Bolehkah Pakai Sepatu High Heels Saat Hamil?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Sepatu high heels memang tidak bisa terpisahkan dari wanita. Hal ini mungkin berat dialami jika Anda sehari-hari terbiasa mengenakan sepatu heels untuk beraktivitas. Lalu, bolehkah wanita pakai high heels saat hamil?

Pada artikel ini, akan dibahas mengenai risiko memakai sepatu hak tinggi saat hamil. Ada banyak alasan mengapa Anda harus memberikan kaki Anda beristirahat selama kehamilan, karena kondisi kaki yang rileks akan berpengaruh baik terhadap tubuh dan kehamilan, begitupun sebaliknya.

Apa risiko yang mungkin terjadi jika pakai high heels saat hamil?

Ada beberapa risiko yang dihadapi wanita jika memakai high heels saat hamil, di antaranya adalah:

1. Kram pada betis kaki

Bila Anda memakai sepatu high heels dalam jangka waktu yang lama, otot betis Anda berada dalam posisi menunjang badan dengan saraf kaki yang menegang. Hal ini menyebabkan kram pada otot kaki dan tungkai, dan akan semakin buruk jika dipakai pada saat kehamilan.

2.  Sakit pada punggung

Sepatu hak tinggi dipakai dengan tujuan mengubah postur tubuh Anda. Otot-otot panggul Anda akan condong ke depan dan memberikan posisi tubuh yang tegak. Nah, sayangnya saat hamil berat badan Anda akan naik hampir dua kali lipat dari berat badan sebelumnya

Dengan memakai heels, Anda akan menempatkan tekanan yang lebih besar pada bagian panggul dan tulang belakang, karena Anda harus menyeimbangkan berat tubuh dan berat kehamilan pada tubuh bagi depan Anda. Hal ini menyebabkan nyeri di sekitar sendi dan ligamen punggung bawah dan daerah panggul.

3. Pembengkakan pada kaki

Sebuah kondisi medis yang dikenal sebagai edema atau bengkak di pergelangan kaki sangat umum terjadi selama kehamilan. Pakai high heels saat hamil akan menyebabkan bengkak pada kaki, terutama jika kehamilan sudah memasuki trimester akhir. Cairan tubuh akan lebih banyak terisi pada bagian bawah tubuh Anda, dan maka itu akan terjadi pembengkakan selama kehamilan.

4. Kurangnya keseimbangan

Pakai high heels saat hamil akan berpengaruh pada kekuatan di pergelangan kaki Anda yang cenderung berkurang karena kelebihan berat badan dan perubahan hormonal dalam tubuh. Ini adalah alasan mengapa ibu hamil memiliki keseimbangan yang rendah. Ketika Anda mengenakan sepatu hak tinggi, Anda akan berpotensi kehilangan keseimbangan dan terjatuh, yang akan menyebabkan cedera pada Anda dan janin.

Kesimpulannya

Selama kehamilan, Anda bereaksi lebih lambat untuk mengatisipasi situasi yang terjadi sebelum jatuh. Risiko semakin besar terjadi jika Anda pakai sepatu high heels saat hamil, terutama di sekitar trotoar, tangga, dan jalanan yang tidak beraspal.

Saat hamil, kaki Anda juga akan mengalami perubahan. Rata-rata, antara usia kehamilan menjelang 13 sampai 35 minggu, kaki Anda akan membengkak disebakan oleh cairan, lemak, dan berat badan. Pada saat yang sama, hormon relaksin akan menyebabkan jaringan lunak pada kaki menjadi kaku, sehingga tidak dapat menimbulkan kondisi yang rileks dan ini menjadi salah satu sumber sakit kaki pada wanita hamil.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Banyak ibu yang khawatir karena setelah sang buah hati lahir ke dunia, ASI tidak kunjung keluar dari payudara. Sebenarnya, apa penyebab kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Menyusui 05/06/2020 . 10 menit baca

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Merokok saat hamil adalah ancaman nomor satu untuk kesejahteraan anak. Ada hubungan antara ibu perokok dan anak berbibir sumbing. Masih kurang seram?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . 5 menit baca

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 menit baca
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 menit baca
tanda istri hamil

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 6 menit baca