Ibu Hamil yang Rajin Berolahraga Melahirkan Bayi Cerdas

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13/02/2020
Bagikan sekarang

Salah satu hal paling menyenangkan mengenai kehamilan adalah momen ini menawarkan banyak alasan untuk memanjakan diri — melahap porsi cake sedikit lebih banyak dari biasanya (maklum, ngidam) dan lebih banyak tidur siang. Namun, sejumlah penelitian kini membalikkan pola pikir itu dengan menunjukkan bahwa rajin berolahraga saat hamil dapat membantu mengembangkan janin yang sehat dalam berbagai aspek.

Olahraga merupakan bagian penting dari kehamilan sehat sehingga bahkan American College of Obstetrician and Gynecologists, dilansir dari Baby Center, menyarankan ibu hamil setidaknya melakukan 20-30 menit olahraga ringan hingga sedang (hampir) setiap hari dalam seminggu — selama dokter Anda tidak mencoret olahraga atau membatasi aktivitas fisik Anda atas alasan kondisi medis maupun komplikasi.

Berikut adalah empat alasan mengapa berolahraga saat hamil memberikan manfaat bagi kesehatan janin Anda.

Manfaat berolahraga saat hamil

1. Meningkatkan asupan nutrisi untuk perkembangan janin

Studi menunjukkan bahwa ibu hamil yang rutin berolahraga dari akhir trimester pertama hingga trimester dua mengalami pertumbuhan plasenta yang lebih cepat ketimbang ibu yang tidak olahraga.

Plasenta yang tumbuh lebih cepat akan memiliki luas permukaan yang lebih besar dan 15 persen lebih banyak pembuluh darah. Ini dapat memberikan bayi lebih banyak asupan nutrisi dan kalori dari ukuran plasenta normal.

Peningkatan ukuran plasenta pada akhirnya juga mendorong optimalisasi fungsi dan kapasitasnyadi akhir kehamilan. Salah satunya menghindari komplikasi preeklampsia (terjadi ketika plasenta tidak berkembang baik) maupun insufisiensi plasenta.

Insufisiensi plasenta adalah kondisi ketika plasenta gagal bekerja optimal sehingga mengakibatkan bayi lahir dengan ukuran kecil. Komplikasi ini ebih mungkin terjadi pada wanita yang merokok dan/atau memiliki kondisi kronis, seperti diabetes atau penyakit ginjal.

2. Melahirkan bayi yang sehat dan ramping (BMI rendah)

Bayi yang lahir dari ibu yang rajin berolahraga cenderung memiliki berat badan ideal. Mereka memiliki berat yang 150-200 gram lebih ringan dan bentuk tubuhnya juga lebih ramping.

Studi menemukan bahwa pengurangan berat ini tidak berpengaruh pada panjang tulang dan pertumbuhan kepala. Pertumbuhan bayi secara keseluruhan dan asupan nutrisi dari ibu ke janin juga tidak terpengaruh.

Ukuran rata-rata bayi yang lahir dari ibu yang berolahraga hanya lebih sedikit dari 3 kilogram. Di saat yang bersamaan, ibu hamil yang berolahraga memiliki peluang lebih tipis untuk melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (kurang dari 2,5 kg).

Secara umum, bayi yang lahir dengan berat mendekati ujung terbawah dari kisaran berat badan normal dianggap sehat dan lebih kebal terhadap risiko diabetes serta obesitas. Bayi memiliki sensitivitas insulin yang lebih baik bahkan setelah mereka dewasa.

3. Membantu bayi mengembangkan jantung yang sehat

Dilansir dari Time, tim peneliti asal Jerman dan Amerika Serikat melaporkan bahwa bayi yang lahir dari ibu yang rajin berolahraga saat hamil memiliki pembuluh darah yang lebih sehat dewasa nanti.

Peneliti menemukan bahwa semakin rajin ibu olahraga, akan semakin rendah denyut jantung janin dan semakin tinggi variabilitas detak jantungnya.

Denyut jantung rendah menandakan bahwa jantung bayi dalam keadaan sehat, seperti orang dewasa yang telah olahraga rutin.

Tingkat variabilitas jantung juga merupakan indikasi kesehatan jantung, dan berhubungan dengan kesehatan tubuh yang lebih baik. Variabilitas detak jantung tinggi menandakan jantung mereka bekerja lebih efisien untuk memompa darah. Kondisi ini umum ditemukan pada orang-orang dewasa yang rutin berolahraga. Sebaliknya, orang yang memiliki variabilitas rendah mungkin merupakan pasien penyakit jantung atau mereka yang tidak aktif secara fisik.

Efek ini berasal dari perubahan signifikan dalam otot polos pembuluh darah dinding dalam arteri, yang sangat penting untuk kesehatan jantung.

4. Meningkatkan kemampuan otak bayi

Para ilmuwan di University of Monstreal, dilansir dari Today, menemukan bahwa wanita hamil yang rutin berolahraga melahirkan bayi yang memiliki aktivitas otak yang lebih aktif, delapan sampai 12 hari setelah kelahiran, daripada bayi dari ibu yang tidak berolahraga.

Sementara bayi tidur, ilmuwan memantau bagaimana otak mereka merespon suara baru dan akrab. Bayi-bayi yang ibunya rajin berolahraga saat hamil lebih lebih mampu memproses suara yang diulang, merespons dengan lebih efisien — dan dengan cara yang lebih canggih — dari kelompok bayi lainnya. Hasil ini menunjukkan tingkat kematangan fungsi otak yang tidak dimiliki oleh bayi dari ibu yang tidak berolahraga saat hamil

Ibu yang bugar akan melahirkan anak yang lebih ramping, kuat, sehat, dan bahkan lebih cerdas, yang mungkin juga memiliki kemampuan motorik dan kapasitas jantung yang lebih baik, serta penurunan risiko dramatis terhadap perkembangan diabetes, obesitas, dan masalah kesehatan lainnya yang umum dihadapi oleh orang dewasa.

Kabar baiknya adalah, aktivitas fisik ringan hingga sedang — jalan kaki santai selama 15-30 menit, 3 kali seminggu — tampak memiliki dampak positif, bahkan setelah bayi lahir.

Di atas semua itu, ibu yang aktif menunjukkan citra tubuh yang sehat dan panutan positif untuk ditiru oleh anak-anaknya.

BACA JUGA:

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Obesitas pada Anak Berisiko Terhadap Depresi dan Stres Saat Dewasa

    Selain berbahaya untuk kesehatan fisik, dampak obesitas ternyata cukup berpengaruh bagi kesehatan mental anak. Apa saja masalah psikologis yang muncul?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi

    Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

    Diabetesi termasuk golongan yang rentan terjangkit virus COVID-19. Selain lakukan upaya pencegahan, jaga juga kadar gula darah di rumah dengan tips berikut.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Coronavirus, COVID-19 30/04/2020

    Panduan Memilih dan Menggunakan Birth Ball untuk Ibu Hamil

    Ibu hamil kerap menggunakan birth ball karena dapat membuatnya merasa nyaman. Namun, bagaimana cara memilih dan menggunakan birth ball yang tepat?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila

    Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

    Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
    obat maag ibu hamil

    Pilihan Obat Maag yang Aman untuk Ibu Hamil

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020
    diet rendah karbohidrat mencegah penuaan otak

    Diet Rendah Karbohidrat Bisa Memperlambat Penuaan pada Otak

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020
    makanan sahur untuk ibu hamil

    6 Makanan Kaya Gizi yang Harus Ibu Hamil Penuhi Saat Sahur

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020