Cara Menghindari Paparan Bakteri Salmonella dari Makanan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 16 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Banyak orang mengalami diare atau sakit perut karena salah mengonsumsi makanan. Masalah pencernaan ini mungkin saja disebabkan oleh adanya bakteri salmonella dalam makanan, terutama makanan yang kurang matang.

Sehingga, Anda perlu menghindari makanan yang mengandung bakteri salmonella. Namun, adakah cara untuk mengetahui kandungan salmonella dalam makanan?

Bahaya salmonella dalam makanan

Adanya bakteri salmonella dalam makanan yang Anda makan dapat menyebabkan Anda menderita gastoenteritis. Hal ini dapat terjadi pada Anda dengan gejala mual, muntah, kram perut, diare, demam, sakit kepala, panas dingin, dan darah di feses.

Anda bisa mengalami gejala-gejala tersebut selama dua sampai tujuh hari.

Saat Anda mengonsumsi makanan yang mengandung bakteri salmonella, Anda tidak akan langsung merasa sakit. Sakit akan muncul setidaknya 2 – 3 hari setelah Anda mengonsumsi makanan tersebut. Sehingga, mungkin akan sulit bagi Anda untuk mengetahui makanan apa yang menyebabkan Anda sakit.

Anda harus mengingat-ingat lagi makanan apa yang Anda makan selama tiga hari kebelakang, dan hal ini mungkin tidak mudah untuk diingat.

Selain dapat menyebabkan masalah pencernaan, bakteri salmonella jenis tertentu juga dapat menyebabkan demam tifoid atau lebih dikenal dengan nama tifus. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang terkandung dalam makanan yang terkontaminasi.

Makanan yang berisiko mengandung salmonella

Salmonella merupakan bakteri yang hidup di banyak usus hewan ternak. Anda bisa terinfeksi bakteri salmonella saat mengonsumsi makanan yang terkontaminasi dengan feses hewan yang mengandung bakteri salmonella.

Beberapa makanan yang umumnya bisa terkontaminasi dengan bakteri salmonella adalah sebagai berikut.

  • Daging, unggas, dan makanan laut mentah. Feses bisa masuk ke dalam daging dan unggas mentah selama proses pemotongan. Sedangkan, makanan laut bisa terkontaminasi salmonella dari air yang terkontaminasi.
  • Telur mentah. Pada ayam yang terinfeksi bakteri salmonella, ayam tersebut dapat menghasilkan telur yang mengandung salmonella sebelum cangkangnya terbentuk. Sehingga, bakteri salmonella bisa terkandung dalam telur. Sedangkan, cangkang telur sebenarnya dapat menjadi penghalang telur terkontaminasi bakteri salmonella dari luar.
  • Buah-buahan dan sayuran. Buah dan sayur dapat terkontaminasi bakteri salmonella dari air yang terkontaminasi. Kontaminasi ini bisa terjadi saat pencucian, pengolahan dengan air, atau bersentuhan dengan daging atau unggas mentah yang terkontaminasi.

Apakah bisa mengetahui makanan mana yang mengandung salmonella?

Salmonella merupakan bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan jika masuk ke dalam tubuh Anda. Sehingga, Anda perlu menghindari makanan yang mengandung salmonella.

Namun, untuk mengetahui apakah makanan yang Anda makan mengandung bakteri salmonella atau tidak, ini merupakan hal yang tidak mudah.

Bakteri salmonella dalam makanan tentu tidak dapat dideteksi dengan hanya melihat makanan tersebut atau hanya mencium bau makanan tersebut.

Untuk mengetahui adanya bakteri salmonella dalam makanan, ini hanya dapat dilakukan dengan uji di laboratorium. Sayangnya, ini bukan suatu hal yang sederhana.

Namun begitu, Anda bisa melakukan beberapa hal seperti di bawah ini untuk mengurangi risiko Anda terkena keracunan makanan karena bakteri salmonella.

  • Masak telur sampai benar-benar matang, baik putih telur maupun kuning telurnya.
  • Masak daging utuh sampai 63°C, daging giling sampai 71°C, dan unggas sampai 74°C. Hal ini karena pada temperatur tersebut sebagian besar bakteri dalam makanan dapat mati, sehingga dapat meminimalkan risiko Anda terkena infeksi.
  • Simpan makanan panas dan dingin secara terpisah.
  • Jangan membiarkan makanan terbuka selama lebih dari dua jam.
  • Membedakan talenan atau peralatan masak lain untuk makanan mentah dan makanan matang.
  • Bersihkan peralatan makan dan memasak setelah menggunakannya.
  • Selalu cuci tangan Anda sebelum memegang makanan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Makanan Sehari-hari yang Ternyata Sebenarnya Mengandung Racun

Tahukah bahwa singkong ternyata mengandung racun sianida yang membahayakan tubuh jika tidak diolah dengan benar? Makanan apa lagi yang ternyata beracun?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Fakta Gizi, Nutrisi 20 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Pilihan Obat yang Ampuh untuk Meredakan Gejala Muntaber

Muntaber dapat menyebabkan komplikasi berupa dehidrasi. Tenang, ada beberapa obat yang bisa membantu meredakan gejala muntaber. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 21 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

Bahaya Makan Kotoran Manusia Terhadap Kesehatan Tubuh

Ada puluhan siswa dipaksa makan kotoran manusia oleh seniornya. Tindakan itu bisa mengganggu kesehatannya. Apa saja bahaya makan kotoran manusia?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan, Informasi Kesehatan 27 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit

Bolehkan Ibu Hamil Makan Telur Setengah Matang?

Telur merupakan makanan yang bernutrisi. Namun, bolehkah ibu hamil mengonsumsi telur yang dimasak setengah matang? Baca jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 11 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makan telur mentah

Makan Telur Mentah, Sehat atau Malah Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
keracunan makanan

Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
ilustrasi mual gejala dan ciri-ciri keracunan makanan

Begini Gejala bagi Tubuh Anda yang Mengalami Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit