9 Penyakit Kelamin yang Mungkin Anda Miliki Tanpa Pernah Disadari

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Penyakit kelamin tidak selalu pasti menimbulkan gejala yang kasat mata. Beberapa macam penyakit kelamin bisa sama sekali tidak bergejala sehingga Anda tidak pernah sadar sebenarnya sudah mengidap penyakit ini sejak lama, sampai pada akhirnya mengalami komplikasi serius. Hal ini dapat meningkatkan risiko penularan penyakit pada orang lain. Itulah mengapa dokter dan ahli kesehatan menyebut penyakit kelamin sebagai “epidemi tersembunyi.”

Beberapa macam penyakit kelamin yang umum tapi tidak bergejala

1. Trikomoniasis

Salah satu macam penyakit kelamin yang tidak menimbulkan gejala adalah trikomoniasis. Seseorang dapat hidup sementara terinfeksi parasit Trichomonas vaginalis selama bertahun-tahun, tanpa mengetahui bahwa ia sakit.

Ketika muncul, gejalanya pun terasa samar dan sering disalahpahami sebagai gejala dari penyakit lain. Gejala paling umum dari trikomoniasis adalah keputihan berbau busuk untuk wanita dan keluar cairan asing berbau dari penis untuk pria.

Wanita dan pria juga bisa sama-sama mengalami gatal-gatal pada organ intim, sensasi perih dan terbakar saat kencing, atau sakit selama berhubungan seks.

2. Mono (mononukleosis)

Mono alias mononukleosis adalah infeksi virus yang diakibatkan oleh EBV (Epstein-Barr Virus). Infeksi ini tidak umum menular melalui alat kelamin dan cairan organ intim, melainkan dari pertukaran liur saat berciuman.

Hampir sebagian besar kasus mono tidak disertai gejala khas, kecuali keluhan “tidak enak badan” yang termasuk capek dan pegal linu, panas dingin, dan demam ringan. Sekilas, rangkaian gejala ini mirip sakit flu biasa atau bahkan dikira gejala masuk angin, sehingga sering disepelekan.

3. Infeksi parasit usus

Infeksi parasit usus adalah macam penyakit kelamin yang ditularkan lewat paparan feses yang berpindah dari satu orang ke lainnya saat seks anal, seks oral, atau seks oral-anal (rimming).

Feses manusia mengandung miliaran parasit dan bakteri hasil buangan sisa makanan. Salah satunya adalah E. histolytica, parasit penyebab Amebiasis.

Orang-orang yang menjadi “induk” asal dari parasit ini dalam ususnya mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun, tetapi mereka dapat menularkan parasit pada pasangan seks mereka.

Masa inkubasi parasit di inang yang baru rata-rata berkisar 2-4 minggu dari paparan awal sampai gejala muncul. Gejala infeksi parasit ini umunya termasuk mual, sakit perut, diare, kram perut, penurunan berat badan, dan muntah-muntah.

Infeksi E. histolytica paling sering ditemukan pada pria gay, tapi tidak menutup kemungkinan pasangan heteroseksual juga bisa terjangkit infeksi ini jika tidak menerapan prinsip seks aman.

4. Molluscum contagiosum

Moluskum kontagiosum (Molluscum contagiosum) adalah macam penyakit kelamin yang disebabkan oleh poxvirus. Selain lewat hubungan seks tanpa kondom, penyakit ini juga dapat menular lewat kontak kulit biasa seperti pinjam-meminjam baju atau handuk mandi.

Gejala paling umum dari moluskum kontagiosum adalah kemunculan kutil kelamin yang awalnya berbentuk lesi lunak dan terasa gatal. Infeksi ini umumnya tidak diikuti oleh gejala sistemik lain mengikuti, seperti demam, mual, atau tidak enak badan. Itu kenapa seseorang bisa hidup tahunan tanpa menyadari bahwa mereka sudah terinfeksi.

5. HPV

Human papilloma virus (HPV) adalah salah satu macam penyakit kelamin yang paling umum. Sayangnya tidak semua orang otomatis akan langsung memperlihatkan gejala infeksi HPV.

Anda sangat mungkin terpapar virus HPV tanpa merasakan gejala sedikit pun bahkan setelah bertahun-tahun. Pertumbuhan kulit kelamin adalah gejala yang paling mudah terdeteksi, tapi lagi-lagi banyak juga orang yang tidak memilikinya.

Meski tak bergejala bukan berarti Anda terbebas dari risikonya. Beberapa jenis virus HPV dapat menyebabkan kanker serviks.

6. Klamidia

Klamidia adalah salah satu penyakit kelamin yang paling umum terjadi pada wanita di bawah 25 tahun.

Gejala mungkin muncul pertama kali dalam beberapa minggu setelah berhubungan seks dengan partner seks yang positif terinfeksi, seperti keputihan berbau dan sensasi panas saat buang air kecil. Sangat mudah untuk mengganggap gejala-gejala ini sebagai ciri infeksi jamur atau bacterial vaginosis.

Perdarahan vagina di luar siklus menstruasi, nyeri punggung bawah, dan rasa sakit saat berhubungan seks juga merupakan gejala potensial dari klamidia.

Bagi wanita, konsekuensi dari klamidia akan jauh lebih serius. Jika tidak diobati, klamidia dapat menyebar ke rahim, mengakibatkan infeksi peradangan panggul (PID). Untuk pria, klamidia jarang berkembang menjadi kondisi yang lebih parah, namun mereka dapat menularkannya kepada pasangannya.

7. Gonore

Gonore adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh infeksi bakteri gonococcus atau neisseria gonorrhoeae. Sama dengan klamidia, gonore umum terjadi pada wanita yang aktif secara seksual di bawah usia 25 tahun.

Lebih dari 50% orang yang terinfeksi gonore tidak menunjukkan tanda dan gejala apa pun. ini. Ini berarti ada begitu banyak orang di seluruh dunia yang hidup terinfeksi gonore tanpa pernah sadar mereka sakit.

Gejala gonore mirip dengan klamidia, yaitu perdarahan vagina di luar jadwal menstruasi, keputihan berbau busuk, dan nyeri saat berkemih atau saat seks.

Gonore yang terlambat didiagnosis dan diobati dapat meningkatkan risiko wanita mengalami radang panggul (PID dan kerusakan lanjut pada organ reproduksi. Infeksi ini juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena HIV hingga infeksi fatal yang menyerang darah, otak, jantung, dan persendian.

8. Herpes genital

Herpes adalah macam penyakit kelamin yang gejala utamanya adalah kemunculan bintil merah kecil yang melepuh dan terasa perih. Selain di area intim, bintil merah juga dapat muncul di sekitar bibir dan mulut apabila Anda tertular herpes dari seks oral. Beberapa orang juga mungkin merasa gatal saat buang air kecil.

Namun, lagi-lagi tidak semua orang yang terinfeksi akan mengalami gejala. Bahkan diperkirakan sekitar 90% kasus herpes simpleks 2 (HSV-2) tidak pernah terdiagnosis.

Herpes akan sangat menular saat ada luka terbuka di kulit, namun juga tetap bisa menyebar saat tidak ada satu pun luka yang hadir. Plus, kondom tidak akan selalu melindungi Anda dari herpes jika virus hadir pada kulit yang terpapar di luar kondom.

9. Sipilis

Sipilis atau sifilis atau raja singa adalah penyakit menular seksual yang dapat memiliki konsekuensi fatal.

Infeksi ini disebabkan oleh bakteri spiral bernama Treponema pallidum yang dapat hidup di mana saja dalam tubuh dan menyebar dengan cepat. Sangat mudah untuk hidup dengan sipilis selama bertahun-tahun lamanya tanpa menyadari bahwa Anda sudah terjangkit.

Banyak tanda-tanda dan gejala sipilis yang mirip dengan penyakit lain. Pada awalnya Anda mungkin hanya menyadari kemunculan luka tanpa sebab di area genital, sekitar mulut, atau juga di tangan meski jarang. Luka tersebut bisa bertumbuh menjadi mirip bisul atau kutil yang tidak terasa sakit dan bisa mengeluarkan cairan jika pecah. Namun, lesi akan menghilang dengan sendirinya setelah enam minggu.

Ciri sipilis lainnya adalah keluhan “tidak enak badan” mirip gejala flu, seperti demam, sakit tenggorokan, ngilu tulang, dan sakit kepala.

Sifilis dapat dengan mudah disebut sebagai salah satu penyakit menular seksual terburuk yang bisa dimiliki oleh wanita hamil, karena hampir selalu menyebabkan bayi lahir mati atau keguguran selain masalah kesehatan serius lainnya.

Jika tidak diobati atau ditangani hanya saat stadium akhir, sifilis menyebabkan kerusakan saraf dan kardiovaskular yang tidak bisa dipungkiri, termasuk penyakit jantung, kebutaan, dan kelumpuhan.

Penting untuk tes penyakit kelamin

Banyak macam penyakit kelamin tidak bergejala, namun memiliki konsekuensi fatal yang dapat mengancam nyawa. Maka dari itu, sangatlah penting untuk memeriksakan diri ke dokter untuk menjalani tes penyakit kelamin apabila Anda baru saja berhubungan seks tanpa kondom dan curiga mengalami gejala-gejala yang tidak biasa.

Umumnya, waspadailah jika Anda merasa sedikit saja gatal atau panas di area genital, melihat timbulnya ruam atau benjolan tanpa sebab yang mungkin juga tiba-tiba hilang, merasakan sakit saat buang air kecil, atau mengalami nyeri punggung saat berhubungan seks.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca