Ingin Coba Pelumas Seks? Baca Dulu 4 Fakta Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/11/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bercinta bersama pasangan adalah momen yang sangat berharga. Maka, Anda tentu ingin momen tersebut berjalan dengan sempurna. Namun, kadang ada satu dua hal yang bisa membuat sesi manis Anda dan pasangan jadi kurang memuaskan. Misalnya, vagina yang kering. Di saat-saat seperti inilah Anda dan pasangan sangat membutuhkan pelumas atau lubrikasi khusus untuk seks. Jangan khawatir kalau Anda adalah pemula dalam urusan pakai pelumas seks. Berikut ini telah disiapkan khusus untuk Anda informasi lengkap seputar pelumas.

Buat apa pakai pelumas seks?

Pada dasarnya, vagina bisa memproduksi cairan pelumas secara alami. Akan tetapi, ada berbagai faktor yang memengaruhi produksi cairan alami tersebut. Wanita yang merokok, memasuki masa menopause, atau mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti antidepresi dan obat alergi biasanya mengalami masalah vagina yang kering. Akibatnya, gesekkan yang terjadi saat penetrasi penis ke dalam vagina bisa terasa tak nyaman dan menyakitkan.

Pelumas seks berfungsi untuk mengatasi masalah vagina yang kering. Dengan pelumas seks, penetrasi akan jadi lebih lancar dan tidak menyakitkan bagi pasangan. Namun, beberapa pasangan juga pakai pelumas seks ketika melakukan seks anal (penetrasi dari anus).

Bagaimana cara memakai pelumas seks?

Anda bisa pakai pelumas seks ini dengan berbagai cara, tergantung pada kebutuhan dan kreasi Anda bersama pasangan. Akan tetapi, para ahli menganjurkan pelumas sebaiknya dioleskan tipis-tipis pada penis (atau kondom yang sudah terpasang). Dengan begitu, seluruh bagian penis akan tetap terlindung dari gesekan ketika sudah penetrasi ke dalam vagina atau anus.

Jenis-jenis pelumas seks

Ada berbagai jenis pelumas seks yang tersedia di pasaran. Jenisnya dibedakan dari bahan dasarnya. Berikut adalah jenis-jenis pelumas seks yang bisa Anda coba bersama pasangan.

  • Pelumas air. Yang paling banyak dijual di pasaran saat ini adalah pelumas dengan bahan utama air (water based lubricant). Jenis ini tidak akan merusak kondom dan mudah dibasuh setelah bercinta. Bentuknya seperti gel yang bening. Sayangnya, pelumas ini cepat menguap jadi harus sering-sering dioleskan lagi kalau sesi Anda dan pasangan masih terus berlanjut.
  • Pelumas silikon. Pelumas dari silikon juga bentuknya seperti gel tapi teksturnya lebih licin. Jenis pelumas silikon tidak akan merusak kondom dan lebih tahan lama dibandingkan pelumas air. Namun, pelumas ini agak sulit dibersihkan dan dibasuh setelah bercinta.
  • Pelumas minyak. Anda juga bisa pakai pelumas seks alami yang terbuat dari minyak. Baby oil, minyak kelapa, minyak zaitun, dan minyak jojoba (dibaca hohoba) bisa jadi pilihan Anda. Pelumas ini harganya lebih terjangkau dan mudah dibeli di mana saja. Anda yang punya kulit sensitif bisa menggunakan pelumas minyak. Namun, pelumas dari minyak bisa merusak kondom lateks dan sulit dibersihkan jika menempel pada kain seprai atau pakaian.

Risiko pakai pelumas seks

Pelumas atau lubrikan seks memang bisa menambah bumbu-bumbu intim pada sesi panas Anda dan pasangan. Akan tetapi, perhatikan beberapa risiko kesehatan berikut saat Anda pakai pelumas.

1. Tidak bisa mencegah penularan penyakit kelamin

Jika Anda dan pasangan bercinta tanpa kondom, pelumas tak akan mampu membunuh virus atau bakteri yang hidup di area kemaluan. Maka, Anda tetap berisiko tertular penyakit kelamin seperti klamidia, gonore, dan HIV

2. Infeksi bakteri dan infeksi ragi vagina

Pelumas yang terbuat dari minyak atau mengandung bahan-bahan kimia seperti gliserin bisa mengacaukan pH alami vagina. Padahal, pH vagina diatur sedemikian rupa untuk mencegah tumbuhnya bakteri, virus, ragi, dan jamur. Maka, bahan-bahan asing yang kadar pH-nya berbeda bisa mengganggu keseimbangan bakteri di vagina sehingga infeksi bakteri dan ragi bisa terjadi.

3. Iritasi atau alergi

Beberapa orang sangat sensitif terhadap bahan-bahan kimia asing, terutama di area penis dan vagina. Pakai pelumas seks pun berisiko menyebabkan reaksi alergi atau iritasi. Biasanya gejala yang muncul adalah area kemaluan jadi kemerahan, terasa panas seperti terbakar, terjadi pembengkakan, atau terasa gatal.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Bolehkah Berhubungan Seks Saat Kena Infeksi Saluran Kemih?

    Saat Anda atau pasangan memiliki infeksi saluran kemih, apakah artinya Anda berdua harus stop berhubungan seks? Cari tahu selengkapnya pada artikel ini

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Urologi, Urologi Lainnya 07/08/2020 . Waktu baca 5 menit

    7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

    ISK diakibatkan oleh bakteri yang biasanya lebih sering menyerang perempuan. Cari tahu obat dan cara alami sembuhkan infeksi saluran kencing.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Urologi, Urologi Lainnya 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit

    Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

    Anyang-anyangan alias infeksi saluran kencing membuat Anda sering kebelet dan terasa sakit saat buang air kecil. Apa saja penyebab infeksi saluran kencing?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Urologi, Urologi Lainnya 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

    Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

    Hati-hati, tidak menjaga kesehatan kandung kemih membuat Anda rentan kena berbagai gangguan sistem kemih seperti infeksi saluran kencing hingga kanker.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    sarang nyamuk

    4 Tips Mencegah Rumah Menjadi Sarang Nyamuk

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 13/08/2020 . Waktu baca 4 menit
    bibir gatal

    7 Penyebab Bibir Hitam untuk Anda yang Tidak Merokok

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
    Masturbasi Saat Hamil

    Masturbasi Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
    ukuran penis

    Apakah Ukuran Penis Berpengaruh Terhadap Kepuasan Seksual?

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 11/08/2020 . Waktu baca 4 menit