home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Penyebab dan Berbagai Faktor Risiko Kanker Serviks Pada Wanita

Penyebab dan Berbagai Faktor Risiko Kanker Serviks Pada Wanita

Kanker serviks adalah satu dari beberapa jenis penyakit kanker, yang tepatnya menyerang bagian serviks atau leher rahim wanita. Jenis kanker yang satu ini termasuk yang cukup umum terjadi. Untuk mengurangi faktor risiko yang Anda miliki, penting bagi Anda mengetahui hal apa saja yang bisa menjadi penyebab munculnya kanker serviks. Selain itu, adanya satu atau lebih faktor risiko juga dapat meningkatkan potensi Anda mengalami kanker serviks. Mari simak informasi lengkapnya di bawah ini.

Apa penyebab kanker serviks?

mitos yang salah tentang kanker serviks

Serviks alias leher rahim merupakan bagian terendah dari rahim (uterus) wanita, sehingga bisa dikatakan sebagai penghubung antara rahim dengan vagina. Pertumbuhan kanker serviks dimulai dari adanya sel-sel tidak normal (abnormal) di dalam serviks.

Sel-sel tersebut kemudian tumbuh dan berkembang dengan cepat serta tidak terkendali. Akibatnya, sel-sel abnormal akan berkembang dan membentuk suatu tumor pada serviks. Tumor inilah yang nantinya dapat berkembang dan menjadi penyebab kanker leher rahim.

Bukan di dalam serviks saja, tumor yang berpotensi menjadi penyebab kanker ini juga dapat tumbuh sampai ke jaringan leher rahim yang lebih dalam, bahkan menyebar ke berbagai organ tubuh lainnya (metastasis). Ambil contohnya seperti paru-paru, hati, kandung kemih, serta vagina.

Penyebab kanker serviks tidak bisa disepelekan. Pasalnya, kanker serviks menempati urutan ke-4 sebagai salah satu penyakit kanker yang paling sering terjadi pada wanita, menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Oleh karenanya, Anda harus terus berhati-hati dengan segala kondisi yang berpotensi menjadi penyebab dari kanker ini.

Namun, yang kerap kali menjadi pertanyaan yakni mengenai penyebab kanker itu sendiri. Pada sebagian besar kasus, kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (human papilloma virus).

Jenis virus HPV yang menjadi penyebab kanker serviks

Ada sekitar 100 jenis virus HPV, tapi hanya jenis tertentu yang bisa menjadi penyebab kanker serviks. Dua jenis virus HPV paling umum yang menjadi penyebab kanker serviks yakni HPV-16 dan HPV-18.

Singkatnya, bisa dikatakan bahwa HPV adalah sekelompok virus, dan bukan satu jenis virus saja. Virus HPV pada umumnya tersebar melalui hubungan seksual. Misalnya terjadi kontak langsung antara kulit kelamin, membran mukosa atau pertukaran cairan tubuh, dan melalui seks oral.

Pada tahun 2012, WHO menyatakan terdapat lebih dari 270 ribu kasus kematian pada penduduk wanita akibat penyakit kanker. Sedangkan jumlah kasus baru kanker serviks berjumlah hampir 445 ribu pada tahun 2012.

Semua wanita dari berbagai usia berisiko terkena kanker serviks. Namun, penyakit ini cenderung dialami wanita yang aktif secara seksual, termasuk wanita muda berusia 20-an yang sudah aktif berhubungan seksual.

Penting untuk dipahami terlebih dahulu. Terinfeksi virus HPV bukan berarti Anda akan langsung terkena kanker serviks. Sistem kekebalan tubuh yang bertugas untuk memerangi masuknya virus HPV.

Tidak semua infeksi virus HPV akan menjadi penyebab kanker ini. Kadang kala, ada juga virus HPV yang tidak menimbulkan gejala apa pun.

Anda mungkin menemukan adanya kutil kelamin, maupun kelainan abnormal lainnya pada kulit. Bahkan, virus HPV tidak hanya dapat menjadi penyebab dari kanker leher rahim.

Virus HPV juga dapat mengakibatkan berbagai penyakit kanker lainnya, baik pada pria maupun wanita. Mulai dari kanker pada vagina, kanker penis, kanker dubur, kanker tenggorokan, kanker lidah, dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, jika Anda mulai merasakan berbagai gejala kanker serviks, misalnya keputihan yang tidak normal, tidak ada salahnya untuk memeriksakan ke dokter untuk mencari tahu penyebabnya. Jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter, pasalnya semakin lama pengobatan terhadap kanker serviks dilakukan, stadium kanker serviks mungkin menjadi lebih parah.

Apa saja faktor risiko kanker serviks?

kanker serviks diturunkan

Di samping virus HPV yang menjadi penyebab kanker serviks, ada beberapa faktor risiko lainnya yang turut dapat memperbesar peluang seorang wanita mengalami kanker serviks.

Faktor risiko ini bisa dari berbagai hal. Baik karena lingkungan, maupun gaya hidup yang tidak sehat. Tanpa adanya salah satu atau beberapa faktor risiko kanker serviks, seorang wanita mungkin tidak mengalami penyakit ini.

Berikut beragam faktor risiko kanker serviks:

1. Memiliki kebiasaan bergonta-ganti pasangan seks

Hobi bergonta-ganti pasangan saat melakukan hubungan seksual menempatkan Anda pada risiko tinggi untuk terinfeksi virus HPV yang berujung menjadi penyebab kanker serviks. Semakin banyak jumlah orang yang pernah melakukan hubungan seksual dengan Anda maupun pasangan Anda, akan semakin besar pula peluang Anda untuk terkena virus HPV.

Secara tidak langsung, hal inilah yang kemudian bisa menjadi penyebab munculnya kanker serviks atau leher rahim pada tubuh Anda.

2. Melakukan seks terlalu dini

Selain karena memiliki banyak pasangan dalam berhubungan seks, aktivitas seksual yang dilakukan terlalu dini ternyata juga bisa memperbesar risiko Anda terserang virus HPV yang nantinya akan menjadi penyebab kanker serviks.

Mengapa hal ini bisa menjadi penyebab kanker serviks? Pasalnya, pada umur yang masih cukup dini, struktur organ reproduksi termasuk serviks lebih rentan terhadap infeksi HPV. Anak akan jauh lebih mudah mengidap virus yang bisa menjadi penyebab kanker serviks ini jika anak remaja tidak mendapatkan vaksinasi HPV.

3. Merokok

Rokok bukan hanya menyebabkan orang yang mengisapnya terpapar bahan kimia penyebab kanker paru-paru maupun kanker lainnya, termasuk serviks. Namun, orang-orang yang berada di sekitar perokok aktif juga memiliki risiko yang sama untuk terpapar zat berbahaya tersebut. Masalahnya, zat ini berpotensi menjadi penyebab Anda mengalami kanker leher rahim.

Zat berbahaya yang ada di dalam rokok akan diserap ke dalam paru-paru, dan dibawa ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Tak heran jika kebiasaan ini meningkatkan risiko wanita mengalami kanker serviks.

Hal ini dikarenakan zat berbahaya yang ada di dalam rokok menjadi penyebab rusaknya DNA pada sel serviks, yang kemudian berpotensi mengembangkan penyebab dari kanker leher rahim.

Tidak berhenti sampai di situ, merokok juga dapat membuat sistem kekebalan tubuh menjadi kurang efektif guna memerangi infeksi virus HPV. Oleh karena itu, jika memiliki kebiasaan ini, segeralah berhenti dan lakukan deteksi dini kanker serviks, misalnya pap smear atau tes IVA untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda.

4. Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah

Tubuh setiap orang dilengkapi dengan sistem kekebalan atau sistem imun yang bertugas untuk memerangi berbagai virus, termasuk virus HPV. Ketika sistem imun tubuh lemah, otomatis akan memudahkan virus HPV untuk masuk dan berkembang di dalam.

Biasanya, sistem imun tubuh yang lemah lebih rentan dialami oleh orang yang mengalami penyakit HIV/AIDS. HIV merupakan kependekan dari human immunodeficiency virus, yang juga dapat menyebabkan terjadinya AIDS.

Wanita yang mengalami penyakit HIV/AIDS memiliki kekebalan tubuh yang lemah. Itu sebabnya, mereka bisa sangat rentan terinfeksi berbagai macam virus pernyakit, tak terkecuali virus HPV.

Bahkan pada wanita dengan HIV, waktu perkembangan virus HPV bisa cenderung lebih cepat.

5. Mengalami infeksi menular seksual lain

Jika sebelumnya Anda sudah terkena penyakit infeksi menular, risiko Anda bisa semakin tinggi untuk mengalami kanker serviks. Meski bukan penyebab utama, tapi mengalami penyakit menular seksual akan lebih memudahkan infeksi virus HPV, yang memicu perkembangan sel-sel abnormal yang menyebabkan kanker leher rahim.

Salah satu contoh penyakit menular seksual misalnya klamidia. Klamidia merupakan jenis bakteri yang dapat menimbulkan infeksi pada sistem reproduksi. Bakteri yang satu ini biasanya menular melalui kontak seksual.

Namun sayangnya, infeksi klamidia yang dialami oleh seorang wanita kadang tidak menimbulkan gejala yang mencolok. Terkadang seorang wanita tidak tahu kalau dirinya tengah mengalami klamidia sampai dilakukan pemeriksaan.

Selain klamidia, masi ada penyakit menular seksual lainnya yang bisa menjadi penyebab kanker serviks, yakni gonore dan sifilis.

6. Menggunakan pil KB jangka panjang

Minum pil KB dalam jangka waktu lama, khususnya lebih dari 5 tahun, dapat menjadi salah satu penyebab Anda mengalami kanker serviks. Risiko dari kondisi ini biasanya akan semakin meningkat seiring dengan semakin lamanya Anda menggunakan kontrasepsi oral atau pil KB.

Namun setelah tidak lagi menggunakan pil KB, risiko ini bisa menurun. Bahkan, kondisinya dapat kembali normal setela berhenti dari pil KB selama sekitar 10 tahun.

Sebagai solusi terbaiknya, coba konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan kontrasepsi oral. Apalagi jika Anda memiliki satu atau lebih faktor risiko kanker serviks.

7. Memiliki riwayat keluarga pernah terkena kanker serviks

Tidak menutup kemungkinan, peluang Anda mengalami kanker serviks juga bisa menurun di dalam keluarga. Misalnya, jika ibu atau saudara wanita Anda pernah mengalami kanker serviks, Anda akan lebih rentan mengalaminya dibandingkan wanita lain yang tidak memiliki riwayat kesehatan keluarga.

Kecenderungan mengalami kondisi ini disebabkan oleh kondisi bawaan. Alhasil, kondisi tersebut membuat seorang wanita kurang memiliki kemampuan untuk melawan infeksi virus HPV yang dapat menyeababkan kanker serviks.

8. Mempunyai kebiasaan makan yang tidak sehat

Tahukah Anda bahwa pola makan yang kurang sehat dapat menjadi penyebab terjadinya kanker serviks? Ya, ada beberapa makanan yang memicu kondisi ini terjadi pada sebagian besar wanita. Pasalnya, kebiasaan makan yang kurang sehat dapat memicu seseorang untuk mengalami peningkatan berat badan.

Sementara itu, orang yang memiliki berat badan berlebih memang memiliki risiko yang lebih besar terhadap penyakit kanker leher rahim. Oleh sebab itu, hindari makanan-makanan yang berpotensi meningkatkan berat badan.

Sebagai contoh, junk food atau makanan cepat saji, makanan yang kaya akan lemak jenuh, daging merah, hingga alkohol. Lebih baik konsumsi banyak makanan pencegah kanker serviks dan lakukan gaya hidup yang dapat membantu mencegah kanker leher rahim ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Burd E. M. (2003). Human papillomavirus and cervical cancer. Clinical microbiology reviews16(1), 1–17. https://doi.org/10.1128/cmr.16.1.1-17.2003

Human papillomavirus (HPV) and cervical cancer. Retrieved 13 July 2020, from  http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs380/en/

Benard, V. B., Watson, M., Castle, P. E., & Saraiya, M. (2012). Cervical carcinoma rates among young females in the United States. Obstetrics and gynecology120(5), 1117–1123. https://doi.org/10.1097/aog.0b013e31826e4609

Cervical Cancer. Retrieved 13 July 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cervical-cancer/symptoms-causes/syc-20352501

Causes Cervical Cancer. Retrieved 13 July 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/cervical-cancer/causes/

Do We Know What Causes Cervical Cancer? Retrieved 13 July 2020, from  https://www.cancer.org/cancer/cervical-cancer/causes-risks-prevention/what-causes.html

Cervical Cancer. Retrieved 13 July 2020, from https://www.who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/cervical-cancer/en/

What Are the Risk Factors for Cervical Cancer?  Retrieved 13 July 2020, from https://www.cancer.org/cancer/cervical-cancer/causes-risks-prevention/risk-factors.html

HPV Vaccine Reccomendations. Retrieved 13 July 2020, from https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/hpv/hcp/recommendations.html

Types of Human Papillomavirus. Retrieved 13 July 2020, from https://nyulangone.org/conditions/human-papillomavirus-in-adults/types

About HPV. Retrieved 13 July 2020, from https://www.cdc.gov/hpv/parents/about-hpv.html?CDC_AA_refVal

Limit fast foods. Retrieved 13 July 2020, from https://www.wcrf.org/dietandcancer/recommendations/limit-fast-foods-fat-sugar

Alcohol and cancer. Retrieved 13 July 2020, from https://www.cdc.gov/cancer/alcohol/index.htm

Cancer and food. Retrieved 13 July 2020, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/cancer-and-food


Foto Penulis
Ditulis oleh Annisa Hapsari pada 20/12/2017
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
x