Tahapan Stadium HIV dan Lama Waktu Infeksi di Dalam Tubuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Tahukah Anda berapa lama masa infeksi virus HIV? Infeksi HIV biasanya tidak langsung menimbulkan gejala serius. Adanya masa infeksi HIV akan terdiri dari beberapa stadium yang ditandai dengan tingkat keparahan gejala berbeda.

Pada masa awal infeksi, HIV mungkin belum bisa terdeteksi dalam pemeriksaan. Kondisi ini dikenal juga dengan masa atau periode jendela (window period of HIV). Lantas, berapa lama masa jendela HIV sampai infeksi virus bisa terdeteksi?

Pengertian masa jendela HIV

HIV (human immunodeficiency virus) dikenal bisa menyebabkan infeksi berbahaya karena menyerang sistem kekebalan tubuh.

Masa atau periode jendela HIV (window period of HIV) adalah rentang waktu yang dibutuhkan virus untuk membentuk antibodi dalam darah sampai infeksi virus terdeteksi di dalam tubuh.

Masa jendela HIV penting diketahui untuk menentukan kapan waktu tes yang tepat sehingga bisa memperoleh hasil diagnosis HIV yang akurat.

Biasanya, masa jendela HIV berlangsung selama 10 hari hingga 3 bulan sejak paparan awal sampai bisa terdeteksi oleh tes HIV.

Berapa lama periode jendela ini tergantung dari jenis tes HIV yang dijalani.

Pasalnya, masing-masing tes HIV memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda dalam mendeteksi virus.

Hal ini dipengaruhi oleh berapa lama masa infeksi HIV berlangsung.

Ambil contoh, tes antibodi cepat yang memiliki 3 bulan periode jendela (window period of HIV). Artinya, tes bisa mendeteksi antibodi dari virus setelah 3 bulan terinfeksi HIV.

Sementara itu, hasil tes HIV dari kombinasi antigen maupun tes RNA memiliki periode jendela HIV yang lebih cepat.

Tes kombinasi dapat mendeteksi keberadaan antibodi setelah 20-45 hari infeksi awal, sedangkan pada tes RNA hasil akurat bisa didapatkan setelah 10-14 hari dari infeksi pertama kali.

Berapa lama masa infeksi HIV berlangsung?

Ilustrasi Infeksi oportunistik HIV

HIV (human immunodeficiency virus) adalah jenis virus yang menyerang sel CD4 dalam sistem imun.

Sel CD4 atau dikenal juga dengan sel T adalah sejenis sel darah putih yang berfungsi melindungi tubuh dari infeksi.

Ketika membicarakan berapa lama masa yang dibutuhkan HIV untuk mulai memicu infeksi dalam tubuh, jawaban umumnya adalah kurang lebih 72 jam setelah paparan pertama.

Namun, saat sudah terinfeksi HIV, tubuh tidak langsung merespons virus dengan memunculkan gejala. 

Pada umumnya, Anda akan lebih dulu mengalami masa inkubasi virus.

Berapa lama masa infeksi HIV sebenarnya dimulai dari masa inkubasi dalam satu siklus hidup virus yang berlangsung pada 7 tahapan.

Menurut National Institute of Health dan HIV.gov, ketujuh tahapan dalam siklus hidup virus HIV meliputi:

1. Pengikatan (penempelan)

Fase awal siklus hidup virus HIV diawali dengan masa inkubasi atau masa ketika virus belum aktif memperbanyak diri dan merusak sel dalam sistem imun.

Selama fase ini, virus HIV akan menempel pada reseptor dan membentuk ikatan di permukaan sel CD4.

Berapa lama masa infeksi HIV pada fase awal ini sebetulnya tidak lebih dari 30 menit. Tiga puluh menit adalah lama dari masa hidup sel CD4.

2. Penggabungan

Setelah menempel pada reseptor di permukaan sel inang, virus kemudian akan meleburkan diri.

Selama masa inkubasi virus, selubung virus (amplop) HIV dan membran sel CD4 bergabung kemudian virus HIV pun masuk ke dalam sel CD4.

Berapa lama masa infeksi HIV di tahap ini biasanya berlangsung sampai virus melepaskan material genetiknya seperti RNA ke dalam sel inang.

3. Reverse transcription

Masa infeksi virus HIV dalam fase penggabungan akan selesai setelah mengikuti berapa lama proses reverse transcription.

Fase reverse transcription masih termasuk ke dalam masa inkubasi virus HIV.

Di dalam sel CD4, HIV melepas dan menggunakan transkriptase terbalik di mana enzim dari HIV mengubah materi genetik yang disebut RNA HIV menjadi DNA HIV.

Lama masa infeksi HIV yang melibatkan perubahan dari RNA HIV menjadi DNA HIV akan berakhir ketika HIV masuk ke dalam nukleus sel CD4.

Infeksi HIV tersebut kemudian bergabung dengan materi genetik sel yang disebut sel DNA.

4. Penyatuan (integrasi)

Masa inkubasi HIV masih tetap berlangsung sampai terjadinya masa integrasi.

Berhentinya masa inkubasi virus HIV di dalam nukleus sel CD4 ditandai ketika HIV menghasilkan enzim yang disebut integrase.

Enzim ini menggabungkan DNA viral menjadi DNA dari sel CD4 disebut provirus.

Berapa lama masa infeksi HIV pada fase provirus belum bisa ditentukan karena provirus belum aktif memproduksi virus HIV baru selama beberapa tahun ke depan.

5. Replikasi

Begitu bersatu dengan DNA sel CD4 dan aktif bereplikasi, HIV mulai menggunakan CD4 untuk menghasilkan rantai panjang protein.

Rantai protein HIV merupakan blok pembangun untuk virus bereplikasi membentuk virus HIV lainnya.

Lama masa infeksi HIV pada fase replikasi akan berlangsung sampai tahap perakitan.

6. Perakitan

Berapa lama masa infeksi HIV pada fase perakitan ditentukan saat rantai panjang protein HIV terputus menjadi ukuran protein yang lebih kecil.

Infeksi HIV selanjutnya memperlihatkan protein HIV yang baru beserta RNA HIV berpindah ke permukaan sel dan menjadi HIV yang belum matang (tidak menular).

7. Bertunas

HIV yang baru dan belum matang menembus sel CD4. HIV yang baru menghasilkan enzim HIV yang disebut protease.

Protease berperan untuk memecah rantai panjang protein yang membentuk virus yang belum matang.

Protein HIV yang lebih kecil berkombinasi untuk membentuk HIV yang matang.

Masa infeksi HIV dalam periode bertunas ini berlangsung hingga virus HIV yang baru bisa menginfeksi sel-sel lainnya.

Perkembangan infeksi HIV sesuai stadium penyakit

demam HIV

Tahapan stadium penyakit umumnya mencerminkan berapa lama masa infeksi HIV di dalam tubuh.

Setiap stadium menandakan perkembangan infeksi virus yang diikuti dengan kemunculan gejala HIV yang berbeda, yakni:

1. Stadium HIV awal (infeksi akut)

Stadium HIV awal adalah kondisi yang juga disebut sebagai infeksi HIV akut yang terjadi antara 2-4 minggu setelah infeksi awal.

Perkembangbiakan virus terjadi secara cepat dan tidak terkendali pada minggu-minggu awal Anda tertular HIV.

Itu kenapa pada stadium awal, tubuh orang yang terinfeksi HIV biasanya mengandung viral load HIV dalam jumlah yang sangat banyak.

Terlepas dari sudah berapa lama masa infeksi HIV berlangsung selama stadium ini, Anda akan dengan sangat mudah menularkan virus HIV pada orang lain kapan saja.

2. Stadium laten klinis (infeksi HIV kronis)

Setelah masa infeksi HIV di stadium awal, virus akan tetap aktif dalam tubuh tapi tidak menunjukkan gejala atau hanya bergejala ringan.

Tahap ini juga disebut dengan tahap asimtomatik yang artinya tanpa gejala.

Menurut HIV.gov, infeksi HIV kronis pada stadium laten klinis atau HIV kronis dapat berlangsung selama 10 sampai 15 tahun.

Meski tanpa gejala, virus HIV justru semakin menyerang sel imun untuk mengembangkan komplikasi lebih lanjut.

3. Stadium HIV lanjut (AIDS)

Stadium HIV lanjut adalah puncak di mana sistem kekebalan tubuh melemah atau rusak total akibat virus HIV.

Di fase ini, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) memiliki viral load yang tinggi. 

Pada stadium HIV lanjut, jumlah CD4 mengalami penurunan drastis hingga di bawah 200 sel per milimeter kubik darah.

Normalnya, jumlah CD4 sekitar 500 sampai 1.600 sel per milimeter kubik darah.

Masa infeksi HIV selama stadium akhir biasanya berlangsung setidaknya 10 tahun atau lebih hingga mengembangkan infeksi oportunistik jika tidak diobati.

Infeksi oportunistik adalah bentuk komplikasi HIV yang disebabkan oleh jamur atau bakteri yang mengambil keuntungan dari sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Kondisi ini menandakan bahwa HIV telah berkembang menjadi penyakit AIDS.

Mengendalikan penyakit HIV/AIDS dengan obat-obatan ARV di setiap stadium sangat penting untuk menjaga kualitas hidup pasien.

Selain menghambat masa infeksi HIV, obat-obatan HIV juga mengurangi risiko penularan HIV.

Dengan memahami lebih dalam mengenai berapa lama masa infeksi HIV, Anda bisa mengetahui kapan sebaiknya melaksanakan tes HIV ataupun menjalani pengobatan.

Jika Anda termasuk orang yang berisiko, seperti melakukan hubungan seksual atau berbagi jarum suntik dengan orang yang terinfeksi, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk memperoleh penanganan yang tepat.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengetahui Status HIV dari Hasil Tes Negatif, Reaktif, dan Positif

Hasil tes HIV bisa menunjukkan hasil positif, negatif, positif palsu, atau negatif palsu. Apakah hasil tes HIV negatif menentukan Anda bebas dari HIV?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
HIV/AIDS, Kesehatan Seksual 26 April 2018 . Waktu baca 7 menit

Apa yang Terjadi Ketika Kita Terkena AIDS?

AIDS adalah penyakit yang muncul akibat infeksi HIV. Pengidap HIV yang terjangkit AIDS biasanya dapat bertahan hidup sekitar 3 tahun jika tidak berobat.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
HIV/AIDS, Kesehatan Seksual 10 November 2016 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tes pemeriksaan HIV

4 Jenis Tes HIV yang Mungkin Dianjurkan Dokter, Plus Siapa Saja yang Perlu

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
infeksi virus penyakit HIV AIDS

HIV dan AIDS (HIV/AIDS)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit
tes VCT 90 hari untuk mendeteksi HIV

Tes VCT

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
demam HIV

Apa Saja Penyebab Demam HIV dan Berbahaya Atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Juli 2018 . Waktu baca 5 menit