Herpes

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu herpes?

Herpes adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus herpes. Penyakit ini lebih dikenal dengan herpes kulit karena gejalanya ditandai dengan lenting atau lepuhan pada kulit yang terasa gatal.

Namun, sebenarnya terdapat delapan jenis virus herpes yang bisa menimbulkan penyakit, yaitu:

  • Herpes simplex tipe I (HSV-1): dikenal dengan herpes oral yang bisa menyebabkan luka dan benjolan melepuh di sekitar bibir serta wajah.
  • Herpes simplex tipe II (HSV-2):termasuk ke dalam golongan herpes genital (kelamin) dan biasanya muncul di kelamin bagian luar serta daerah sekitar anus.
  • Varicella zoster (VZV): penyebab cacar air dan herpes zoster (cacar api) yang menyerang orang yang pernah terkena cacar air.
  • Epstein-Barr virus (EBV): menyerang limfosit T dalam tubuh sehingga menyebabkan penyakit mononukleosis atau demam kelenjar.
  • Cytomegalovirus (HHV 5), HHV 6, HHV 7: infeksi virusnya bisa berlangsung lama  dan membahayakan orang dengan imunitas lemah seperti penderita HIV atau yang melakukan transplantasi organ.
  • Kaposi’s sarcoma herpesvirus (HHV 8): infeksi virusnya memicu pertumbuhan sel kanker di sekitar pembuluh darah dan limfa dikenal juga dengan penyakit sarkoma kaposi.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Dilansir dari the New Zealand Herpes Foundation, herpes kulit adalah penyakit yang sangat umum dialami. Siapapun bisa terinfeksi oleh virus herpes. Diperkirakan 50% pengidapnya tertular dari kontak dengan orang lain yang terinfeksi.

Orang dewasa yang aktif secara seksual kerap terjangkit penyakit herpes yang menyerang kelamin. Selain itu, orang yang memiliki kondisi kekebalan tubuh yang lemah juga berisiko tinggi terinfeksi virus herpes.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala herpes?

Penyakit herpes yang menyerang kulit disebabkan oleh virus herpes simplex (HSV 1 dan HSV2) dan varicella zoster atau herpes zoster.

Terdapat beberapa perbedaan gejala antara herpes zoster dan herpes simplex, terutama pada bagian tubuh yang terdampak.

Berikut ini adalah tanda-tanda dan gejala penyakit herpes kulit yang biasanya ditunjukkan:

  • Ruam disertai lenting berkelompok di satu sisi tubuh
  • Ruam diawali dengan benjolan merah (lenting)
  • Lenting berair dan berubah menjadi kerak kering (terlihat menyebar atau mengelompok pada beberapa bagian tubuh seperti tangan, kaki, dan badan)
  • Rasa sakit, gatal, dan kesemutan pada lenting
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Panas dingin
  • Kelelahan
  • Sensitif terhadap cahaya

Herpes simpleks

Infeksi virus herpes simplex akan menimbulkan gangguan pada kulit kelamin dan di sekitar bibir, terkadang bisa juga menyerang bagian mata (herpes mata).

Namun, kemunculan awal penyakit ini sering kali tidak disertai gejala. Gejala herpes simplex mungkin baru akan terasa muncul setelah berbulan-bulan hingga bertahun-tahun terinfeksi.

Orang yang terkena penyakit ini akan mengalami gejala yang terus kambuh secara berulang. Berikut ini adalah berbagai gejala herpes yang menyerang kelamin dan mulut yang bisa muncul:

  • Lecet dan luka pada alat kelamin bagian luar
  • Lepuhan merah berisi air di sekitar mulut, anus, atau alat kelamin
  • Keputihan
  • Rasa sakit dan gatal pada lepuhan
  • Tidak enak badan
  • Demam
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Kelenjar getah bening membengkak
  • Rasa terbakar atau kesemutan di sekitar alat kelamin sebelum luka lepuhan yang berisi air kembali muncul
  • Adanya lecet dan luka pada serviks
  • Luka lepuhan di sekitar mulut yang berisi cairan dan berwarna kemerahan

Kapan harus pergi ke dokter?

Anda perlu segera berkonsultasi ke dokter saat melihat berbagai gejala yang menunjukkan penyakit herpes. Dokter akan segera melakukan penanganan terbaik untuk mencegah keparahan kondisi.

Jika Anda melakukan hubungan seksual dengan orang yang diketahui terinfeksi herpes, segera periksakan diri untuk memastikan kondisi kesehatan.

Selain itu, untuk Anda sudah pernah terkena cacar air kemungkinan virus aktif kembali pun tetap ada. Oleh karenanya, konsultasikan segera saat gejala herpes kulit mulai muncul.

Penyebab dan Penularan

Apa penyebab penyakit herpes?

Penyebab penyakit herpes kulit adalah infeksi virus varicella zoster yakni virus yang menyebabkan cacar air dan cacar api serta virus herpes simpleks.

Virus varicella zoster biasanya dapat hidup dalam sistem saraf selama bertahun-tahun. Pada sebagian orang, virus akan tetap tidur, tapi pada sebagian lainnya infeksi bisa diaktifkan kembali sehingga menyebabkan penyakit cacar api herpes zoster.

Re-infeksi virus varicella zoster lebih berpeluang terjadi terutama saat mengalami penyakit atau menjalani pengobatan yang melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Virus varicella zoster bisa ditularkan melalui kontak langsung, droplet (percikan lendir), atau udara. Sementara virus herpes simpleks dapat menular dengan cara:

  • Berhubungan seks vagina atau anal tanpa kondom
  • Melakukan seks oral dengan orang yang memiliki luka dan ruam penyakit di sekitar mulutnya
  • Menggunakan mainan seks secara bergantian
  • Berciuman dengan orang yang memiliki ruam penyakit di sekitar mulutnya
  • Melalui kelahiran jika ibu dengan herpes genital memiliki luka saat melahirkan

Faktor-faktor risiko

Apa yang membuat saya berisiko terkena penyakit ini?

Semua orang yang pernah terserang cacar air dapat terkena penyakit heroes. Namun, ada berbagai faktor lain yang meningkatkan risikonya.

Berikut berbagai faktor yang meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit ini:

  • Berusia lebih dari 50 tahun
  • Memiliki penyakit tertentu yang melemahkan sistem imun seperti HIV/AIDS dan kanker
  • Sedang menjalani perawatan kanker seperti radiasi dan kemoterapi yang dapat menurunkan kekebalan tubuh terhadap penyakit
  • Mengonsumsi obat-obatan yang dirancang untuk mencegah penolakan terhadap organ transplantasi misalnya penggunaan steroid yang berkepanjangan seperti prednison

Herpes simpleks

Semua orang berisiko terkena virus penyakit ini, dari mulai anak-anak hingga dewasa. Namun, untuk yang menyerang kelamin biasanya lebih mudah menginfeksi orang-orang yang aktif secara seksual tanpa menerapkan seks aman.

Berbagai faktor yang meningkatkan risiko penyakit yang satu ini:

  • Berjenis kelamin perempuan
  • Memiliki pasangan seks lebih dari satu
  • Berhubungan seks di usia yang sangat muda
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Memiki penyakit kelamin yang lain

Diagnosis

Bagaimana dokter mendiagnosis penyakit ini?

Penyakit herpes simpleks sering kali menimbulkan gejala yang cukup khas. Oleh karena itu, banyak dokter biasanya mampu mendiagnosis penyakit ini hanya dari melihat gejalanya saja.

Sementara untuk herpes zoster, dokter akan mendiagnosisnya dengan melihat riwayat rasa sakit di satu sisi tubuh Anda. Dokter juga akan melihat apakah ada ruam dan lepuh yang muncul di bagian yang sakit tersebut.

Namun untuk memastikan jenis penyakit herpes yang dialami, dokter juga bisa melakukan pemeriksaan tambahan dengan mengambil sampel jaringan atau lepuhan untuk diperiksa di laboratorium.

Pengobatan

Apa saja pilihan pengobatan untuk herpes?

Dalam mengatasi penyakit herpes, dokter biasanya akan meresepkan antivirus. Obat antivirus inidigunakan untuk membantu mengurangi keparahan gejala, memperpendek masa kekambuhan infeksi, dan mengurangi risiko penularan virus ke orang lain.

Biasanya, obat herpes diberikan dalam bentuk pil dan juga salep. Namun, untuk kasus yang cukup parah dokter akan memberikannya melalui suntikan.

Berikut ini berbagai obat herpes yang biasanya diresepkan:

  • Obat antivirus seperti acyclovir, valacyclovir, dan famiciclovir membantu mengurangi rasa sakit dan mempercepat penyembuhan. Dikonsumsi 2 hingga 5 kali sehari sesuai resep dokter
  • Obat antiradang seperti ibuprofen untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Dikonsumsi setiap 6 hingga 8 jam sekali
  • Obat dari golongan narkotika dan analgesik untuk mengurangi rasa sakit, biasanya dikonsumsi dua kali sehari atau sesuai resep dokter
  • Antikonvulsan atau antidepresan trisiklik untuk mengobati rasa sakit yang berkepanjangan, biasanya dikonsumsi 1 atau 2 kali sehari
  • Antihistamin seperti diphenhydramine (Benadryl) untuk mengatasi rasa gatal, biasanya dikonsumsi setiap delapan jam sekali
  • Krim, gel, atau patch mati rasa untuk seperti lidocaine untuk mengatasi rasa sakit, biasanya diaplikasikan saat diperlukan
  • Capsaicin (Zostrix), membantu mengurangi risiko nyeri saraf yang disebut neuralgia pasca-herpes yang terjadi setelah Anda pulih dari herpes zoster

Terapi untuk mengatasi herpes

Obat golongan antivirus diresepkan untuk pasien yang mengalami episode pertama penyakit herpes simpleks. Untuk episode berulang, biasanya dokter akan merekomendasikan terapi episodik dan terapi supresif yang juga menggunakan obat antivirus.

Terapi episodik biasanya direkomendasikan jika Anda mengalami kekambuhan kondisi enam kali dalam waktu satu tahun. Terapi ini membantu mempersingkat gejala herpes kulit yang biasanya terjadi dalam waktu yang cukup lama.

Sementara itu, terapi supresif digunakan untuk orang-orang yang mengalami kekambuhan kondisi sebanyak lebih dari enam kali dalam setahun. Terapi ini dapat mengurangi gejala herpes kulit setidaknya hingga 75 persen saat Anda meminum obat antivirus.

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan  untuk mengatasi herpes?

Selain perawatan dari dokter, perawatan rumahan dan perubahan gaya hidup bisa dilakukan untuk membantu mengatasi penyakit ini.

Menggabungkan pengobatan medis dan perawatan rumahan dapat membantu mempercepat kesembuhan penyakit dan meringankan gejala.

Berikut berbagai perawatan rumahan dan obat alami untuk herpes kulit:

  • Mandi dengan menggunakan air garam untuk membantu meredakan gejala.
  • Berendam dalam bak mandi yang berisi air hangat.
  • Petroleum jelly menjadi obat alami yang bisa digunakan dengan mengoleskan ke area yang terinfeksi.
  • Menggunakan pakaian yang longgar dan menghindari yang ketat terutama di daerah yang terinfeksi.
  • Mencuci tangan hingga bersih dengan sabun terutama setelah menyentuh area yang terinfeksi.
  • Tidak melakukan kegiatan seksual baik vaginal, oral, maupun anal hingga gejalanya menghilang.
  • Mengompres area yang terinfeksi dengan menggunakan es yang dibalut dengan handuk.
  • Istirahat yang cukup untuk mengembalikan kekuatan sistem kekebalan tubuh.
  • Mengompres ruam atau lepuhan menggunakan air dingin untuk mengurangi rasa sakit dan juga gatal.
  • Menggunakan losion calamine untuk mengurangi rasa gatal.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah herpes?

Vaksin cacar air membantu mencegah Anda dari gejala penyakit yang parah serta komplikasi yang ditimbulkannya. Untuk itu, semua anak perlu melakukan imunisasi varicella. Begitupun dengan orang dewasa yang belum pernah terserang cacar air perlu melakukan vaksin yang satu ini.

Sementara itu, orang tua yang memasuki usia 50 tahun perlu melakukan vaksin herpes zoster yang dikenal sebagai imunisasi varicella zoster. Vaksin ini nantinya akan membantu mencegah keparahan gejala dan komplikasi akibat herpes zoster.

Tak hanya vaksin, Anda juga perlu mencegah penyebaran infeksi dengan cara:

  • Menghindari kontak dengan orang-orang yang belum pernah terkena cacar air dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Sering mencuci tangan dengan menggunakan sabun
  • Menjaga daya tahan tubuh agar tetap baik dengan cara menerapkan pola hidup sehat yaitu makan bergizi, istirahat cukup, mengurangi stres dan olahraga teratur

Sementara itu, belum ada obat untuk menyembuhkan herpes simpleks. Oleh karena itu, cara terbaik menghindari infeksi ialah dengan melakukan berbagai tindakan pencegahan seperti:

  • Menghindari kontak fisik langsung dengan orang yang terinfeksi 
  • Menghindari seks baik oral, vaginal, dan anal selama terinfeksi
  • Menghindari berciuman dengan orang yang memiliki infeksi di bagian mulut
  • Tidak berganti-ganti pasangan seksual
  • Melakukan seks aman dengan menggunakan kondom

Melakukan berbagai langkah ini secara konsisten membantu mencegah Anda dari risiko dan komplikasi penyakit yang parah.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan ke dokter untuk mendapat informasi lebih jelas mengenai penyakit yang dimiliki.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Infeksi Cytomegalovirus

Cytomegalovirus (CMV) merupakan virus yang umum menginfeksi. Sekali terinfeksi, virus akan bertahan selamanya, tapi tidak menimbulkan keluhan yang berarti.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan, Tes Kesehatan A-Z 1 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Pemfigoid Bulosa

Pemfigoid Bulosa (bullous pemphigoid) adalah penyakit kulit yang menyerang sistem imun, diawali dengan ruam kemudian berubah menjadi lenting besar.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Mengenal Penyebab Cacar Air, Siapa yang Lebih Berisiko Tertular?

Cacar air disebabkan oleh infeksi virus varicella zoster. Selain anak-anak, beberapa orang dengan kondisi tertentu juga rentan terinfeksi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Infeksi, Herpes 23 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Penyebab Penyakit Herpes Kulit dan Cara Mengatasinya

Penyebab penyakit herpes kulit adalah infeksi virus herpes simpleks dan varicella zoster. Ketahui faktor yang meningkatkan risiko Anda mengalaminya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Infeksi, Infeksi Virus 23 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gatal di selangkangan

8 Penyebab Gatal di Selangkangan dan Cara Ampuh Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
mononukleosis demam kelenjar adalah

Mononukleosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
penyakit herpes zoster cacar ular cacar api

Herpes Zoster (Cacar Api/Cacar Ular)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
penyakit cacar air

Cacar Air

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit