Hati-Hati, Banjir Bisa Berdampak Buruk Terhadap Kesehatan Ibu Hamil

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Hampir sebagian besar wilayah Indonesia termasuk Jakarta dan sekitarnya belakangan diguyur hujan lebat. Bahkan, hujan yang mengguyur sepanjang malam pergantian tahun membuat banjir tak lagi terbendung. Kiriman air bah ini dapat menimbulkan berbagai masalah, salah satunya kesehatan ibu hamil. Lantas, apa saja dampak banjir yang memengaruhi kesehatan ibu hamil?

Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui jawabannya.

Dampak banjir terhadap kesehatan ibu hamil

penyakit selama musim banjir

Ada beragam dampak banjir terhadap kesehatan ibu hamil. Parah atau tidaknya dampak yang diberikan tergantung pada kondisi sang ibu pada saat kejadian.

Secara umum, tenggelam akibat terbawa arus menjadi salah satu hal yang paling sering terjadi saat banjir yang dapat menyebabkan kematian. 

Selain tenggelam, ada beberapa efek dari banjir yang dapat membahayakan nyawa, seperti:

  • Keracunan monoksida
  • Sengatan listrik
  • Kebakaran
  • Serangan jantung
  • Trauma dan cedera fisik

Imbas dari banjir ini tentu dapat dialami oleh siapapun salah satunya ibu hamil. Terlebih lagi, ibu hamil lebih berisiko mengalami masalah kesehatan yang bisa memengaruhi tubuh dan janin yang dikandungnya. 

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa dampak banjir yang dapat memengaruhi kesehatan ibu hamil yang perlu diwaspadai:

1. Stres

tanda preeklampsia ibu hamil gejala preeklampsia

Stres jadi salah satu dampak banjir yang dapat memengaruhi kesehatan ibu hamil yang tak bisa disepelekan.

Menurut penelitian dari jurnal Disasters, para ibu hamil yang terkena banjir menunjukkan stres yang cukup tinggi.

Akibatnya, kondisi tersebut membuat tubuh sang ibu menjadi tidak sehat yang berujung pada beberapa kondisi, yaitu:

  • Kelahiran prematur
  • Berat bayi lahir rendah
  • Berisiko mengalami masalah perilaku dan kejiwaan saat besar

Sebenarnya, stres saat hamil termasuk kondisi yang normal. Namun, ketika stres tersebut terlalu sering muncul dan dipicu oleh lingkungan yang buruk seperti banjir, hal ini tentu dapat membahayakan.

Proses evakuasi yang sulit dan pengungsian yang penuh sesak rentan membuat ibu hamil mengalami stres berlebih.

2. Lebih rentan terpapar jamur

efek tekanan darah tinggi pada ibu hamil

Selain stres, dampak banjir yang dapat memengaruhi kesehatan ibu hamil lainnya adalah terpapar jamur

Menurut CDC, banjir termasuk bencana alam yang dapat mempercepat pertumbuhan jamur. Hal ini disebabkan oleh tingkat kelembapan yang tinggi dan genangan air di sekitar rumah Anda sehingga jamur tumbuh lebih cepat. 

Bagi beberapa orang, jamur dapat memicu masalah kesehatan tertentu, seperti asma dan reaksi alergi lainnya. Hal ini juga bisa terjadi pada ibu hamil jika ia sedang tidak dalam kondisi baik.

Tak hanya dari genangan air, jamur juga bisa hinggap di makanan saat banjir melanda. Dilansir dari laman Mother to Baby, makan makanan yang berjamur berisiko tinggi menyebabkan cacat lahir.

Selain itu, makanan yang berjamur juga bisa membuat ibu rentan keguguran, bayi lahir mati, hingga kondisi fisik bayi yang lemah. 

Namun, penelitian ini baru dilakukan pada hewan-hewan ternak, seperti babi dan sapi. Belum ada penelitian yang benar-benar membuktikan dampak paparan jamur terhadap kesehatan ibu hamil akibat banjir. 

Walaupun demikian, tidak ada salahnya untuk memperhatikan kebersihan makanan yang dikonsumsi untuk mencegah hal terburuk. 

3. Leptospirosis

mencegah bayi lahir cacat

Selain stres, dampak lain dari banjir yang juga bisa memengaruhi kesehatan ibu hamil yaitu leptospirosis. 

Leptospirosis merupakan infeksi yang diakibatkan oleh bakteri Leptospira interrogans. Bakteri yang ada pada urine, darah, atau jaringan hewan pengerat ini ternyata bisa menginfeksi manusia. 

Hal ini dapat terjadi bila Anda melakukan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi. Selain itu, infeksi juga dapat menyebar melalui sentuhan tanah basah, air, atau tanaman yang terkontaminasi. 

Pada saat banjir terjadi, urine hewan di tanah atau permukaan lainnya dapat mengalir ke air banjir. Akibatnya, air tersebut tercemar dan dapat membuat sumber air lainnya terkontaminasi. 

Ibu hamil yang kebetulan minum air yang tercemar tersebut berisiko tinggi terkena leptospirosis.

Tidak hanya itu, terendam atau mandi dalam air banjir pun dapat membuat Anda terkontaminasi penyakit ini, terutama ketika mempunyai luka terbuka atau goresan di tubuh. 

Penyakit ini bisa menyebabkan berbagai komplikasi kehamilan seperti keguguran, kelahiran prematur, dan cacat lahir.

Banjir memang punya dampak besar yang dapat memengaruhi kesehatan ibu hamil, termasuk kesehatan fisik dan jiwa.

Oleh karena itu, diperlukan perhatian lebih untuk menyediakan fasilitas darurat bagi para ibu hamil yang menjadi korban banjir.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 3, 2020 | Terakhir Diedit: Januari 2, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca