Bolehkah Olahraga Ketika Tekanan Darah Sedang Melonjak Naik?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Berolahraga tidak hanya menyenangkan bagi sebagian orang, tapi juga menyimpan segudang manfaat untuk kesehatan. Sayangnya, bagi Anda pengidap hipertensi, tekanan darah naik bisa jadi hambatan untuk berolahraga. Banyak yang takut jika olahraga saat tekanan darah sedang tinggi. Lantas, sebenarnya amankah olahraga saat tekanan darah tinggi? Berikut penjelasannya.

Apakah boleh olahraga saat tekanan darah tinggi?

Olahraga merupakan aktivitas yang dapat menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dan tekanan darah naik. Kondisi ini termasuk normal karena otot yang aktif bergerak akan menuntut jantung bekerja lebih keras dan tekanan darah meningkat. Proses ini disebut dengan autoregulasi.

Lalu, apakah aman berolahraga saat tekanan darah naik? Jawabannya, jenis gerakan dan porsi olahraga yang tepat masih aman dilakukan ketika tekanan darah Anda naik. Kenyataannya, olahraga justru dapat membantu menstabilkan, bahkan menurunkan tekanan darah Anda dalam jangka panjang. Bagaimana bisa?

Dilansir dari Mayo Clinic, rutin berolahraga bisa menurunkan tekanan darah sebanyak 4 hingga 9 mmHg. Kegiatan fisik dapat membantu jantung memompa darah dengan lancar. Dengan demikian, tenaga yang dikeluarkan oleh pembuluh arteri akan berkurang, dan tekanan darah pun turun.

Sebaliknya, jika tubuh kurang gerak justru dapat memperburuk kondisi kesehatan Anda. Kemungkinan Anda terkena masalah kesehatan seperti serangan jantung dan stroke lebih besar apabila Anda jarang berolahraga.

Sesuaikan juga dengan kondisi tubuh

Meski baik dilakukan, perlu diketahui bahwa tidak semua jenis olahraga aman untuk Anda yang mengalami kenaikkan tekanan darah. Oleh karena itu, sebelum mulai berolahraga saat tekanan darah naik, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter.

Apabila kenaikan tekanan darah masih berkisar pada batas wajar, dokter akan menyarankan Anda melakukan aktivitas fisik yang tidak terlalu berat. Namun, tekanan darah yang mencapai angka 200/110 mmHg ke atas perlu diwaspadai dan sebaiknya Anda tidak melakukan olahraga jenis apapun.

Selain itu, Anda juga harus segera berhenti berolahraga apabila napas Anda terlalu pendek, jantung berdetak lebih cepat dari seharusnya, merasa pusing, sakit dada, atau nyeri di bagian leher, lengan, rahang, dan bahu.

Tips berolahraga ketika tekanan darah sedang tinggi

Pastikan Anda melakukan olahraga yang aman, tidak berlebihan, dan sesuai dengan kondisi tubuh Anda, terutama jika Anda mengalami kenaikan tekanan darah. Berikut adalah beberapa tips olahraga saat tekanan darah tinggi:

Pilih jenis olahraga tertentu

Jenis olahraga dan intensitasnya memiliki efek yang berbeda-beda pada tubuh Anda. Apabila tekanan darah Anda sedang naik, sebaiknya Anda berfokus pada aktivitas yang bermanfaat untuk jantung dan pembuluh darah.

Olahraga yang direkomendasikan untuk Anda yang mengalami kenaikan tekanan darah adalah kardiovaskular dan aerobik. Selain membantu menurunkan tekanan darah, olahraga jenis tersebut juga dapat memperkuat jantung Anda.

Contoh gerakan yang bisa Anda lakukan adalah:

  • Berjalan
  • Jogging
  • Lompat tali
  • Tenis
  • Bersepeda
  • Berenang
  • Mendayung
  • Senam aerobik

Hindari aktivitas fisik yang terlalu berat, seperti latihan angkat beban dan lari sprint supaya tekanan darah Anda tidak meningkat secara tiba-tiba dan memengaruhi jantung Anda. Olahraga ekstrem seperti scuba diving dan skydiving juga sebaiknya dihindari ketika tekanan darah Anda naik.

Atur waktu berolahraga

Pastikan Anda meluangkan waktu setidaknya 30 menit sehari untuk berolahraga. Anda bisa mulai dengan gerakan-gerakan ringan seperti berjalan atau jogging.

Jika tubuh telah terbiasa dan rata-rata tekanan darah Anda menurun setelah rutin berolahraga, Anda dapat meningkatkan waktu dan intensitasnya.

Tetapi ingat, jangan memaksakan diri untuk berolahraga terlalu lama dan selalu sesuaikan dengan kemampuan tubuh Anda. Lebih baik berolahraga sebentar dibanding tidak menggerakkan tubuh sama sekali.

Selain itu, hindari berolahraga di malam hari, terutama mendekati waktu tidur Anda. Beraktivitas fisik sebelum tidur dapat memengaruhi kualitas tidur Anda, dan waktu tidur yang kurang dapat memperburuk tekanan darah Anda.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Tanda Saatnya Anda Periksa ke Dokter Mata

Menurut Dr. Penn Moody, pendiri Moody Eyes, terdapat 4 langkah mudah untuk membatu Anda beradaptasi dalam menggunakan kacamata, yaitu:

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kesehatan Mata, Perawatan Mata 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Selain Mempercantik Kamar, 7 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Tidur Nyenyak

Beberapa jenis tanaman untuk kamar membawa efek menenangkan dan mampu membersihkan udara dari polusi, bau, dan jamur. Apa saja jenisnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Ciri-ciri Infeksi Jamur (Oral Thrush) di Mulut Anda

Infeksi jamur di mulut biasa disebut juga oral thrush atau kandidiasis. Simak penyebab, tanda dan gejala, serta cara pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gigi dan Mulut 2 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit

Benarkah Tidak Boleh Minum Susu Saat Pilek Atau Batuk?

Banyak yang melarang anak-anak untuk minum susu saat pilek atau batuk karena takut bisa memperparah gejalanya. Benarkah itu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan, Informasi Kesehatan 2 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hubungan intim di malam hari

3 Manfaat Berhubungan Seks Sebelum Tidur di Malam Hari

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
vaksin rabies

Cegah Bahaya Rabies dengan Vaksin, Kapan Harus Melakukannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
manfaat kopi untuk asma

Fakta Di Balik Manfaat Kopi untuk Pengidap Asma

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
mengatasi bau urin menyengat

Mencium Bau Cat Basah Bisa Bikin Anda Jatuh Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit