backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

2

Tanya Dokter
Simpan
Konten

Limfadenopati (Pembengkakan Kelenjar Getah Bening)

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Klinik Chika Medika


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 18/04/2023

Limfadenopati (Pembengkakan Kelenjar Getah Bening)

Ketika terserang penyakit, Anda mungkin menyadari bahwa terdapat beberapa bagian tubuh yang membengkak. Hal disebabkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening atau dalam istilah medis disebut limfadenopati (lymphadenopathy).

Apa itu limfadenopati (lymphadenopathy)?

Limfadenopati adalah suatu kondisi ketika kelenjar getah bening membesar atau membengkak.

Kelenjar getah bening tersebar hampir di seluruh tubuh manusia. Namun, hanya ada beberapa kelenjar yang bisa diraba dengan tangan telanjang, misalnya pada:

  • bawah rahang,
  • belakang telinga,
  • ketiak,
  • sisi leher,
  • pangkal paha, dan
  • atas tulang selangka.

Kelenjar getah bening atau limfa merupakan bagian dari sistem imun. Kelenjar ini mengandung sel-sel darah putih dan antibodi yang bertugas melawan infeksi dan penyakit.

Saat terserang penyakit, tubuh akan memproduksi lebih banyak sel imun. Peningkatan produksi sel imun inilah yang menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening.

Limfadenopati terjadi saat kelenjar membesar lebih dari 1 sentimeter (cm). Pembengkakan ini dapat muncul pada salah satu atau beberapa bagian tubuh Anda.

Meski terbilang cukup umum terjadi, bukan berarti kondisi ini tidak membahayakan sama sekali.

Pada beberapa kasus, pembengkakan kelenjar getah bening bisa saja menjadi tanda kanker getah bening (limfoma), baik itu limfoma Hodgkin ataupun limfoma non-Hodgkin.

Tanda dan gejala limfadenopati

Saat kelenjar getah bening mulai membengkak, umumnya Anda akan merasakan nyeri tekan pada area sekitarnya. Kelenjar bisa membengkak menjadi sangat besar dan tampak menonjol.

Lalu, gejala limfadenopati yang muncul akan bergantung pada penyebabnya. Beberapa gejala umum yang mungkin Anda alami, antara lain:

  • batuk,
  • badan lemas,
  • pilek,
  • menggigil dan berkeringat terutama pada malam hari,
  • radang tenggorokan,
  • demam, serta
  • kulit yang memerah, hangat, dan bengkak.

Kemungkinan masih ada tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki kekhawatiran terhadap gejala tertentu, konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan harus periksa ke dokter?

  • Pembengkakan tidak kunjung hilang dan bahkan menyebar selama 2–4 minggu.
  • Demam tidak kunjung hilang.
  • Berkeringat terus pada malam hari.
  • Berat badan menurun padahal tidak sedang menjalani diet khusus.  
  • Radang tenggorokan yang tidak sembuh-sembuh.
  • Kelenjar yang bengkak terasa kenyal, mengeluarkan darah, atau mengganggu proses bernapas dan menelan.
  • Pembengkakan terasa sangat keras dan terjadi dalam waktu cepat. Ini bisa menandakan tumor atau kanker getah bening.

Penyebab limfadenopati

Gejala tbc kelenjar getah bening

Penyebab pembengkakan kelenjar getah bening cukup bervariasi, mulai dari infeksi ringan sampai penyakit kronis seperti kanker getah bening. Berikut beberapa di antaranya.

1. Infeksi virus

Limfadenopati bisa disebabkan oleh infeksi virus. Lokasi pembengkakan kelenjar ini akan menentukan pada bagian tubuh mana yang terinfeksi.

Beberapa jenis virus di bawah ini biasanya menyebabkan kelenjar getah bening membengkak.

  • Varicella-zoster, yaitu virus penyebab cacar air dan herpes zoster.
  • Rubella, yaitu virus yang mengakibatkan penyakit campak.
  • HIV, yaitu virus menular yang jadi penyebab penyakit AIDS.
  • Herpes simplex, yaitu virus penyebab herpes oral dan genital.
  • Influenza, yaitu virus yang menyebabkan penyakit flu (influenza).

2. Infeksi bakteri

Selain virus, bakteri yang masuk ke dalam tubuh Anda pun dapat menyebabkan infeksi dan menyebabkan lymphadenopathy. Beberapa infeksi bakteri yang paling umum adalah sebagai berikut.

  • Streptococcus, yaitu bakteri penyebab radang tenggorokan dan pembengkakan amandel.
  • Staphylococcus, yaitu bakteri penyebab keracunan makanan, toxic shock syndrome (TSS), dan mastitis.
  • Mycobacterium tuberculosis, yaitu bakteri yang mengakibatkan penyakit tuberkulosis (TB atau TBC).

3. Infeksi telinga

Pembengkakan kelenjar getah bening pada area kepala dan leher terkadang menandakan infeksi telinga. Kondisi ini bisa disebabkan oleh alergi atau infeksi saluran pernapasan atas. 

Umumnya, anak-anak lebih sering terkena infeksi telinga daripada orang dewasa. Namun, infeksi ini sebenarnya bisa menyerang siapa saja.

4. Infeksi gigi

obat gusi bengkak

Infeksi pada area gusi dan gigi bisa menimbulkan pembengkakan kelenjar getah bening. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh abses gigi, yaitu penumpukan nanah karena bakteri.

5. Infeksi kulit

Pembengkakan kelenjar getah bening akibat penyakit kulit dapat disertai gejala lain, misalnya muncul ruam kemerahan, kulit terasa perih atau panas, hingga gatal-gatal.

Beberapa jenis penyakit kulit yang mungkin ditandai dengan limfadenopati di antaranya:

  • eksim, terutama pada bayi dan anak-anak,
  • dermatitis kontak,
  • abses kulit (kulit bernanah) akibat infeksi bakteri, dan
  • kutu rambut yang bersarang di kulit kepala.  

6. Mononukleosis

Pembengkakan pada leher dan ketiak bisa menandakan mononukleosis, yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV). 

Virus yang ditularkan melalui air liur ini membuat pengidapnya mengalami sakit tenggorokan, demam, lemas, gatal-gatal, sakit kuning, mimisan, hingga sesak napas.

7. Radang tenggorokan

Radang tenggorokan atau faringitis dapat menyerang siapa pun, baik anak-anak, orang dewasa, maupun lansia.

Penyebabnya bermacam-macam, seperti infeksi virus, infeksi bakteri, alergi, dan iritasi pada tenggorokan yang akhirnya membuat kelenjar getah bening Anda membesar.

8. Gangguan autoimun

lupus bisa sembuh

Sistem kekebalan pengidap gangguan autoimun tidak berfungsi normal dan malah menyerang sel serta jaringan sehat dalam tubuh.

Pengidap gangguan autoimun, seperti rematik (rheumatoid arthritis) dan lupus, kerap mengalami limfadenopati tergantung pada bagian tubuh mana yang diserang.

9. Infeksi menular seksual

Beberapa jenis infeksi menular seksual mungkin menimbulkan gejala berupa pembengkakan kelenjar getah bening. 

Penyakit-penyakit seperti sifilis (raja singa), gonore, dan klamidia biasanya menyebabkan pembengkakan pada area sekitar pangkal paha.  

10. Kanker

Lymphadenopathy bisa menjadi awal mula dari kanker. Selain kanker getah bening, beberapa jenis kanker yang menunjukkan gejala ini adalah kanker kulit, kanker payudara, dan leukemia.

Penyakit kanker masih bisa dikendalikan pada stadium awal. Itu sebabnya, penting bagi Anda untuk mendeteksinya sedini mungkin.

Diagnosis limfadenopati

Dokter akan memeriksa ukuran dan letak kelenjar limfa yang membengkak. Selain itu, dokter juga bertanya terkait riwayat kesehatan dan gejala yang Anda rasakan.

Untuk menegakkan diagnosis, dokter mungkin akan melakukan beberapa tes medis berikut.

  • Tes darah: pemeriksaan ini akan menunjukkan apakah ada infeksi dalam tubuh atau kondisi medis lainnya yang pasien alami.
  • Tes pencitraan: rontgen (sinar-X), ultrasound (USG), CT-scan, atau MRI membantu menentukan tingkat keparahan dari pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Biopsi kelenjar getah bening: pengambilan sebagian atau seluruh kelenjar getah bening untuk diuji lebih lanjut di laboratorium.

Pengobatan limfadenopati

jenis penyakit katastropik

Dalam beberapa kasus, pembengkakan kelenjar limfa bisa sembuh sendiri tanpa obat-obatan dari dokter. Ini berlaku bila penyebabnya cukup ringan, seperti flu atau keracunan makanan.

Namun, bila limfadenopati ternyata cukup serius dan disebabkan oleh penyakit yang parah, Anda akan membutuhkan pengobatan medis seperti berikut ini.

1. Pengobatan infeksi

Penyakit infeksi bisa ditangani dengan pemberian obat-obatan, seperti antibiotik dan antivirus.

Obat antibiotik membantu menghentikan perkembangbiakan serta infeksi bakteri, sedangkan antivirus membantu meredakan infeksi virus dalam tubuh Anda.

Selain itu, dokter juga dapat memberikan obat untuk meringankan gejala yang timbul. Untuk mendapatkan hasil pengobatan yang terbaik, selalu ikuti anjuran dari dokter.

2. Pengobatan gangguan autoimun

Terkadang, limfadenopati terjadi akibat penyakit autoimun seperti lupus atau rheumatoid arthritis.

Meski penyakit ini tidak dapat disembuhkan secara total, pengobatan membantu mengurangi keparahan gejala dan meredakan pembengkakan pada kelenjar limfa.

3. Pengobatan kanker

Perawatan juga akan diberikan pada pembengkakan kelenjar getah bening yang disebabkan oleh berbagai jenis penyakit kanker.

Tergantung dari jenis kankernya, perawatan yang dapat pasien lakukan meliputi operasi, terapi radiasi (radioterapi), atau kemoterapi.

Perawatan di rumah untuk limfadenopati

Selain pengobatan medis, beberapa perubahan gaya hidup dan perawatan rumahan di bawah ini juga dapat membantu Anda mengatasi limfadenopati.

  • Gunakan kompres hangat untuk meredakan nyeri dan pembengkakan pada tubuh Anda.
  • Minum obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti parasetamol, untuk meredakan rasa sakit dan demam akibat penyakit infeksi.
  • Istirahat yang cukup untuk membantu proses pemulihan.
  • Kumur air garam bila pembengkakan kelenjar pada area leher, telinga, rahang, atau kepala terjadi akibat infeksi pada mulut dan saluran pernapasan.

Apabila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai kondisi ini, konsultasikanlah dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik atas masalah Anda.

Kesimpulan

  • Limfadenopati adalah istilah medis untuk pembengkakan kelenjar getah bening atau kelenjar limfa.
  • Kondisi ini terjadi saat kelenjar getah bening memproduksi banyak sel imun akibat serangan infeksi atau penyakit.
  • Pembengkakan umumnya berkurang dengan sendirinya atau setelah Anda berhasil mengobati penyebabnya.
  • Oleh sebab itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui diagnosis dan perawatan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Catatan

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Klinik Chika Medika


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 18/04/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan