Apakah Saya Boleh Melakukan Suntik Botox Saat Hamil?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Suntik botox merupakan salah satu cara paling efektif untuk mengatasi kerutan di wajah. Cara ini banyak dilakukan wanita untuk mempercantik penampilan dan agar terlihat awet muda. Prosedur kecantikan ini termasuk aman dilakukan asalkan Anda mendapatkan persetujuan dari dokter. Lantas, bagaimana jika ingin melakukan suntik botox saat hamil?

Apakah aman melakukan suntik botox saat hamil?

IBU HAMIL TRIMESTER 3

Botulinum toxin atau yang lebih dikenal dengan botox adalah protein yang dihasikan oleh bakteri Clostridium botulinum. Botox mengandung racun dari bakteri yang sama yang menyebabkan botulisme atau keracunan serius.

Meski belum ada pernyataan pasti bahwa botox berbahaya bagi ibu hamil, Medicines and Healthcare Products Regulatory Agency di Inggris (yang setara BPOM di Indonesia), menyarankan agar wanita hamil tidak melakukan prosedur suntik botox. Kalau pun diperlukan untuk alasan medis, sebaiknya hal ini dilakukan atas persetujuan dokter ahli.

Botox bekerja dengan mengikat ujung saraf otot dan menghalangi pelepasan zat kimia yang membuat otot di wajah berkontraksi. Hal ini karena kerutan dan garis-garis di wajah muncul karena adanya kontraksi otot. Dengan botox, otot dicegah untuk berkontraksi sehingga kerutan tidak lagi terlihat.

Sayangnya, dalam penelitian yang dilakukan pada hewan pengerat yang sedang hamil, suntik botox membuat bayi hewan tersebut lahir dengan berat badan yang rendah. Tak hanya itu, bayi juga lahir secara prematur sehingga tidak dapat berkembang dengan baik. Akibatnya, bayi tidak bisa bertahan hidup lebih lama.

Meski pada hewan hal ini telah terbukti, para peneliti belum bisa menyimpulkan hal yang sama juga akan terjadi pada bayi manusia. Hal ini karena bukti-bukti penelitian yang menguatkannya masih kurang.

Akan tetapi, jika Anda melakukan suntik botox tepat sebelum hamil atau sebelum Anda sadar sedang hamil, kemungkinan risikonya cukup rendah. Dikutip dari Baby Centre, satu suntikan botox seharusnya tidak mengandung racun yang cukup untuk diedarkan ke seluruh tubuh dan masuk ke bayi melalui plasenta. Namun, prosedur ini bisa saja menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan jika Anda meneruskan suntik setelah tahu kalau hamil.

Hindari juga suntik botox saat menyusui

ibu menyusui minum obat

Sama seperti saat hamil, para ahli belum bisa membuktikan secara pasti bahwa suntik botox berbahaya dilakukan saat menyusui. Namun, sebaiknya Anda menahan diri untuk melakukannya. Pasalnya, sama seperti obat-obatan lainnya, botox bisa saja masuk ke dalam air susu ibu (ASI) dan terminum oleh bayi.

Spesialis kandungan dan kebidanan, dr. Hilda Hutcherson dari Columbia University Medical Center, menyatakan bahwa ketika Anda hamil pada usia muda, sebenarnya suntik botox tidaklah diperlukan. Pasalnya, kerutan biasanya muncul ketika Anda memasuki usia 30 tahun ke atas.

Itu pun tidak terlalu mengganggu dan tidak membutuhkan prosedur kecantikan yang satu ini. Oleh karena itu, Hutcherson menyarankan Anda untuk fokus dulu pada kehamilan yang sehat, bukan pada kerutan di wajah.

Efek samping suntik botox

gejala alergi olahraga ruam kulit

Suntik botox saat hamil cukup berisiko karena prosedur ini memiliki berbagai efek samping. Berbagai efek samping yang bisa dialami yaitu:

  • Menimbulkan reaksi alergi seperti ruam dan gatal
  • Sakit kepala
  • Sakit leher atau punggung
  • Otot kaku
  • Lemah otot di beberapa bagian tubuh
  • Kesulitan menelan
  • Sesak napas
  • Mual
  • Diare
  • Sakit perut
  • Hilang selera makan

Suntik botox saat hamil belum terbukti berbahaya. Akan tetapi, jika Anda melakukannya dan mengalami berbagai efek samping ini, kehamilan tentu akan terganggu. Misalnya ketika Anda kehilangan selera makan maka asupan nutrisi yang dibutuhkan janin untuk berkembang akan berkurang. Oleh sebab itu, selalu konsultasikan ke dokter sebelum Anda melakukan prosedur medis maupun kecantikan apa pun saat hamil.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 1, 2018 | Terakhir Diedit: November 27, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca