Ternyata Begini Cara Menyimpan Kacang Almond Agar Awet dan Tahan Lama

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Bagi Anda yang sedang diet untuk menjaga berat badan, kacang almond bisa menjadi camilan yang tepat untuk Anda. Pasalnya, jenis kacang yang satu ini kaya nutrisi dan serat yang bisa membuat Anda kenyang lebih lama. Agar khasiat tersebut tetap terjaga, Anda harus pintar-pintar menyimpan kacang almond agar tak lekas bau tengik atau berjamur. Lantas, bagaimana caranya? Simak penjelasannya berikut ini.

Kenapa kacang almond harus disimpan dengan benar?

kacang almond

Kacang almond mengandung tinggi asam lemak omega-3 dan lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk menjaga kesehatan jantung. Namun, kandungan lemak baik almond bisa berkurang kalau Anda meletakkannya di suhu kamar yang banyak terpapar oksigen.

Lama-lama, kondisi ini dapat memicu bau tengik dan membuat rasa almond menjadi pahit dan tidak enak. Kacang almond yang busuk memang tidak beracun, hanya saja kandungan lemaknya tak lagi bermanfaat. Anda tentu tak ingin makan kacang busuk, bukan?

Dilansir dari Verywell, almond adalah salah satu jenis kacang yang rentan terkontaminasi oleh Salmonella. Salmonella adalah bakteri yang dapat menyebabkan gejala penyakit terkait dengan makanan seperti sakit perut, muntah, diare, dan demam.

Anda mungkin berpikir bahwa Salmonella lebih umum ditemukan pada telur mentah atau ayam mentah. Nyatanya, kacang yang satu ini dapat menjadi perantara penularan Salmonella di Amerika Serikat pada tahun 2000 dan 2004.

Akibatnya, kacang almond kini tidak dianjurkan untuk dimakan mentah-mentah, tetapi sebaiknya dipanggang, dikukus, atau diproses dengan cara lainnya. Jangan khawatir, tidak ada satu pun proses pengolahan yang dapat mengurangi kebaikan gizi kacang almond.

Bagaimana cara menyimpan kacang almond supaya tahan lama?

kacang almond

Kacang almond dapat bertahan lebih lama daripada jenis kacang lainnya. Pasalnya, kacang yang satu ini mengandung beberapa antioksidan fitokimia yang dapat melindunginya dari pertumbuhan jamur.

Nah, berikut ini adalah cara menyimpan kacang almond yang tepat supaya tahan lama.

  1. Simpan almond dalam wadah kedap udara seperti wadah plastik, kantong plastik, atau kantong vakum bersegel. Tujuannya adalah untuk mengurangi paparan oksigen pada kacang sehingga menghambat pertumbuhan bakteri pemicu jamur dan bau tengik. Selain itu, cara ini juga dapat mencegah almond menyerap bau dari makanan lain.
  2. Simpan almond dalam lingkungan gelap, sejuk, dan tingkat kelembapannya rendah seperti kulkas. Atur suhu kulkas hingga 4 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan relatif kurang dari 65 persen agar almond tetap segar dan tahan lama.
  3. Bekukan almond di freezer supaya waktu penyimpanannya bertahan hingga empat tahun. Namun, jangan lupa untuk membungkusnya terlebih dahulu dengan wadah plastik atau kantong vakum bersegel untuk mencegah terbentuknya kristal es.

Menurut California Almond Board, masa penyimpanan almond tergantung pada produk olahan almond itu sendiri. Nah, berikut ini adalah cara menyimpan kacang almond sesuai jenis produknya.

  • Almond mentah: tahan hingga dua tahun jika disimpan di kulkas atau freezer.
  • Almond panggang: tahan hingga satu tahun jika disimpan dalam wadah kedap udara yang diletakkan di kulkas atau freezer.
  • Pasta almond (almond paste): tahan hingga 1 sampai 1,5 tahun jika disimpan di dalam kulkas atau freezer.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Perawatan Paliatif Sebagai Pengobatan Penyakit Kanker

Perawatan paliatif adalah perawatan suportif yang umumnya dijalani pasien kanker. Namun, seperti apa sih perawatan ini? Pelajari selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker 18 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Cara untuk Mengurangi Mata Minus (Rabun Jauh)

Bagi Anda yang memiliki mata minus, pasti ingin lepas dari ketergantunga kacamata atau lensa. Lalu apakah mungkin mengurangi mata minus? Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 17 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Infeksi Saluran Kencing Pada Wanita: Gejala Hingga Pengobatan

Infeksi saluran kencing dapat terjadi pada wanita. Bagaimana cara mencegah dan mengobati salah satu penyakit pada sistem urologi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Urologi, Urologi Lainnya 16 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Anda Sering Jatuh? Ini Kondisi Medis yang Bisa Jadi Penyebabnya

Jika Anda sering jatuh dan merasa keseimbangan tubuh kurang baik, maka hal ini menandakan Anda mengalami kondisi medis tertentu. Apa saja?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pakai lensa kontak alergi mata

Alergi Softlens: Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit
mencium spidol

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit
multivitamin gummy dewasa

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
yang harus diketahui sebelum melakukan pemeriksaan MRI

Yang Harus Anda Tahu Sebelum Menjalani Pemeriksaan MRI

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 3 menit