5 Manfaat Mengejutkan dari Jamur Shitake

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Jamur pada dasarnya bukanlah buah atau sayuran, bahkan tidak termasuk pada kategori tumbuhan karena tidak memiliki daun dan akar. Jamur termasuk dalam tipe parasit fungus yang dapat tumbuh pada organisme lainnya termasuk manusia dan tumbuhan. Namun tidak semua jamur merugikan, beberapa jenis jamur kaya akan nutrisi dan dapat dimakan salah satunya jamur shiitake (hioko) atau yang juga sering ditulis sebagai jamur shitake.

Apa itu jamur shitake?

Jamur shitake adalah salah satu jenis jamur yang dapat dikonsumsi dan sudah terkenal selama ribuan tahun. Kebiasaan konsumsi jamur shitake bermula pada wilayah Asia Timur di mana selain sebagai bahan makanan, jenis jamur ini juga digunakan sebagai bahan obat-obatan.  Jamur shitake pada umumnya dikenal memiliki efek antiviral dan antibakterial serta dapat memperbaiki inflamasi.

Kandungan nutrisi pada jamur shitake

Satu butir jamur siitake pada umumnya memiliki ukuran 5-10 cm dengan berat sekitar empat gram. Setiap 15 gram jamur shitake mengandung empat kalori yang berasal dari serat dan gula, serta mengandung satu gram protein. Dengan jumlah takaran yang sama, jamur shitake juga membantu memenuhi kebutuhan harian dari vitamin dan mineral di antaranya:

  • Vitamin B2 – mencukupi 11% kebutuhan harian
  • Vitamin B3 – mencukupi 11% kebutuhan harian
  • Vitamin B5 – mencukupi 33% kebutuhan harian
  • Vitamin B6 – mencukupi 7% kebutuhan harian
  • Vitamin D – mencukupi 6% kebutuhan harian
  • Selenium – mencukupi 10% kebutuhan harian
  • Tembaga – mencukupi 39% kebutuhan harian
  • Mangan – mencukupi 9%  kebutuhan harian
  • Zinc – mencukupi 8%  kebutuhan harian
  • Folat – mencukupi  6% kebutuhan harian

Manfaat jamur shiitake bagi kesehatan

Manfaat kesehatan utama dari konsumsi jamur shiitake berasal dari kandungan nutrisi penting dan beberapa komponen senyawa yang terkandung di dalamnya. Berikut beberapa manfaat kesehatan dari konsumsi jamur shiitake:

  • Menjaga kesehatan jantung – jamur shiitake memiliki komponen khusus untuk membantu mengontrol kolesterol darah di antaranya eritadenine (menegah pembentukan kolesterol berlebih), sterols (mencegah penyerapan kolesterol) dan beta-glucan (jenis serat yang dapat menurunkan kadar kolesterol).
  • Memperkuat sistem imun tubuh – hal dikarenakan terdapat beberapa komponen seperti serat  dan beberapa senyawa seperti asam oksalat, lentinan, centinamycin (anti-bakteri) serta eritadenine (antivirus) yang terdapat dalam jamur. Karena kandungan yang cukup banyak untuk melawan kuman, para peneliti juga berpendapat bahwa obat yang berasal dari jamur shitake dapat menjadi alternatif penggunaan antibiotik.
  • Mencegah kanker – lentinan yang merupakan salah satu kandungan jamur shiitake dikenal sebagai zat anti-inflamasi yang efektif dalam memperbaiki kerusakan tubuh. The American Cancer Society juga berpendapat lentinan dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dan efeknya akan lebih kuat apabila sel kanker tersebut masih dalam fase tumor.
  • Mencegah obesitas – komponen jamur shiitake seperti eritadenin memiliki efek mengurangi lemak, disamping itu, komponen b-glucan juga dapat meningkatkan rasa kenyang dalam mengurangi penyepan lemak. Salah satu penelitian pada tikus obesitas menunjukan asupan serbuk jamur shiitake dapat mengurangi timbunan dan masa lemak pada tubuh tikus tersebut hingga 35%.
  • Menjaga kesehatan otak – jamur shiitake memiliki kandungan vitamin B yang cukup tinggi sehingga cukup mengatasi gangguan kognitif akibat defisiensi vitamin B. Konsumsi jamur shitake dapat membantu keseimbangan hormon otak dan membantu otak dalam berkonsentrasi.

Cara mengonsumsi jamur shitake

Jamur shiitake pada umumnya dijual dengan keadaan dikeringkan, sehingga perlu direbus dalam air hangat sebelum diolah.  Jika Anda membeli dalam bentuk segar, pada umumnya bagian stem atau batang jamur tidak dimakan. Jamur shiitake dapat diolah menjadi tumisan ataupun dimasak dijadikan sup.

Namun perlu diingat bahwa kandungan senyawa dan vitamin dari jamur shiitake akan mudah berkurang apabila dimasak dalam suhu terlalu panas. Semakin sedikit proses pemasakan semakin mungkin kandungan nutrisi jamur yang bertahan. Jamur shitake juga dapat dikonsumsi mental namun pastikan bahwa sudah dicuci bersih.

Apakah jamur shitake dapat menimbulkan efek samping?

Pada umumnya jamur shitake aman untuk dikonsumsi siapa saja. Pada beberapa orang, lentinan dapat memicu reaksi alergi pada kulit atau yang dikenal dengan shiitake dermatitis. Kondisi tersebut juga dapat terjadi jika seseorang mengonsumsi jamur shiitake terus-menerus dalam waktu yang lama. Selain itu juga terdapat reaksi alergi lainnya seperti sakit perut dan memicu pembengkakkan persendian pada penderita encok.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Kanker Lidah

Kanker lidah dapat terjadi pada siapa pun, tanpa atau dengan gejala. Berikut informasi mengenai defisini, gejala, penyebab dan pengobatan kanker lidah.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Kanker Mulut (Gusi, Lidah dan Bibir)

Kanker mulut menandakan sel abnormal yang menyerang gusi, lidah, bibir, atau area lain di mulut. Yuk, pelajari mengenai gejala, penyebab, dan obatnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Mengenal Perawatan Paliatif Sebagai Pengobatan Penyakit Kanker

Perawatan paliatif adalah perawatan suportif yang umumnya dijalani pasien kanker. Namun, seperti apa sih perawatan ini? Pelajari selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker 18 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala kanker tiroid

Kanker Tiroid

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
gejala kanker mata

Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
kanker esofagus kanker kerongkongan

Kanker Esofagus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 10 menit
kanker penis

Kanker Penis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 8 menit