Tips Aman Naik Pesawat Saat Hamil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/04/2020 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Saat ini sudah terkenal sekali istilah babymoon, alias perjalanan romantis yang dilakukan oleh pasangan calon orangtua sebelum bayi tersebut dilahirkan. Sudah tak asing lagi jika perempuan yang sedang mengandung ingin melakukan babymoon, bahkan sebagian perempuan menganggap jalan-jalan tersebut bagian dari mengidam. Ada calon ibu yang ingin melakukan perjalanan dekat, ada pula yang ingin melakukan perjalanan jauh atau melalui udara. Perjalanan jauh melalui udara atau penerbangan saat hamil memiliki risiko, maka sebelum melakukan perjalanan jauh mencari informasi terlebih dahulu.

Berdasarkan The Royal College of Obstetricians and Gynaecologists (RCOG) dari Inggris, risiko melakukan penerbangan saat hamil tergantung pada tingkat risiko kehamilan masing-masing perempuan. Jika tingkat risiko kehamilan rendah, maka tidak berbahaya untuk melakukan perjalanan udara. Namun yang perlu diperhatikan, tiap trimester berbeda efek risikonya. Selain itu, RCOG menyarankan masa kehamilan lebih dari 32 pekan untuk tidak melakukan penerbangan.

International Air Transport Association (IATA) juga mengizinkan ibu hamil melakukan perjalanan. Beberapa maskapai internasional memiliki aturan yang berbeda-beda untuk ibu hamil, seperti yang ditulis oleh Gurgle, contohnya maskapai Atlantic Airlines mengizinkan masa kehamilan 34 pekan, namun untuk masa kehamilan 35-37 harus diikuti surat keterangan dari dokter. Masa kehamilan 38 pekan tidak diizinkan untuk melakukan penerbangan.

Apa yang harus dilakukan sebelum melakukan penerbangan?

Sebelum melakukan perjalanan jauh, sebaiknya Anda juga berkonsultasi ke dokter dan mencari informasi sesuai dengan aturan maskapai yang ingin digunakan. Berkonsultasi ke dokter juga membantu Anda untuk mengetahui ada atau tidak obat yang harus dibawa ketika melakukan penerbangan. Siapkan juga stoking dari apotek untuk menghindari permasalahan kaki bengkak. Jika Anda merasa memiliki riyawat sakit ketika melakukan perjalanan, ada baiknya untuk mencari tahu cara mengatasinya.

Pastikan ibu hamil memilih tempat duduk yang dekat dengan toilet atau restroom, hal ini untuk memudahkan ketika ingin ke toilet. Pilih tempat duduk yang nyaman, yang bisa membuat ibu hamil merebahkan kaki. Selain itu jangan meminum obat tidur ketika melakukan penerbangan, tidur yang cukup sebelum melakukan penerbangan penting untuk ibu hamil. Sedangkan untuk menghindari distorsi waktu atau jetlag, Anda bisa mengatur jam sesuai dengan waktu tempat tujuan anda. Sehingga Anda bisa mengetahui kapan harus beristirahat dan bangun.

Lakukan vaksinasi jika Anda pergi ke daerah yang rawan virus. Kualitas udara di pesawat tidak akan membuat Anda terinfeksi virus, namun Anda bisa terinfeksi jika bersebelahan dengan orang dengan penyakit yang cara penularannya melalui udara.

Apakah yang harus dilakukan ibu hamil di dalam pesawat?

Ibu hamil harus berpegangan pada kursi yang ada sepanjang perjalanan ke toilet, hal ini untuk antisipasi ketika ada turbulance atau goncangan di pesawat. Selain itu, ibu hamil juga harus mengonsumsi air yang cukup, jangan sampai kurang minum. Usahakan untuk selalu bergerak setiap 30 menit untuk menghindari kram, pegal, atau kaki bengkak.

Pakailah pakaian yang nyaman ketika melakukan penerbangan, jangan memakai pakaian yang membuat Anda kesulitan bernapas. Pastikan memakai sabuk pengaman dengan benar dan nyaman. Jika Anda kesulitan memakai sabuk pengaman, Anda bisa menanyakan prosedur yang tepat untuk ibu hamil pada kru kabin.

Pada trimester berapakah paling aman untuk bepergian dengan pesawat?

Trimester yang paling aman untuk bepergian yaitu trimester kedua. Pada trimester pertama, Anda bisa saja mengalami morning sickness seperti yang biasa dialami ibu hamil lainnya. Ketika melakukan perjalanan udara pada trimester pertama, Anda mungkin akan mengalami mual, muntah, dan pusing selama di pesawat. Bolak-balik ke toilet akan membuat Anda kelelahan, perjalanan pun akan terasa tak nyaman. Risiko keguguran juga mungkin terjadi pada trimester awal jika kehamilan Anda cukup rentan. Sedangkan pada trimester ketiga, Anda berisiko mengalami proses melahirkan prematur. Maka, masa yang paling pas untuk bepergian adalah pada trimester kedua.

Bagaimana jika ibu hamil memiliki riwayat penyakit tertentu?

Sebelum melakukan penerbangan, memang sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada dokter Anda. Perlu diketahui, ada beberapa penyakit yang memiliki risiko, seperti anemia kronis, penyakit jantung, penyakit pernapasan, atau terjadi pendarahan pada masa kehamilan. Ketika tiba-tiba Anda mengalami gangguan pernapasan, jangan malu untuk menggunakan oksigen. Usahakan untuk tidak melakukan perjalanan sendirian, ibu hamil perlu ditemani oleh pasangan, keluarga atau kerabat terdekat lainnya.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . 4 menit baca

    Pilihan Obat Maag yang Aman untuk Ibu Hamil

    Maag rentan terjadi pada ibu hamil. Salah satu cara mngatasinya adalah dengan minum obat. Apa saja obat maag yang bisa diminum ibu hamil? Baca di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Gastritis, Health Centers 16/05/2020 . 6 menit baca

    6 Makanan Kaya Gizi yang Harus Ibu Hamil Penuhi Saat Sahur

    Ibu hamil yang berpuasa tidak bisa makan sembarangan. Berikut beberapa contoh makanan sahur untuk ibu hamil yang bisa menjadi referensi Anda.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Hari Raya, Ramadan 13/05/2020 . 5 menit baca

    Panduan Memilih dan Menggunakan Birth Ball untuk Ibu Hamil

    Ibu hamil kerap menggunakan birth ball karena dapat membuatnya merasa nyaman. Namun, bagaimana cara memilih dan menggunakan birth ball yang tepat?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 30/04/2020 . 5 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 menit baca
    kista saat hamil di usia tua

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca
    asi tidak keluar

    Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . 10 menit baca

    Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020 . 8 menit baca