Aturan Terima Tamu Setelah Melahirkan Agar Ibu dan Bayi Tetap Nyaman

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Merayakan kelahiran bayi Anda bersama orang-orang terdekat adalah salah satu momen yang tentu tak ingin Anda lewatkan. Biasanya memang keluarga dan sahabat akan datang menengok setelah bayi lahir. Namun, di saat yang sama Anda begitu kewalahan dengan berbagai tantangan dan tanggung jawab sebagai orangtua baru.

Lantas bagaimana caranya supaya tetap bisa menerima tamu setelah melahirkan? Apa saja yang harus diperhatikan saat keluarga dan sahabat datang menengok? Tenang, berikut panduan lengkapnya agar ibu dan bayi tetap nyaman dan sehat.

1. Istirahat dulu

Kurang tidur biasanya jadi sumber masalah orangtua baru. Kurang tidur bisa membuat Anda kurang fokus, mudah marah, dan kelelahan. Jadi, pastikan Anda sudah beristirahat yang cukup sebelum menerima tamu.

Kalau ada orang yang mau datang menengok padahal Anda sama sekali belum istirahat, sarankan untuk datang di lain waktu. Jangan takut, orang lain pasti memahami kalau saat ini Anda benar-benar kewalahan. Jadi Anda juga harus bisa mengukur batas kemampuan fisik dan mental Anda sendiri, ya.

2. Batasi jumlah tamu

Beberapa minggu pertama Anda bersama buah hati adalah momen yang tak bisa diulang kembali. Jadi, usahakan Anda menghabiskan sebanyak mungkin waktu berkualitas bersama bayi tanpa diusik banyak orang.

Caranya dengan membatasi jumlah tamu. Anda memang harus bisa mengatur prioritas. Misalnya utamakan keluarga yang dekat terlebih dulu, baru teman-teman dan kenalan yang tidak begitu dekat dengan Anda.

3. Jangan terlalu pusing soal rumah

Orang-orang datang berkunjung karena ingin menengok si kecil, bukan untuk menginspeksi rumah Anda. Jadi tidak perlu terlalu pusing soal rumah yang berantakan. Sekali lagi, orang pasti maklum kalau Anda sedang repot. Terlalu memusingkan soal rumah hanya akan menghabiskan energi dan waktu Anda yang sangat terbatas.

Kalau kamar masih berantakan, tutup saja pintunya dan berkumpullah di ruang depan. Bereskan bagian-bagian yang paling kelihatan oleh tamu saja, misalnya ruang tamu dan ruang makan.

4. Pesan makanan di luar atau minta dibawakan makanan

Anda mungkin masih kelelahan dan belum sanggup masak untuk keluarga yang datang menengok. Tidak masalah, Anda bisa pesan makanan di luar atau titip dibawakan makanan oleh keluarga yang mau ke rumah. Jangan salah, orang lain malah senang kalau bisa membantu Anda. Jadi jangan takut merepotkan orang lain.

5. Minta tamu cuci tangan

Bayi baru lahir belum memiliki sistem imun sekuat orang dewasa. Maka untuk menghindari risiko infeksi atau tertular penyakit, mintalah para tamu untuk cuci tangan dulu sebelum bermain bersama buah hati.

Sediakan juga hand sanitizer dan tisu di kamar supaya lebih mudah bagi tamu untuk membersihkan kuman dan bakteri dari luar rumah.

6. Jadwalkan kunjungan tamu sebaik mungkin

Setelah bayi lahir, Anda harus bijak mengatur jadwal sehari-hari. Buatlah jadwal kunjungan tamu supaya Anda dan pasangan bisa menyesuaikan diri sebaik mungkin dengan hidup baru sebagai orangtua.

Misalnya hindari terima tamu pada jam di mana bayi Anda mau tidur. Biasanya bayi jadi rewel dan tidak bisa diganggu, padahal tamu Anda mungkin ingin bermain bersamanya. Karena itu, kabari keluarga dan sahabat Anda pada jam berapa saja mereka sebaiknya datang ke rumah.

7. Utamakan waktu Anda bersama buah hati

Menerima tamu setelah bayi lahir itu sah-sah saja. Namun, jangan sampai malah mengganggu waktu Anda untuk membangun ikatan dengan bayi. Beri kesempatan si buah hati untuk mengenal suara dan sentuhan Anda dengan jelas, tanpa terlalu pusing dengan kehadiran banyak orang asing.

Manfaatkan juga waktu Anda yang berharga untuk berduaan saja dengan bayi. Misalnya saat menyusui. Dengan begitu, Anda sendiri jadi lebih rileks dan fokus.

8. Berani menolak

Mau tidak mau, Anda harus tegas menolak kunjungan beberapa orang setelah bayi lahir. Misalnya kalau orang tersebut sedang flu. Atau ketika seorang teman datang saat bayi Anda tidur dan ia minta supaya bayi Anda dibangunkan.

Anda mungkin takut menyakiti perasaan teman Anda, tapi Anda harus bisa menjelaskan mengapa Anda tidak mau membangunkan bayi misalnya. Bila disampaikan baik-baik, orang lain pasti mengerti. Kadang orang lain bukannya sengaja bikin Anda repot. Mereka hanya kurang paham atau lupa betapa rumitnya mengasuh bayi baru lahir.

9. Perhatikan reaksi bayi Anda

Ada bayi yang tetap rileks ketika dikerumuni banyak orang. Namun, ada juga yang jadi rewel saat bertemu orang baru. Anda harus belajar membaca polanya, seperti bagaimana cara mengenalkan buah hati pada orang asing atau apa tandanya kalau ia merasa tidak nyaman. Bila suasana hatinya memang tidak mendukung, jangan dipaksakan karena Anda merasa tidak enak pada tamu.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca