Bisakah Sariawan Menular Lewat Ciuman?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sariawan merupakan salah satu kondisi yang sering terjadi pada banyak orang. Terkadang rasa sakit akibat sariawan menimbulkan rasa tak nyaman, terutama saat mengonsumsi beberapa makanan dan minuman. Meski biasanya tidak menular dan akan hilang dalam beberapa hari, bagaimana jika orang yang terkena sariawan mencium orang lain? Apakah sariawan dapat menular lewat ciuman tersebut?

Apakah sariawan dapat menular lewat ciuman?

Sebenarnya, penularan sariawan bergantung pada jenis dan penyebab dari sariawan yang diderita.

Sariawan sendiri adalah luka yang terdapat pada mulut. Kemunculannya bisa terjadi di mana saja, mulai dari bibir bagian dalam, langit-langit mulut, gusi, lidah sampai tenggorokan. Namun pada beberapa kasus, sariawan bukanlah sekadar luka biasa. Sariawan juga bisa menjadi pertanda dari gangguan kesehatan yang lainnya.

Berikut akan dijelaskan tiga kondisi umum yang dapat menyebabkan sariawan serta kemungkinannya menular lewat ciuman.

1. Sariawan aphthous stomatitis tidak menular lewat ciuman

mencegah sariawan saat puasa

Aphthous stomatitis merupakan jenis sariawan yang paling umum dan lebih sering diderita perempuan. Luka yang ditimbulkan pun berbeda-beda, inilah jenisnya:

  • Sariawan kecil. Sariawan ini ditandai dengan lingkaran kecil berwarna putih dengan warna merah di tepinya. Luka sariawan ini tidak akan meninggalkan bekas dan bisa hilang dalam dua minggu tanpa diobati.
  • Sariawan besar. Bentuknya serupa dengan sariawan kecil, tapi dengan ukuran yang lebih besar mencapai satu sentimeter. Sariawan ini akan lebih lama disembuhkan dan menimbulkan rasa sakit yang membuat Anda tidak nyaman saat makan atau minum.
  • Sariawan herpetiform. Sariawan jenis ini berupa sekumpulan bintik-bintik kecil yang dapat menyatu menjadi area luka yang besar. Jenis luka ini paling jarang terjadi.

Sariawan jenis ini tidak akan menular lewat ciuman, karena kemunculannya datang dari faktor internal tubuh Anda sendiri seperti kurangnya asupan nutrisi seperti B12 dan zat besi atau masalah autoimun. Sariawan juga bisa muncul karena iritasi akibat tergigit dan menggosok gigi terlalu keras.

2. Cold sore

penyakit herpes

Cold sore merupakan kondisi yang muncul sebagai salah satu gejala penyakit herpes simplex. Biasanya, cold sore disebabkan oleh infeksi virus HSV-1. Sedikit berbeda dengan sariawan biasa, luka yang ditimbulkan karena penyakit ini berupa lepuhan berwarna merah yang nantinya akan pecah dan mengering. Sariawan biasanya akan sembuh dalam waktu seminggu atau lebih beberapa hari.

Jika sariawan yang Anda alami adalah dampak dari penyakit herpes, ciuman sebaiknya tidak dilakukan. Virus HSV-1 dapat menular dengan mudah melalui ciuman. Anda juga tidak boleh berbagi peralatan makan dan sikat gigi dengan orang lain.

3. Chancres sores

penyebab lidah sariawan

Chancres sores adalah sariawan yang timbul sebagai salah satu gejala awal dari infeksi penyakit sifilis. Berbeda dengan herpes, sariawan akibat sifilis ini menular lewat ciuman dan tidak terasa sakit sehingga banyak orang yang kerap salah mengira bahwa sariawan yang diderita merupakan jenis sariawan biasa.

Hal ini juga yang membuat penyakit sifilis sering kali terlambat untuk dideteksi. Ketika Anda melakukan ciuman dengan orang yang sedang sariawan akibat sifilis, Anda tidak akan langsung merasakan efek penularannya. Gejala biasanya baru muncul setelah 2-4 minggu terinfeksi bakteri.

Walaupun penularan sifilis melalui ciuman jarang terjadi, Anda tetap memiliki risiko terpapar bakteri. Apalagi jika ciuman yang dilakukan adalah deep atau french kissing. Risiko tertular sifilis yang dapat menimbulkan sariawan di mulut ini akan semakin meningkat.

Kesimpulannya, sariawan tidak akan tertular lewat ciuman jika penyebabnya adalah masalah internal pada kesehatan Anda. Namun, jika sariawan merupakan dampak yang ditimbulkan dari virus atau bakteri, melakukan ciuman malah akan menimbulkan masalah kesehatan lain.

Bila Anda tidak yakin akan jenis sariawan yang diderita, sebaiknya hindari melakukan ciuman dengan pasangan agar tidak menular. Tidak hanya sariawan, Anda juga sebaiknya tidak berciuman saat menderita penyakit yang mudah ditularkan seperti flu atau batuk.

Dengan ciuman intim selama 10 detik saja, Anda sudah bertukar sebanyak 80 juta bakteri dengan pasangan. Pastikan kesehatan dan kebersihan mulut Anda berdua sedang dalam kondisi yang baik ketika melakukannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Alpha Arbutin, Bahan Andalan untuk Produk Perawatan Kulit

Alpha arbutin adalah pilihan yang aman untuk Anda yang ingin mencerahkan kulit wajah. Apa saja manfaat dari alpha arbutin untuk wajah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 9 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Fungsi Produk Skincare dan Urutan Pemakaiannya Secara Umum

Kira-kira, berapa lama produk skincare akan menunjukkan hasil dan perubahan pada kulit wajah Anda? Untuk tahu jawabannya, simak artikel berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 9 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

3 Cara Terbaik untuk Mengobati Gusi Turun yang Mengganggu

Gusi turun tak boleh dianggap remeh karena bisa menyebabkan masalah gigi yang lebih parah. Sebelum terlambat, ketahui cara mengatasi gusi turun berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut 7 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Alasan Merawat Kulit Wajah Harus Dilakukan Sedini Mungkin

Merawat kulit wajah dan tubuh perlu dilakukan sejak dini. Selain mencegah penuaan dini, merawat kulit juga turut menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Kesehatan 3 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara menakar porsi makan

Cara Praktis Menakar Porsi Makan untuk Menjaga Berat Badan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Obat Pencegah Kehamilan Tradisional

Cegah Kehamilan Tanpa Kontrasepsi Medis dengan 6 Pilihan Makanan Ini

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
mengatasi keringat dingin

Memahami Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Keringat Dingin

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
scrub matcha dari bahan alami

Ragam Scrub dari Bahan Alami yang Bagus dan Bikin Glowing

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit