Mononukleosis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu mononukleosis?

Mononukleosis (mononucleosis) adalah infeksi virus Epstein-Barr (EBV). Virus ini termasuk ke dalam kelompok virus herpes. Infeksinya bisa menyebabkan demam, sakit tenggorokan, dan radang kelenjar getah bening di leher. Oleh karena itu, mononukleosis sering disebut sebagai penyakit demam kelenjar.

Virus penyebab mononukleosis dapat menular dengan mudah melalui air liur. Cara penularannya termasuk melalui ciuman, droplet yang dikeluarkan saat penderita bersin atau batuk, dan berbagi peralatan makan dan minum dengan orang yang terinfeksi.

Komplikasi yang paling serius dari mononukleosis adalah pembengkakan limpa. Namun, biasanya kondisi tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya.

Seberapa umumkah penyakit demam kelenjar?

Mononukleosis adalah penyakit yang lebih sering menyerang remaja pada usia 15 hingga 17 tahun. Begitupun dengan dewasa muda, tapi infeksi EBV sebenarnya dapat dialami oleh orang di setiap usia.

Anda dapat mencegah demam kelenjar dengan mengurangi faktor risiko yang ada. Silakan diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala mononukleosis?

Gejala penyakit ini seringkali mirip dengan penyakit flu. Akibatnya, tanda dan gejala demam kelenjar sulit untuk dikenali pada awalnya.

Meski begitu, beberapa tanda dan gejala umum dari penyakit mononukleosis adalah:

Sebagian besar orang yang mengalami mononukleosis mengalami gejala yang ringan. Akan tetapi, mungkin saja ada beberapa tanda atau gejala yang tidak tercantum di atas.

Jika Anda mempunyai kekhawatiran terhadap gejala tertentu, silakan temui dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala yang tercantum di atas, cobalah berkonsultasi dengan dokter. Terutama jika gejala tidak juga mereda dalam waktu lebih dari 4 minggu dan telah menghambat Anda beraktivitas dengan normal.

Selalu konsultasikan dengan dokter Anda untuk mengetahui solusi terbaik untuk kondisi Anda saat ini.

Penyebab

Apa penyebab mononukleosis?

Penyebab mononukleosis adalah virus Epstein-Barr (EBV). Menurut CDC, EBV adalah anggota dari keluarga virus herpes dan merupakan salah satu virus yang paling umum menginfeksi manusia di seluruh dunia. 

Penyakit lain yang disebabkan virus herpes adalah herpes kulit yang menyerang mulut, genital atau herpes zoster (cacar api).

Virus EBV dapat menular melalui kontak langsung dengan air liur dari mulut orang yang terinfeksi dan tidak dapat ditularkan melalui kontak darah.

Anda dapat terpapar virus penyebab demam kelenjar melalui batuk atau bersin, berciuman, atau berbagi makanan atau minuman dengan orang yang menderita demam kelenjar.

Biasanya diperlukan 4 hingga 8 minggu bagi gejala untuk muncul setelah Anda terinfeksi.

Pada remaja dan dewasa, infeksi ini menyebabkan gejala yang dapat diamati pada 35 hingga 50 persen kasus. Pada anak-anak, infeksi virus Eipstein-Barr biasanya tidak menimbulkan gejala sehingga seringkali tidak dapat dikenali.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk mononukleosis?

Saat ini, belum ada informasi yang cukup jelas untuk menentukan faktor apa saja yang dapat meningkatkan risiko terjangkit mononukleosis.

Apabila Anda tidak memiliki faktor risiko, bukan berarti Anda tidak bisa terkena mononukelosis. Kondisi ini menunjukkan Anda berpeluang lebih besar untuk terinfeksi demam kelenjar.

Kelompok yang rentan terpapar virus penyebab mononukleosis adalah:

  • Remaja dan orang dewasa usia 15 hingga 30 tahun
  • Petugas medis
  • Pengasuh
  • Orang yang menggunakan obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh

Diagnosis

Apa saja tes yang dilakukan untuk demam kelenjar?

Dokter akan memeriksa riwayat medis Anda dan memperhatikan kondisi bagian tubuh seperti pada leher, tenggorokan, dan perut.

Dalam pemeriksaan fisik, dokter dapat mencurigai mononukleosis berdasarkan tanda-tanda dan gejala Anda, misalnya berapa lama tanda tersebut telah berlangsung.

Dokter juga akan mencari tanda-tanda seperti pembengkakan kelenjar getah bening, amandel, hati atau limpa, dan mempertimbangkan bagaimana tanda-tanda ini berkaitan dengan gejala yang dialami.

Dokter mungkin akan melakukan tes darah dan tenggorokan untuk memastikan pemeriksaan serta peluang adanya penyakit lain.

Beberapa tes lain yang dapat dilakukan dokter untuk mendiagnosis mononukleosis adalah:

  • Tes antibodi

Jika diperlukan konfirmasi tambahan, tes monospot dapat dilakukan untuk memeriksa antibodi dalam darah untuk Epstein-Barr virus.

Tes skrining ini mengeluarkan hasil dalam satu hari, tetapi mungkin tidak mendeteksi infeksi dalam minggu pertama penyakit ini.

Tes antibodi yang berbeda memerlukan waktu hasil yang lebih lama, tetapi dapat mendeteksi penyakit ini bahkan dalam minggu pertama gejala.

  • Hitung sel darah putih

Dokter dapat menggunakan tes darah lainnya untuk mencari peningkatan jumlah sel darah putih (limfosit) atau limfosit yang terlihat abnormal.

Tes darah ini tidak akan mengonfirmasi penyakit demam kelenjar, tetapi dapat mengusulkan penyakit tersebut sebagai satu kemungkinan.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk mononukleosis?

Tujuan pengobatan mononukleosis adalah untuk meringankan gejala penyakit. Dokter dapat meresepkan obat steroid (prednison) apabila gejala semakin parah.

Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk meringankan gejala mononukleosis adalah:

Anda juga harus menghindari olahraga bila mengalami pembengkakan limpa guna mencegah risiko limpa pecah.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan  untuk mengatasi mononukleosis?

Perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi demam kelenjar adalah:

  • Istirahat dan minum air yang cukup untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.
  • Tanyakan pada dokter berkaitan dengan semua obat yang Anda konsumsi, baik dengan atau tanpa resep.
  • Katakan kepada dokter Anda jika mengalami nyeri pada perut atau bahu.
  • Usahakan untuk menghindari ciuman atau menggunakan alat makan yang sama dengan orang yang terinfeksi.
  • Cuci tangan Anda sesering mungkin
  • Jangan berolahraga hingga benar-benar dinyatakan sembuh
  • Minum obat pereda nyeri yang dijual bebas di apotek, seperti ibuprofen atau paracetamol

Orang sehat yang pernah memiliki riwayat penyakit ini dapat membawa dan menularkan infeksi secara berkala. Meski begitu jangan khawatir, mononukleosis adalah penyakit yang dapat dicegah.

Seseorang yang pernah terinfeksi EBV akan membentuk antibodi untuk melawan infeksi ini. Orang biasanya terkena penyakit ini hanya satu kali dalam hidup. Namun demikian, secara umum mononukleosis jarang terjadi di Indonesia.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Infeksi Cytomegalovirus

Cytomegalovirus (CMV) merupakan virus yang umum menginfeksi. Sekali terinfeksi, virus akan bertahan selamanya, tapi tidak menimbulkan keluhan yang berarti.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan, Tes Kesehatan A-Z 1 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Pemfigoid Bulosa

Pemfigoid Bulosa (bullous pemphigoid) adalah penyakit kulit yang menyerang sistem imun, diawali dengan ruam kemudian berubah menjadi lenting besar.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Mengenal Penyebab Cacar Air, Siapa yang Lebih Berisiko Tertular?

Cacar air disebabkan oleh infeksi virus varicella zoster. Selain anak-anak, beberapa orang dengan kondisi tertentu juga rentan terinfeksi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Infeksi, Herpes 23 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Penyebab Penyakit Herpes Kulit dan Cara Mengatasinya

Penyebab penyakit herpes kulit adalah infeksi virus herpes simpleks dan varicella zoster. Ketahui faktor yang meningkatkan risiko Anda mengalaminya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Infeksi, Infeksi Virus 23 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gatal di selangkangan

8 Penyebab Gatal di Selangkangan dan Cara Ampuh Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
penyakit herpes zoster cacar ular cacar api

Herpes Zoster (Cacar Api/Cacar Ular)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
penyakit herpes

Herpes

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
penyakit cacar air

Cacar Air

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit