8 Penyakit yang Bisa Ditularkan Lewat Ciuman Bibir

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Ciuman selain memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh ternyata juga memiliki beberapa risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap remeh, terutama jika Anda dan pasangan melakukan ciuman bibir. Pasalnya, mulut adalah tempat paling kotor di dalam tubuh, hal ini terjadi karena air liur mengandung banyak mikroorganisme.

Berikut adalah beberapa penyakit yang bisa ditularkan lewat ciuman bibir.

1. Influenza

Influenza menular secara cepat dari satu orang ke orang lainnya, seringnya ditularkan melalui percikan air liur orang yang terinfeksi ketika batuk, bersin, ataupun bicara. Umumnya orang akan terinfeksi virus flu satu hari sebelum memiliki gejala sampai tujuh hari setelah sakit. Gejalanya meliputi demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri tubuh dan kelelahan. 

2. Gondongan

Gondongan adalah infeksi virus yang mempengaruhi kelenjar ludah yang mengalami pembengkakan. Gondongan menyebar dari orang yang terinfeksi melalui udara ketika sedang pilek, batuk, ataupun bersin. Gejala gondongan adalah mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan dan kehilangan nafsu makan. 

3. Mononukleosis

Penyakit ini disebut juga sebagai penyakit mono atau penyakit ciuman. Mononukleosis adalah infeksi virus yang menyebar melalui air liur misalnya saat ciuman, batuk, bersin ataupun hal lainnya yang ditularkan dari liur si penderita mono. Gejala penyakit ini sangat mirip ketika flu yaitu demam, sakit tenggorokan, kelelahan, nyeri otot dan yang paling parah terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening.

4. Penyakit gusi

Bakteri, lendir, dan partikel lainnya terus-menerus hidup dalam mulut dapat membentuk plak gigi. Menyikat gigi dan flossing (penggunaan benang gigi) sangat membantu menghilangkan plak. Namun kalau tidak dibersihkan secara menyeluruh, plak juga bisa tumbuh di bawah garis gusi sehingga menyebabkan penyakit gusi.

Meskipun penyakit gusi (juga dikenal sebagai periodontitis dan gingivitis) tidak menyebar melalui ciuman, kandungan bakteri buruk yang terkandung pada mulut Anda atau pasangan bisa menyebabkan menyebabkan penyakit gusi.

5. Herpes

Herpes mulut ditularkan melalui kontak langsung dengan daerah yang terinfeksi, kulit yang rusak atau selaput lendir. Penyakit ini menimbulkan gelembung berisi air pada kulit sehingga nampak seperti kulit melepuh. Selain itu, para ahli memperkirakan bahwa lebih dari 20 persen kasus herpes genital baru disebabkan oleh herpes simpleks tipe 1 yang ditularkan melalui seks oral.

6. Meningitis

Banyak jenis virus yang bisa menyebabkan meningitis. Meningitis adalah peradangan atau pembengkakan dari membran pelindung yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Peradangan ini biasanya disebabkan oleh infeksi dari cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Salah satu pemicu penyakit ini menurut penelitian adalah ciuman. Gejalanya meliputi demam, sakit kepala, leher kaku, mual dan muntah.

7. Hepatitis B

Ciuman bibir juga dapat menularkan virus hepatitis B. Infeksi bisa terjadi ketika darah dan air liur yang terinfeksi virus hepatitis mengalami kontak langsung dengan aliran darah orang lain atau selaput lendir. Seseorang dengan mudah terinfeksi penyakit ini ketika salah satu pasangan memiliki luka di sekitar mulut.

8. Flu singapura

Flu singapura atau bahasa medisnya hand foot and mouth disease merupakan penyakit yang sangat menular. Penyakit ini disebabkan oleh virus coxsackie dan bisa menyebar melalui luka terbuka di mulut, air liur, dan tinja. Gejala yang biasa ditimbulkan adalah demam disertai sakit leher, pilek, dan ruam pada bagian mulut, tangan dan kaki.

Cara mencegah penularan penyakit akibat ciuman bibir

Adapun hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan mulut antara lain:

  • Hal terpenting yang bisa dilakukan untuk terhindar dari risiko kesehatan akibat ciuman bibir adalah tidak melakukan ciuman apabila Anda atau pasangan memiliki luka pada bagian bibir ataupun mulut dan ketika dalam kondisi tidak sehat.
  • Rutin sikat gigi menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride minimal dua kali per hari
  • Ganti sikat gigi Anda atau kepala sikat gigi setiap tiga sampai empat bulan
  • Sikat lidah Anda untuk menghilangkan bakteri dan membuat napas segar
  • Gunakan obat kumur untuk mencegah pertumbuhan plak dan karang gigi
  • Mengurangi konsumsi makanan yang mengandung banyak gula
  • Kunjungi dokter gigi satu sampai dua kali setahun untuk memeriksa dan membersihkan gigi

Baca Juga:

Sumber