5 Penyakit Kronis Ini Mengintai Pria dan Wanita Dengan Cara yang Berbeda

    5 Penyakit Kronis Ini Mengintai Pria dan Wanita Dengan Cara yang Berbeda

    Tak hanya dari segi fisik saja, nyatanya beberapa penyakit yang menyerang pria dan wanita juga menimbulkan efek yang berbeda. Ya, dampak dari penyakit kronis yang terjadi pada pria maupun bisa sangat jauh berbeda. Hal ini juga bisa memengaruhi keparahan dari penyakit kronis yang diderita. Lantas, jenis penyakit apa saja yang memiliki cara kerja dan pengaruh yang berbeda pada wanita dan pria?

    Berbagai penyakit kronis

    1. Stroke

    Data dari Kemenkes RI menunjukkan bahwa sekitar 8 dari 1000 orang penduduk Indonesia terserang stroke. Bahkan, setiap tujuh orang yang meninggal, maka satu diantaranya dikarenakan oleh penyakit kronis ini. Umumnya, faktor risiko stroke tidak berbeda antara wanita dengan pria.

    Hanya saja, ada segelintir faktor yang terjadi pada wanita, tapi tidak dialami oleh pria. Misalnya seperti konsumsi pil KB, kehamilan, penggunaan terapi penggantian hormon, hingga penumpukan lemak di pinggang. Alasan-alasan tersebut yang memperkuat mengapa kebanyakan kasus stroke menimpa wanita dibandingkan dengan pria.

    2. Penyakit jantung

    penyakit terbanyak di Indonesia

    Menurut data survei sample registration system (SIRS), penyakit jantung menduduki peringkat teratas sebagai salah satu penyebab kematian terbanyak di Indonesia setelah stroke. Namun, pria punya risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit jantung di usia muda ketimbang wanita.

    Penyakit jantung pada wanita biasanya muncul lebih lambat karena pengaruh proteksi dari hormon estrogen. Hormon ini dapat menjaga kadar kolesterol wanita sehingga menurunkan faktor risiko utama penyakit jantung. Perbedaan bentuk tubuh juga menjadi faktor penentu selanjutnya.

    Wanita umumnya memiliki tubuh berbentuk buah pir, dengan penumpukan lemak yang banyak terjadi di area pinggul dan paha. Sementara pria seringnya memiliki bentuk tubuh seperti apel, sehingga lemak banyak menumpuk di bagian tengah tubuh. Inilah mengapa risiko penyakit jantung pada pria lebih besar.

    Mehran Movassaghi MD, seorang ahli urologi dan spesialis kesehatan pria di Providence Saint John’s Health Center in Santa Monica, California, turut menambahkan hal ini. Menurutnya, wanita pasca menopause biasanya mengalami perubahan yang tidak normal pada bentuk otot jantung, yang dikenal sebagai kardiomiopati takotsubo. Kondisi ini tentu kecil kemungkinannya untuk dialami pria karena tidak mendapatkan menopause.

    3. Osteoporosis

    makan gula bisa osteoporosis

    Seperti yang mungkin sudah Anda tahu, osteoporosis adalah penyakit kronis menyerang pria dan wanita di kelompok usia lanjut. Namun, sudah tahukah Anda kalau wanita punya risiko yang lebih besar daripada pria? Ini karena hormon estrogen yang bertugas memberikan efek perlindungan terhadap kepadatan tulang, akan berangsur-angsur menurun saat memasuki masa menopause.

    Akibatnya, tulang pun kehilangan kepadatan yang membuatnya mudah rapuh, tutur Michael Guma, DO, selaku ahli reumatologi di North Arlington, New Jersey. Selain itu, struktur tulang wanita yang lebih kecil daripada pria juga menjadi faktor penyebab osteoporosis lainnya.

    4. Diabetes

    merawat anak diabetes di sekolah

    Penyakit kronis yang menimbulkan dampak yang berbeda pada pria dan wanita adalah diabetes. Mengutip dari laman Berita Satu, hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan bahwa risiko obesitas lebih banyak terjadi pada wanita daripada pria.

    Secara tidak langsung, peningkatan angka kejadian obesitas pada wanita, turut menyumbang kenaikan risiko wanita mengalami penyakit diabetes mellitus.

    5. Kanker kulit

    ciri kanker kulit pada anak kanker kulit melanoma

    Kanker kulit sebenarnya dapat dialami oleh semua kelompok usia dan jenis kelamin. Meski begitu, pria ternyata punya kemungkinan dua kali lebih besar untuk mengalami penyakit kronis ini ketimbang wanita.

    Menurut Jerome Garden, M.D, sebagai direktur dari Physicians Laser and Dermatology Institute di Chicago, Amerika Serikat, pria lebih sering berada di bawah sinar matahari dalam waktu lama. Entah untuk bekerja maupun melakukan aktivitas lainnya.

    Terlebih, pria cenderung tidak acuh dengan penggunaan tabir surya atau alat pelindung kulit lainnya. Berbeda dengan wanita yang lebih aktif melakukan perawatan ini itu demi mendapatkan kulit impian. Lokasi serangan kanker kulit pada pria dan wanita pun berbeda. Kepala dan telinga merupakan beberapa sasaran kanker kulit yang dialami pria, sementara wanita lebih sering mengalaminya di kaki.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Yusra Firdaus


    Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri · Tanggal diperbarui 23/11/2020

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan