Sebelum Ibu Hamil Ikut Boot Camp, Penuhi Syarat Ini Dulu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum.

Olahraga penting untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan juga bayinya. Olahraga teratur dapat mengurangi keparahan morning sickness, mengatasi sakit punggung dan pegal-pegal, hingga membantu melancarkan persalinan. Ibu hamil yang rajin olahraga bahkan dipercaya dapat melahirkan anak yang cerdas nantinya. Bila bosan dengan jenis olahraga yang itu-itu saja, ibu hamil ternyata boleh, lho, mengikuti olahraga boot camp! Akan tetapi, baca dulu syarat boot camp untuk ibu hamil di bawah ini agar kehamilan Anda tetap terjamin aman.

Apa yang dilakukan selama ikut boot camp?

Boot camp adalah program olahraga intensif yang dirancang khusus untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan tubuh, di bawah pengawasan seorang (atau lebih) instruktur atau personal trainer dari pusat kebugaran. Program boot camp diatur sedemikian rupa untuk membantu orang-orang melewati zona nyaman mereka dan membangun rutinitas olahraga yang teratur.

Adapun jenis latihan yang dimasukkan dalam program boot camp bisa bervariasi. Bisa meliputi lari, loncat, naik turun tangga, lompat tali, push up, pull up, sit up, naik turun bukit, senam, hingga yoga dan pilates. Beberapa tempat latihan boot camp bahkan bisa menyertakan jenis olahraga yang lebih berat, seperti memanjat, angkat beban, hingga tarik tambang.

Intinya, latihan boot camp adalah latihan interval —”paket” macam-macam olahraga yang dilakukan dengan bergantian tingkat kecepatan dan intensitasnya, dari ringan ke sedang ke tinggi, yang dilakukan dalam waktu singkat (umumnya satu jam setiap satu sesi). Boot camp umumnya dilakukan secara berkelompok, meski juga bisa sendirian.

Boot camp untuk ibu hamil sah-sah saja

Boot camp adalah program olahraga yang cukup intens, maka sebenarnya tidak semua orang bisa dan boleh mengikuti olahraga boot camp begitu saja tanpa persiapan apapun. Apalagi bila kondisi fisiknya sedang tidak prima. Akan tetapi, menurut Erica Kroenenberg, seorang instruktur olahraga khusus ibu hamil dalam laman Self, boot camp untuk ibu hamil boleh saja. 

Lanjut Kroenenberg, beberapa jenis latihan dalam program boot camp justru bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran ibu hamil. Latihan plank, misalnya, dinilai bagus dan paling aman untuk dilakukan ibu hamil karena bisa membantu memperkuat otot inti dan punggung bawah. Pada akhirnya, hal ini dapat membantu mengurangi nyeri punggung saat hamil dan melancarkan persalinan karena pusat gravitasi janin akan ikut terdorong ke depan.

Baca syarat ini dulu sebelum ikut boot camp untuk ibu hamil

Aktivitas fisik yang terlalu intens dan dilakukan dengan cepat berisiko tinggi menyebabkan ibu hamil terjatuh. Pasalnya, pusat gravitasi tubuh Anda akan berubah saat hamil sehingga membuat keseimbangan tubuh Anda rentan goyah.

Maka, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter kandungan Anda dan dapatkan persetujuannya sebelum mendaftarkan diri di program boot camp terdekat. Terlebih jika sebelum hamil pun Anda tidak pernah mencoba boot camp atau melakukan latihan interval sejenis.

Yang terpenting adalah Anda harus sangat mengenali seluk-beluk tubuh sendiri dan memahami sampai batas mana kemampuan fisik Anda saat ini. Beri tahu instruktur atau personal trainer kalau Anda sedang hamil dan saat mengalami kesulitan pada sesi-sesi tertentu. Setelah itu, instruktur akan menyesuaikan programnya dengan kondisi Anda dan memberikan teknik latihan yang tepat.

Anda wajib menjaga detak jantung dan napas agar tetap stabil.  Selalu penuhi kebutuhan cairan Anda sebelum, saat, dan sesudah berolahraga agar terhindari dari dehidrasi. Segera hentikan latihan ketika Anda mulai merasa lelah; sampai tidak bisa bercakap-cakap karena napas terlalu ngos-ngosan; dan jangan memaksa melakukan gerakan-gerakan yang tidak mampu Anda ikuti.

Hamil tua tidak boleh ikut boot camp

Boot camp tidak disarankan mulai usia kehamilan 20 minggu. Sebab aktivitas fisik yang terlalu kuat dapat membuat perut tidak nyaman seiring dengan pertumbuhan janin. Selain itu, otot tendon Anda akan semakin fleksibel karena peningkatan hormon relaksin, yaitu hormon yang meningkatkan risiko penggumpalan dan keseleo.

Semakin mendekati persalinan, seluruh persendian tubuh mulai melonggar sebagai efek persiapan melahirkan. Oleh karena itu, Anda perlu menghindari melakukan gerakan-gerakan yang merenggangkan otot terlalu berlebihan agar tidak memicu kekakuan otot dan ligamen.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca