home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Perawatan yang Perlu Dilakukan Setelah Menjalani Kemoterapi

Perawatan yang Perlu Dilakukan Setelah Menjalani Kemoterapi

Pengobatan kemoterapi bisa menimbulkan berbagai efek samping. Tidak jarang, efek samping ini cukup mengganggu dan banyak perubahan yang terjadi pada tubuh Anda. Untuk mengatasinya, Anda membutuhkan perawatan khusus setelah kemoterapi. Apa saja bentuk perawatan tersebut?

Berbagai perawatan untuk mengatasi efek samping setelah kemoterapi

Efek samping memang kerap muncul saat dan setelah Anda menjalani kemoterapi untuk mengobati kanker. Ini termasuk kelelahan, mual dan muntah, diare, sembelit, rambut rontok, perubahan pada kulit, nafsu makan berkurang, mulut kering, sariawan, sulit tidur, hingga masalah pada kesuburan dan seksualitas.

Untuk membantu mengatasinya, Anda membutuhkan perawatan tambahan setelah menjalani pengobatan kanker tersebut. Perawatan tambahan ini termasuk menerapkan pola hidup sehat serta langkah-langkah efektif lainnya. Berikut adalah berbagai perawatan setelah kemoterapi yang perlu Anda terapkan:

1. Penuhi nutrisi untuk tubuh

Mual dan muntah memang kerap muncul setelah penderita kanker menjalani kemoterapi. Kondisi ini bisa membuat Anda tak bertenaga, kelelahan, hingga mengalami penurunan berat badan. Oleh karena itu, Anda tetap perlu berupaya memenuhi nutrisi agar tubuh tetap bugar, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup Anda.

Untuk memenuhinya, Anda perlu mengonsumsi beragam makanan untuk pasien kemoterapi, yang mengandung gizi lengkap. Setidaknya makanlah 2,5 porsi cangkir buah dan sayuran setiap hari. Tidak lupa untuk tetap mengonsumsi makanan mengandung protein dan kalori guna menambah tenaga. Namun, pilihlah protein untuk penderita kanker yang rendah lemak, seperti ikan, telur, atau kacang-kacangan.

Ini memang sulit dilakukan. Apalagi, nafsu makan Anda cenderung berkurang. Untuk mengatasinya, Anda bisa makan dengan porsi sedikit, tetapi sering. Hindari pula makanan dengan bau menyengat, pedas, dan yang digoreng, agar tidak membuat Anda tambah mual.

2. Cukupi kebutuhan air putih

flourida atau flouride dalam air minum kemasan

Tak hanya makanan, Anda pun perlu mencukupi kebutuhan air putih sebagai langkah perawatan setelah kemoterapi lainnya. Minumlah air putih setidaknya 6-8 gelas sehari. Hal ini dapat membantu mengatasi masalah sembelit dan mulut kering, atau untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat diare.

Selain air putih, Anda juga bisa mencoba minuman sehat lainnya, seperti teh atau air jahe untuk kanker, yang mungkin bisa membantu mengatasi rasa mual. Namun, Anda pun perlu mengurangi konsumsi minuman beralkohol dan kafein yang bisa memperparah kondisi Anda.

3. Beristirahat dan tidur yang cukup

Efek samping setelah kemoterapi seringkali menyebabkan Anda kesulitan tidur atau insomnia, sehingga tubuh Anda menjadi tidak bugar. Padahal, Anda membutuhkan tubuh yang sehat dan bugar yang bisa membantu masa pemulihan. Oleh karena itu, beristirahat dan tidur cukup bisa menjadi salah satu bentuk perawatan setelah kemoterapi yang perlu Anda lakukan.

Agar mendapat tidur yang cukup dan berkualitas, Anda perlu menghindari konsumsi kafein setidaknya 8 jam sebelum waktu tidur serta screen time pada 1-2 jam sebelum tidur. Terapkan pula jam tidur yang teratur, serta buat ruangan kamar Anda senyaman mungkin. Bila perlu, tanyakan pada dokter, apakah Anda perlu mengonsumsi obat atau cara tertentu untuk membantu mengatasinya.

4. Jaga kebersihan mulut

Kemoterapi dapat menyebabkan mulut kering dan sariawan pada penderitanya. Dilansir dari MedlinePlus, kondisi ini bisa meningkatkan bakteri di mulut. Adapun bakteri tersebut bisa menimbulkan infeksi di mulut, yang mungkin bisa menyebar ke bagian lain dari tubuh.

Oleh karena itu, Anda perlu menjaga kebersihan mulut untuk menghindari berbagai masalah tersebut. Anda perlu menggosok gigi 2-3 kali dalam sehari selama 2-3 menit. Gunakan pasta gigi berflouride dan sikat gigi dengan bulu yang lembut. Bila perlu, tanyakan pada dokter untuk mengatasi masalah mulut Anda dengan tepat.

5. Rajin cuci tangan

Penderita kanker rentan mengalami infeksi karena obat kemoterapi menyebabkan produksi sel darah putih berkurang. Adapun sel darah putih berfungsi melawan bakteri yang menjadi penyebab infeksi. Oleh karena itu, salah satu langkah perawatan setelah kemoterapi yang perlu dilakukan adalah rajin cuci tangan untuk membunuh bakteri yang bersarang di tangan Anda.

Selain rajin cuci tangan, Anda pun perlu memastikan makanan dan minuman yang Anda konsumsi bersih dan tidak terkontaminasi bakteri. Hindari pula makanan yang mentah atau belum cukup matang. Pastikan juga rumah Anda bersih dan selalu pakai masker saat bertemu orang lain atau sedang berada di kerumunan.

6. Jaga kesehatan kulit

sinar uv penuaan kulit

Perubahan pada kulit, seperti kemerahan, bersisik, mengelupas, atau jerawat, yang terasa gatal seringkali muncul pada penderita kanker. Kulit pun mungkin akan menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari. Oleh karena itu, Anda perlu menjaga kesehatan kulit serta melindungi kulit dari sinar matahari sebagai langkah perawatan setelah kemoterapi lainnya.

Pastikan kulit Anda tetap bersih dan tidak kering. Anda bisa menggunakan pelembap setelah habis mandi dan tidak lupa sunscreen, terutama jika ingin keluar rumah. Pada kulit yang mengalami iritasi, bersihkan dengan sabun yang ringan serta jangan garuk dan tidak menggunakan produk kulit apapun, kecuali yang diberikan dan disarankan oleh dokter.

7. Jaga kesehatan rambut

Anda mungkin sudah sering mendengar jika kemoterapi bisa menyebabkan kerontokan yang ekstrem pada rambut. Bahkan, tak jarang, kerontokan ini bisa menimbulkan kebotakan pada penderita kanker. Namun jangan khawatir, sebagian besar kasus kerontokan rambut akibat kanker hanya bersifat sementara dan bisa tumbuh kembali meski mungkin akan terlihat berbeda.

Nah, agar rambut tetap sehat, sebaiknya Anda tidak sering keramas. Cuci kulit kepala Anda dengan air hangat dan dengan sampo yang ringan, seperti sampo bayi. Hindari menggosok, menggaruk, menyisir, atau mengeringkan rambut dengan terlalu kencang. Lindungi pula rambut Anda dari sumber panas, seperti alat pengering rambut dan sinar matahari.

8. Kendalikan stres

Selain pada fisik, perawatan pada mental Anda juga penting setelah menjalani pengobatan kemoterapi. Stres, depresi, dan kecemasan yang kerap terjadi pada pasien kemoterapi dapat menurunkan kualitas hidupnya. Oleh karena itu, Anda perlu berupaya mengurangi stres untuk dapat memiliki kualitas hidup yang baik pascakemoterapi.

Ada banyak yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi stres. Ini termasuk meditasi, olahraga untuk kanker, bertemu dengan teman dan keluarga, menjalankan hobi, hingga konseling ke psikolog atau psikiater. Namun, sebaiknya pastikan dulu ke dokter apakah cara untuk mengurangi stres tersebut boleh dan aman dilakukan, sesuai dengan kondisi Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

After chemotherapy – discharge: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Medlineplus.gov. (2021). Retrieved 11 June 2021, from https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000012.htm.

Caring for your body as a cancer survivor. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 11 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cancer/in-depth/cancer-survivor/art-20044015.

Chemotherapy: What can be done about side effects?. University of Iowa Hospitals & Clinics. (2021). Retrieved 11 June 2021, from https://uihc.org/health-topics/chemotherapy-what-can-be-done-about-side-effects.

Managing Cancer Treatment Side Effects. Cleveland Clinic. (2021). Retrieved 11 June 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/10257-managing-cancer-treatment-side-effects.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 30/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x