Tips Aman Naik Pesawat Saat Hamil

Oleh

Saat ini sudah terkenal sekali istilah babymoon, alias perjalanan romantis yang dilakukan oleh pasangan calon orangtua sebelum bayi tersebut dilahirkan. Sudah tak asing lagi jika perempuan yang sedang mengandung ingin melakukan babymoon, bahkan sebagian perempuan menganggap jalan-jalan tersebut bagian dari mengidam. Ada calon ibu yang ingin melakukan perjalanan dekat, ada pula yang ingin melakukan perjalanan jauh atau melalui udara. Perjalanan jauh melalui udara atau penerbangan saat hamil memiliki risiko, maka sebelum melakukan perjalanan jauh mencari informasi terlebih dahulu.

Berdasarkan The Royal College of Obstetricians and Gynaecologists (RCOG) dari Inggris, risiko melakukan penerbangan saat hamil tergantung pada tingkat risiko kehamilan masing-masing perempuan. Jika tingkat risiko kehamilan rendah, maka tidak berbahaya untuk melakukan perjalanan udara. Namun yang perlu diperhatikan, tiap trimester berbeda efek risikonya. Selain itu, RCOG menyarankan masa kehamilan lebih dari 32 pekan untuk tidak melakukan penerbangan.

International Air Transport Association (IATA) juga mengizinkan ibu hamil melakukan perjalanan. Beberapa maskapai internasional memiliki aturan yang berbeda-beda untuk ibu hamil, seperti yang ditulis oleh Gurgle, contohnya maskapai Atlantic Airlines mengizinkan masa kehamilan 34 pekan, namun untuk masa kehamilan 35-37 harus diikuti surat keterangan dari dokter. Masa kehamilan 38 pekan tidak diizinkan untuk melakukan penerbangan.

Apa yang harus dilakukan sebelum melakukan penerbangan?

Sebelum melakukan perjalanan jauh, sebaiknya Anda juga berkonsultasi ke dokter dan mencari informasi sesuai dengan aturan maskapai yang ingin digunakan. Berkonsultasi ke dokter juga membantu Anda untuk mengetahui ada atau tidak obat yang harus dibawa ketika melakukan penerbangan. Siapkan juga stoking dari apotek untuk menghindari permasalahan kaki bengkak. Jika Anda merasa memiliki riyawat sakit ketika melakukan perjalanan, ada baiknya untuk mencari tahu cara mengatasinya.

Pastikan ibu hamil memilih tempat duduk yang dekat dengan toilet atau restroom, hal ini untuk memudahkan ketika ingin ke toilet. Pilih tempat duduk yang nyaman, yang bisa membuat ibu hamil merebahkan kaki. Selain itu jangan meminum obat tidur ketika melakukan penerbangan, tidur yang cukup sebelum melakukan penerbangan penting untuk ibu hamil. Sedangkan untuk menghindari distorsi waktu atau jetlag, Anda bisa mengatur jam sesuai dengan waktu tempat tujuan anda. Sehingga Anda bisa mengetahui kapan harus beristirahat dan bangun.

Lakukan vaksinasi jika Anda pergi ke daerah yang rawan virus. Kualitas udara di pesawat tidak akan membuat Anda terinfeksi virus, namun Anda bisa terinfeksi jika bersebelahan dengan orang dengan penyakit yang cara penularannya melalui udara.

Apakah yang harus dilakukan ibu hamil di dalam pesawat?

Ibu hamil harus berpegangan pada kursi yang ada sepanjang perjalanan ke toilet, hal ini untuk antisipasi ketika ada turbulance atau goncangan di pesawat. Selain itu, ibu hamil juga harus mengonsumsi air yang cukup, jangan sampai kurang minum. Usahakan untuk selalu bergerak setiap 30 menit untuk menghindari kram, pegal, atau kaki bengkak.

Pakailah pakaian yang nyaman ketika melakukan penerbangan, jangan memakai pakaian yang membuat Anda kesulitan bernapas. Pastikan memakai sabuk pengaman dengan benar dan nyaman. Jika Anda kesulitan memakai sabuk pengaman, Anda bisa menanyakan prosedur yang tepat untuk ibu hamil pada kru kabin.

Pada trimester berapakah paling aman untuk bepergian dengan pesawat?

Trimester yang paling aman untuk bepergian yaitu trimester kedua. Pada trimester pertama, Anda bisa saja mengalami morning sickness seperti yang biasa dialami ibu hamil lainnya. Ketika melakukan perjalanan udara pada trimester pertama, Anda mungkin akan mengalami mual, muntah, dan pusing selama di pesawat. Bolak-balik ke toilet akan membuat Anda kelelahan, perjalanan pun akan terasa tak nyaman. Risiko keguguran juga mungkin terjadi pada trimester awal jika kehamilan Anda cukup rentan. Sedangkan pada trimester ketiga, Anda berisiko mengalami proses melahirkan prematur. Maka, masa yang paling pas untuk bepergian adalah pada trimester kedua.

Bagaimana jika ibu hamil memiliki riwayat penyakit tertentu?

Sebelum melakukan penerbangan, memang sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada dokter Anda. Perlu diketahui, ada beberapa penyakit yang memiliki risiko, seperti anemia kronis, penyakit jantung, penyakit pernapasan, atau terjadi pendarahan pada masa kehamilan. Ketika tiba-tiba Anda mengalami gangguan pernapasan, jangan malu untuk menggunakan oksigen. Usahakan untuk tidak melakukan perjalanan sendirian, ibu hamil perlu ditemani oleh pasangan, keluarga atau kerabat terdekat lainnya.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca