home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Sadari Risiko Kesehatan Melakukan Oral Seks Plus Tipsnya agar Tetap Aman

Sadari Risiko Kesehatan Melakukan Oral Seks Plus Tipsnya agar Tetap Aman

Kadang kala, pasangan dewasa memilih seks oral sebagai variasi dalam berhubungan intim karena memberikan pengalaman seksual yang berbeda dari vaginal seks. Namun, tahukah Anda bahwa oral sex juga memiliki risiko kesehatan?

Jika dilakukan sembarangan, oral sex bisa menjadi sarana penyebaran berbagai infeksi menular seksual. Agar bisa tetap melakukan seks oral dengan aman tanpa diselimuti kekhawatiran, simak tipsnya dulu, yuk!

Apa itu seks oral (oral sex)?

pakai kondom saat seks oral

Seks oral (oral sex) adalah cara memberikan rangsangan seksual pada alat kelamin atau anus pasangan menggunakan mulut, bibir, hingga lidah.

Baik pria maupun wanita bisa menerima dan memberikan seks oral pada pasangannya.

Anda mungkin mengenal oral sex dengan nama lain, seperti blowjob. Melansir dari American Sexual Health Association, seks oral juga memiliki beberapa istilah medis yaitu:

  • Felatio: stimulasi dari mulut ke penis.
  • Cunnilingus: stimulasi dari mulut ke vagina.
  • Anilingus: stimulasi dari mulut ke anus.

Seks oral bisa menjadi bagian dari sesi hubungan intim dengan penetrasi vagina atau dilakukan dalam aktivitas seksual yang terpisah.

Memberikan stimulasi seksual secara oral dapat membuat seks menjadi lebih nikmat dan menyenangkan bila dilakukan dengan persetujuan atau konsen di antara kedua pasangan.

Apa risiko dari seks oral?

tips seks oral

Alasan pasangan melakukan seks melalui mulut biasanya karena dinilai sebagai kegiatan yang lebih aman dibandingkan dengan seks vaginal (penetrasi penis ke vagina) bila tanpa kondom.

Hal ini karena oral sex dianggap punya risiko penularan penyakit kelamin yang cenderung lebih rendah.

Risiko terinfeksi HIV dari seks oral memang lebih kecil, tapi hal ini tidak berlaku dengan penyakit kelamin lainnya.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, hasil studi menyebutkan bahwa jumlah penularan sifilis melalui oral sex justru cukup tinggi.

Seks oral tanpa kondom tetap memungkinkan penularan penyakit infeksi.

Pasalnya, memberikan stimulasi secara oral membuat Anda terpapar cairan kelamin secara langsung yang mungkin mengandung virus atau bakteri penyebab penyakit.

Beberapa penyakit kelamin yang berisiko menyebar melalui oral sex diantaranya adalah sebagai berikut:

Herpes simpleks (herpes labialis dan herpes genital)

Virus herpes simpleks bisa menular melalui seks oral ketika pasangan yang memiliki luka herpes pada mulut memberikan seks oral.

Penularan juga bisa terjadi saat Anda memberikan oral sex pada pasangan yang memiliki luka herpes di kelamin.

Gonore dan klamidia

Kuman penyakit penyebab gonore dan klamidia dapat masuk melalui mulut dan menginfeksi tenggorokan.

Infeksi selanjutnya menyebar ke berbagai bagian tubuh, termasuk alat kelamin.

Sifilis

Penularan sifilis melalui oral sex umumnya terjadi saat mulut berkontak dengan luka yang terdapat pada organ intim atau di sekitar anus.

HPV (human papilloma virus)

Infeksi HPV biasanya menyebabkan munculnya kutil kelamin yang sulit sembuh.

HPV bisa menular melalui seks oral ketika mulut menyentuh kutil kelamin, meskipun kondisi ini jarang terjadi.

Selain penyakit kelamin, oral sex berisiko menularkan beberapa penyakit infeksi ini:

Bagaimana cara melakukan oral sex yang aman?

posisi seks oral

Meski berisiko, Anda tetap bisa mengurangi kemungkinan penularan penyakit dengan melakukan seks oral yang aman.

Sebelum mencoba seks dari mulut , pastikan Anda mendapatkan persetujuan untuk melakukan stimulasi secara oral dari pasangan.

Selain itu, bicarakan mengenai riwayat penyakit seksual yang Anda atau pasangan miliki.

Pasalnya, seseorang bisa saja mengalami penyakit menular seksual tanpa memiliki gejala sama sekali.

Oleh karena itu, lakukanlah beberapa cara ini supaya Anda dan pasangan tetap bisa menikmati oral sex sekaligus menghindari penularan penyakit:

1. Membersihkan organ intim

Mandilah dengan cara yang benar dengan memakai sabun dan bersihkan organ vital Anda secara menyeluruh agar bersih dari kuman.

Hal ini penting dilakukan apalagi jika Anda ingin melaksanakan oral sex berbarengan dengan hubungan seks vaginal.

2. Menggunakan pelindung saat seks

Sama halnya dengan berhubungan intim, cara utama untuk mengurangi risiko penularan penyakit dari oral sex adalah dengan memakai pelindung.

Alat pelindung yang digunakan saat seks dari mulut bisa berupa kontrasepsi seperti kondom untuk pria atau dental dam yaitu plastik lateks yang ditempatkan di atas vulva vagina atau anus wanita.

Untuk fellatio (stimulasi pada penis), pasangakan kondom yang belum dilubrikasi dengan pelumas sampai berhasil menutupi penis.

Jika pasangan Anda alergi terhadap kondom lateks, gunakan jenis kondom plastik.

Sementara itu, dental dam bisa digunakan untuk seks oral dengan cunnilingus (stimulus pada vagina) dan anilingus (stimulus pada anus).

Dental dam perlu diletakkan menutupi vulva vagina dan anus sehingga menghindari kontak mulut secara langsung dengan kulit di sekitar area kelamin.

Di sisi lain, dental dam juga bisa dipasang pada mulut wanita bila hendak memuaskan pasangan pria melalui mulut.

Oral seks menggunakan kondom dan dental dam memang kerap dianggap mengurangi sensasi nikmatnya bercinta dengan menyentuh kulit kelamin.

Akan tetapi, cara ini dinilai lebih aman sebagai pencegahan penyakit menular seksual selama seks oral.

3. Memakai pelumas

Untuk menghindari gesekan berlebih pada gigi, cobalah gunakan pelumas saat melakukan seks oral.

Namun sebelumnya, pastikan Anda membaca dulu bahan-bahan yang tertera pada kemasan.

Hindari menggunakan pelumas berbahan minyak. Sebaliknya, pilihlah pelumas berbahan dasar air atau silikon yang sekiranya aman jika berkontak langsung denga mulut dan kelamin.

Anda juga dapat menggunakan pelumas untuk membuat dental dam lebih lentur dan tidak cepat rusak.

4. Jangan memaksa

Seks oral dengan fellatio atau mengulum penis biasanya dilakukan dengan memaksa penis masuk hingga wanita tersedak.

Sebaiknya cara ini dihindari karena berisiko membuat tenggorokan wanita tidak nyaman.

Bukan hanya itu, hal ini dapat mendorong bakteri atau kuman penyebab penyakit untuk masuk lebih dalam dan menginfeksi tenggorokan.

5. Lihat luka pada kelamin dan gejala lainnya

Tubuh pasangan seks yang terlihat sehat dan bugar bukan jaminan alat vitalnya juga sehat dan bersih.

Oleh karena itu, sebelum melakukan seks oral, sebaiknya perhatikan dulu organ intim pasangan Anda.

Jangan lalukan oral sex apabila ada luka kering, lenting, luka melepuh, atau cairan selain sperma dan cairan vagina.

Selain tanda-tanda penyakit pada kelamin, Anda juga perlu menunda melakukan seks oral apabila pasangan memiliki luka di mulut, gusi bengkak, sakit tenggorokan, atau sedang menstruasi.

Pastikan Anda menghindari stimulasi secara oral dengan pasangan yang terinfeksi penyakit kelamin.

6. Sikat gigi dan kumur antiseptik

Setelah selesai melakukan oral seks, bersihkanlah area mulut dengan menggosok gigi dan berkumur menggunakan cairan antiseptik.

Perhatikan kondisi kesehatan Anda dan pasangan apakah bermasalah atau tidak setelah melakukan seks oral.

Jika Anda aktif berhubungan seksual, termasuk sering melakukan oral sex, lakukanlah skrining penyakit kelamin secara rutin untuk memastikan diri Anda terbebas dari infeksi.

Dengan menerapkan oral sex yang aman, Anda bisa mengurangi risiko penularan penyakit seksual, menjaga kesehatan seksual Anda dan pasangan, sekaligus membuat sesi bercinta terasa lebih nyaman.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Department of Health & Human Services, State Government of Victoria, Australia. (2021). Oral sex. Retrieved 3 February 2021, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/Oral-sex

Planned Parenthood. (2021). Safer Sex (“Safe Sex”) | Reduce Your Risk of Getting STDs.  Retrieved 3 February 2021, from https://www.plannedparenthood.org/learn/stds-hiv-safer-sex/safer-sex

CDC. (2021). STD Risk and Oral Sex | STD. Retrieved 3 February 2021, from https://www.cdc.gov/std/healthcomm/stdfact-stdriskandoralsex.htm

Avert.org. (2015). How to have oral sex. Retrieved 3 February 2021, from https://www.avert.org/sex-stis/how-to-have-sex/oral-sex

American Health Sexual Association. (2014). Oral Sex and STIs. Retrieved 3 February 2021, from https://www.ashasexualhealth.org/oral-sex-stis/

Brown, Nancy L. (2021). Safer Oral Sex Practices | Sutter Health. Retrieved 3 February 2021, from https://www.sutterhealth.org/pamf/health/teens/sexual/safer-oral-sex-practices

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 18/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.