Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Apakah Proses Bayi Tabung Terasa Menyakitkan?

Apakah Proses Bayi Tabung Terasa Menyakitkan?

Program bayi tabung, alias fertilisasi in vitro (IVF), dapat menjadi alternatif pilihan bagi Anda yang ingin memiliki anak. Prosedur ini memang bukan rekomendasi utama untuk menangani masalah kesuburan, tapi dapat mejadi pilihan terbaik saat metode kesuburan lain tidak berhasil. Sayangnya, beberapa wanita menolak menjalani program ini karena khawatir akan merasakan sakit. Apakah benar proses bayi tabung itu menyakitkan? Berikut penjelasannya.

Kenali dulu seperti apa prosedur bayi tabung

Ketika sel telur tidak berhasil dibuahi oleh sel sperma di dalam tubuh, maka tidak ada salahnya untuk mencoba program bayi tabung. Pasalnya, prosedur ini dilakukan dengan cara menggabungkan sel telur dan sel sperma di luar tubuh, dengan harapan proses pembuahan dapat berhasil dan mewujudkan harapan pasangan yang ingin memiliki anak.

Proses bayi tabung bekerja dengan membantu ovarium menghasilkan sel telur yang sehat dan siap untuk dibuahi. Sel telur ini kemudian akan diambil dan ditempatkan di tabung reaksi untuk proses pembuahan. Setelah sel telur berhasil dibuahi dan membentuk embrio, embrio tersebut akan dipindahkan ke inkubator selama beberapa hari sebelum dipindahkan kembali ke rahim. Jika kehamilan gagal, proses ini akan terus diulang sampai kehamilan berhasil.

Sakit atau tidaknya proses bayi tabung tergantung masing-masing pasien

Pada dasarnya, proses bayi tabung melibatkan sedikit ketidaknyamanan atau rasa sakit. Namun sifatnya lebih subjektif, tergantung kondisi fisik pasien. Lalu, proses apa saja yang mungkin menimbulkan rasa sakit saat menjalani program bayi tabung? Mari kita kupas dari setiap tahapannya satu per satu.

Induksi ovulasi

Bagian pertama pada proses bayi tabung diawali dengan menyuntikkan hormon kesuburan pada tubuh pasien wanita. Suntikan ini berfungsi untuk merangsang ovarium supaya menghasilkan beberapa sel telur yang sehat.

Kebanyakan wanita yang mengawali proses ini hanya merasakan sedikit rasa sakit, bahkan beberapa melaporkan tidak ada rasa sakit sama sekali. Sebab, jarum yang digunakan cenderung tipis dan kecil, dibandingkan dengan penderita diabetes yang harus menyuntikkan insulin dengan jarum sejenis sebanyak 3 sampai 4 kali sehari.

Perkembangan sel telur dalam rahim

Pada fase ini, sel telur mulai berkembang dan ovarium mulai membesar. Kondisi ini menyebabkan nyeri di perut bagian bawah dan rasa kembung. Dokter biasanya akan memberikan obat-obatan tertentu untuk membatasi jumlah sel telur yang tumbuh, sehingga mengurangi nyeri.

Dengan memberikan stimulasi yang baik, para wanita bahkan tidak mengalami rasa sakit. Pasien hanya akan merasa sedikit ketidaknyamanan dan dapat menjalani aktivitas normal seperti biasa. Ketidaknyamanan ini pun hanya dirasakan dalam beberapa saat, setidaknya satu minggu.

Pengambilan sel telur

Pasien sudah diberi tahu sebelumnya bahwa proses ini dilakukan dengan cara menusuk ovarium melalui vagina menggunakan jarum panjang yang tipis. Fase ini mungkin tampak menakutkan bagi para wanita yang hendak menjalani proses bayi tabung.

Pada kenyataannya, tahap ini tidak menimbulkan rasa sakit karena pasien akan diberikan anastesi alias obat bius. Beberapa wanita mengalami kram atau sedikit perdarahan vagina pada tahapan ini. Namun tidak perlu khawatir, dokter akan dipandu dengan monitor USG transvaginal saat pengambilan sel telur sehingga dipastikan aman. Selain itu, dokter juga selalu memastikan bahwa pasien akan tetap merasa nyaman dan bebas rasa sakit selama prosedur ini berlangsung.

Pemindahan sel telur yang sudah dibuahi (embrio) ke dalam rahim

Setelah tiga sampai lima hari pasca pembentukan embrio, embrio akan dipindahkan kembali ke dalam rahim. Kabar baiknya, prosedur ini tidak menimbulkan rasa sakit. Hanya saja pasien akan merasa tidak nyaman saat memasukkan spekulum vagina seperti saat menjalani pap smear.

Setelah itu, pasien akan diberikan hormon progesteron untuk membantu mempersiapkan dinding rahim saat menerima embrio. Hormon ini dapat diberikan dengan cara suntikan, pil, atau gel. Suntikan progesteron biasanya menimbulkan rasa sakit karena cairan yang digunakan berbasis minyak, sehingga jarumnya lebih besar. Bila Anda tidak tahan rasa sakit, Anda bisa meminta obat progesteron berbentuk pil atau gel.

Jadi singkatnya, rasa sakit pada proses bayi tabung bersifat sangat subjektif, tergantung dari kemampuan setiap pasien. Beberapa wanita mungkin merasa sangat sakit, sementara yang lainnya cenderung lebih tenang. Kalau Anda sudah terbiasa dengan jarum suntik, maka proses bayi tabung mungkin tidak akan membuat Anda cemas. Sedangkan jika Anda takut disuntik, prosedur ini mungkin sedikit menegangkan buat Anda.

Karena itu, konsultasikan pada dokter sebelum Anda memutuskan untuk menjalani program bayi tabung. Proses ini aman dan Anda akan dipandu oleh dokter spesialis dan perawat, jadi meskipun Anda merasakan sedikit sakit, Anda tidak perlu khawatir.

Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7
Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

IVF. https://www.nhs.uk/conditions/ivf/what-happens/. Accessed 14/2/2018.

Is IVF Painful? https://www.medicoverfertility.com/blog/is-ivf-treatment-painful. Accessed 14/2/2018.

Is IVF Painful – What do IVF Clinics in Delhi Say? https://www.gaudiumivfcentre.com/blog/ivf-painful-ivf-clinic-delhi-say/. Accessed 14/2/2018.


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri Diperbarui 16/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita