Salah Pilih Pekerjaan Bisa Jadi Penyebab Anda Tak Juga Punya Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baik pihak pria ataupun perempuan sama-sama punya faktor pencetus masalah kesuburan. Tanpa disadari ternyata pilihan pekerjaan atau profesi juga bisa berisiko mengganggu kesuburan atau infertilitas, lho. Sayangnya, diagnosis ini memang tidak banyak yang menyadari karena kurangnya pemahaman masyarakat. Akibatnya, tidak sedikit pasangan khususnya kaum pria yang baru sadar hal ini setelah bertahun-tahun menikah dan tidak kunjung memiliki  keturunan.

Ada beberapa pekerjaan yang bisa memicu gangguan kesuburan pada pria

Pada dasarnya ada empat faktor yang memengaruhi kesuburan pria, yaitu faktor kimia, fisika, psikologi, dan campuran. Sementara bahaya dari pekerjaan biasanya adalah faktor kimia dan fisika.Pria yang sering terpapar panas, bahan kimia, atau radiasi, dapat memengaruhi kualitas dan jumlah sperma. Radiasi juga bisa menyebabkan sperma jadi ‘menghilang’ dalam cairan semen.

Penelitian yang dilakukan di Cina mencoba melihat hubungan antara laki-laki yang terpapar formaldehida selama bekerja dan kesuburan. Ternyata, para istri dari laki-laki ini lebih sulit hamil dan lebih rentan mengalami keguguran. Formaldehida banyak digunakan dalam pengolahan kayu. Beberapa bahan kimia lain diketahui menurunkan jumlah sperma, yaitu benzena, toluena, xylene, pestisida, herbisida, pelarut organik, timbal dan bahan cat. Paparan terhadap logam berat juga dapat mengganggu kesuburan. Bagi Anda yang bekerja di pabrik atau industri yang bertemu dengan bahan kimia ini setiap hari, Anda perlu waspada.

Perlu diketahui, paparan panas baik dari berendam di air panas maupun mesin berpotensi menurunkan jumlah sperma Anda. Beberapa contoh pekerjaan yang sering terpapar panas mesin adalah supir bis dan truk, di mana mereka diharuskan untuk duduk dalam waktu lama di atas mesin yang panas. Mereka yang tiap hari bekerja dengan pemanggang roti misalnya, di mana mereka setiap hari harus terpapar panas dari oven, juga memiliki risiko.

Radiasi di tempat kerja layaknya radiasi x-ray juga dapat menganggu kesuburan. Produksi sperma dapat menurun, walau biasanya sering kembali normal dengan sendirinya. Namun bila radiasi dalam dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan permanen. Maka dari itu, pria yang banyak melakukan kontak dengan radiasi x-ray misalnya operator radiologi dan petugas kesehatan lainnya akan berisiko mengalami penurunan kesuburan.

Faktor risiko gangguan kesuburan ini memang tidak lantas membuat Anda mendadak tidak subur, namun dikarenakan seorang pria sudah terpapar dalam jangka waktu yang lama dan terus menerus.  Untuk meminimalkan risiko, maka semua pasangan suami istri, dalam hal ini calon ayah, perlu menjaga kesehatan dengan menjalankan pola hidup sehat, berolahraga rutin, kebiasaan merokok dan minum alkohol tentu saja perlu dilakukan. Yang tidak kalah penting adalah mengendalikan stress.

Bagaimana cara melindungi kesuburan Anda di tempat kerja?

Jika Anda memiliki pekerjaan yang mengharuskan Anda duduk dalam rentang waktu yang lama. Cobalah untuk istirahat dan berjalan sekitar selama beberapa menit, hal ini berguna untuk ‘mendinginkan’ testis Anda.

Jika Anda bekerja dengan bahan kimia atau radiasi berbahaya, ikuti selalu petunjuk mengenai penggunaannya dengan hati-hati, termasuk mengikuti Aturan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang sudah ditetapkan oleh pemerintah ataupun perusahaan. Setiap pekerja memiliki hak untuk mendapatkan pelatihan dan peralatan yang dibutuhkan untuk tetap aman dan sehat. Gunakan pakaian pelindung atau alat pelindung lainnya sesuai yang sudah ditetapkan. Jika Anda khawatir dengan paparan bahan kimia, radiasi, atau potensi bahaya pekerjaan lainnya yang mengancam kesuburan Anda, segera bicarakan dengan dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pernah Merasa Burnout Saat Bekerja? Ini Tips Mengatasinya

Terus-terusan merasa lelah dan sedih karena pekerjaan? Bisa jadi Anda terkena burnout syndrome. Simak cara mengatasi burnout syndrome di sini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Psikologi 19/02/2020 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Sering Pakai Ganja Menyebabkan Susah Hamil?

Sering menggunakan ganja dapat membawa beberapa dampak buruk bagi pemakainya, salah satunya adalah susah hamil. Ketahui lebih lanjut pada ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesuburan, Kehamilan 19/11/2019 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Menunda Kehamilan Bisa Menyebabkan Susah Punya Anak?

Ada sebuah anggapan yang menyatakan bahwa menunda kehamilan dapat membuat seseorang susah punya anak di kemudian hari. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesuburan, Kehamilan 14/10/2019 . Waktu baca 4 menit

6 Tipe Orang yang Suka Menunda Pekerjaan (Hayo, Anda yang Mana?)

Faktanya, alasan orang suka menunda pekerjaan bukan hanya karena malas atau tidak punya cukup waktu untuk menyelesaikannya. Apa alasan Anda?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Psikologi 27/09/2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi stres karena phk

Begini Cara Mengatasi Stres Karena PHK Akibat dari Pandemi COVID-19

Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020 . Waktu baca 7 menit
puasa pengaruhi kesuburan

Apakah Puasa Memengaruhi Kesuburan untuk Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020 . Waktu baca 3 menit
ciri ciri subur

8 Ciri Wanita Sedang dalam Masa Subur

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 08/04/2020 . Waktu baca 10 menit
infertilitas pada pria akibat kanker prostat

Benarkah Pria Tidak Subur atau Infertil Setelah Operasi Kanker Prostat?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 01/04/2020 . Waktu baca 4 menit