). Hal ini juga dijelaskan dalam buku Clinical Veterinary Advisor: Birds and Exotic Pets.

Obat pitocin ini bertugas untuk mempercepat sekaligus menambah kekuatan kontraksi.

3. Operasi caesar

Setelah diberikan obat pitocin biasanya kekuatan kontraksi berangsur-angsur akan meningkat. Namun, jika kemudian persalinan masih saja macet (distosia), dokter biasanya akan menempuh langkah melalui operasi persalinan caesar.

Metode melahirkan dengan operasi caesar juga dibutuhkan jika distosia disebabkan oleh ukuran kepala bayi yang terlalu besar, maupun panggul ibu yang terlalu kecil.

Dalam kasus lain seperti posisi bayi sungsang, kelainan pada jalan lahir, maupun kelainan pada leher rahim (serviks), operasi caesar bisa dilakukan.

Pada kebanyakan kasus, operasi caesar menjadi cara utama dan aman untuk mengatasi persalinan macet, sekaligus menghindari timbulnya komplikasi lebih lanjut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Hati-Hati, Banjir Bisa Berdampak Buruk Terhadap Kesehatan Ibu Hamil

Untuk ibu hamil, banjir memiliki dampak yang tak bisa disepelekan. Agar tak sampai membahayakan janin, yuk ketahui dampak apa saja yang bisa muncul.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 03/01/2020 . Waktu baca 4 menit

Penyebab, Cara Mengatasi, dan Cara Mencegah Perut Kembung Saat Hamil

Perut kembung umumnya sering terjadi saat hamil. Lalu apa yang menyebabkan perut kembung di masa kehamilan? Adakah cara mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 27/10/2019 . Waktu baca 6 menit

Mengapa Bisa Ada Wanita yang Tidak Sadar Kalau Sedang Hamil?

Tidak semua kehamilan dapat terdeteksi langsung dengan jelas. Apa bahayanya apabila wanita tidak tahu kalau dirinya hamil? Adakah dampaknya untuk janin?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 16/09/2019 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Kehamilan Kriptik

Segelintir orang mungkin tidak sadar dirinya hamil sampai usia kandungan semakin besar. Bisa jadi, Anda mengalami kehamilan kriptik. Apakah itu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 16/08/2019 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020 . Waktu baca 8 menit
puasa bagi ibu hamil

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020 . Waktu baca 4 menit
PUPPP

Muncul Ruam dan Gatal Sebelum Melahirkan? Itu Adalah PUPPP

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 26/03/2020 . Waktu baca 4 menit
novel coronavirus ibu hamil

Begini Efek Coronavirus (COVID-19) Terhadap Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24/01/2020 . Waktu baca 6 menit