Pertolongan Pertama Ketika Menerima Pukulan Keras Benda Tumpul

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Trauma benda tumpul adalah luka di tubuh yang terjadi akibat pukulan keras dari benda yang memiliki permukaan tumpul. Pukulan terjadi tiba-tiba dan dihantarkan dengan kekuatan besar. Karakteristik dari luka trauma benda tumpul berbeda dengan luka penetrasi — misalnya luka tusuk atau luka tembak. Luka ini tidak menusuk menembus kulit atau daging, sehingga tidak menimbulkan banyak perdarahan luar. Apa yang harus Anda lakukan ketika Anda menerima hantaman benda tumpul?

Penyebab trauma benda tumpul

Trauma benda tumpul kadang dapat disebabkan oleh pelaku kejahatan yang menyerang korban dengan pukulan tangan mereka, potongan balok kayu besar, pemukul bisbol, atau barang sejenis lainnya yang berujung tumpul yang akan menyebabkan kerusakan berat pada tubuh atau tengkorak jika terkena dampaknya dengan cepat.

Trauma benda tumpul juga bisa dialami saat terjadi kecelakaan mobil, terutama jika individu yang terlibat tidak mengenakan sabuk pengaman dan terlempar maju dengan kecepatan tinggi menabrak dasbor, kemudi, atau penumpang belakang yang terlempar maju ke depan menabrak sisi belakang kursi pengemudi atau penumpang depan.

Pada kebanyakan kasus, pukulan seperti ini tidak mematikan dan hanya meninggalkan jejak memar samar di kulit. Tapi seseorang bisa meninggal karena komplikasi kerusakan organ dalam dari pukulan fatal yang mereka terima.

Tanda dan gejala pukulan benda tumpul

Ada beberapa tanda dan gejala dari trauma pukulan benda tumpul, yaitu:

1. Memar

Memar seringkali menjadi pertanda utama adanya pembuluh darah yang pecah di bawah permukaan kulit. Meski demikian, keberadaan memar ini tidak selalu bisa dijadikan patokan yang pasti mengenai seberapa parah atau berapa banyak kerusakan yang terjadi di dalam tubuh, seperti di rongga dada dan di sekitar paru-paru.

2. Luka gores

Luka gores, lecet, atau luka gesek bisa muncul sebagai akibat trauma benda tumpul. Ini mungkin terjadi ketika korban dipukuli, diseret, atau ditendang. Luka-luka ini kadang juga menandakankan bahwa korban menyerang balik si pelaku, berusaha menggapai sesuatu sebagai bentuk pertahanan, atau terkena sesuatu. Adanya luka gores juga bisa mengukur seberapa banyak perjuangan yang dilakukan korban terhadap penyerangnya.

3. Laserasi

Laserasi adalah luka robekan jaringan di bawah kulit. Anda bisa saja dipukuli habis-habisan atau mengalami benturan parah mengenai benda kokoh, sehingga menyebabkan kerusakan parah pada jaringan dan organ tubuh. Laserasi tak selalu kasat mata saat dilihat dengan mata telanjang, dan jika korban telah meninggal, otopsilah yang baru bisa mengungkapkan keberadaan laserasi.

Perlu disebutkan bahwa gejala di atas tidak selalu harus hadir di tubuh korban serangan untuk membuktikan bahwa trauma tumpul merupakan akar penyebabnya. Hal ini dikarenakan perbedaan di berbagai area tubuh yang berkaitan dengan kelembutan jaringan dan massa tulang.

Misalnya, seseorang mungkin dipukuli atau mendapat pukulan berat di dada tapi bisa mati akibat serangan jantung atau dipukul di sekitar kepala dimana tulang tengkorak bisa patah dan patahannya menusuk otak menyebabkan perdarahan. Sebuah pukulan keras ke perut dapat menyebabkan limpa pecah, yang dengan sendirinya dapat berakibat fatal jika tidak diobati. Pukulan benda tumpul juga bisa menyebabkan patah tulang hingga gegar otak.

Pertolongan pertama pada pukulan keras benda tumpul

Ini yang harus dilakukan jika Anda menerima pukulan benda tumpul atau menyaksikan seseorang menjadi korban kekerasan.

1. Cek kondisi luka

Gejala trauma benda tumpul bisa bervariasi, dari yang paling ringan hingga berat dan fatal — misalnya mata hitam bonyok hingga gegar otak. Anda perlu mengevaluasi tingkat keparahan luka agar bisa mengetahui apa langkah selanjutnya. Berikut adalah dua panduan untuk digunakan.

  • Di mana lokasi pukulannya? — Efek pukulan di beberapa tempat bisa lebih parah dari yang lainnya. Kaki dan tangan biasanya adalah dua area yang paling “aman”, kecuali jika ada patah tulang atau retak. Tempat lain, seperti kepala dan leher, amat sangat sensitif. Jika Anda menerima pukulan berat ke area yang sensitif, Anda harus segera mencari pertolongan medis (nomor darurat 118).
  • Seberapa keras pukulannya? — Seberapa parah kerusakan yang ditimbulkan tergantung dari seberapa keras pukulan yang Anda terima. Misalnya, kerusakan dari tonjokan ke perut atau kejedot tiang listrik tentu jauh lebih ringan daripada ayunan tongkat baseball ke kepala.

2. Cari tempat aman

Berbaringlah dalam posisi yang nyaman. Coba angkat area di mana trauma tumpul diterima. Mungkin akan timbul memar dan bengkak di area tersebut, jadi bersiaplah untuk itu. Kompres es (balut dulu dengan kain tipis) di area tersebut, tidak lebih dari 15 menit sekali. Paparan dingin yang berkepanjangan dapat makin merusak jaringan yang sudah rusak. Jika obat penghilang nyeri (ibuprofen/paracetamol) ada dalam jangkauan, minum sesuai dosis dan petunjuk di kemasan.

3. Rawat luka yang ada

Trauma benda tumpul jarang menimbulkan luka sobek, tapi sering menimbulkan banyak luka lecet atau luka gores. Jika ada, Bersihkan dengan aliran air, kering dan sterilkan, serta perban luka agar terhindar dari infeksi.

4. Jika korban tidak sadar

Jika korban pukulan tidak sadarkan diri, cobalah untuk membangunkannya dengan menggoncang-goncangkan tubuhnya atau teriakan lembut. Tinggikan kepala dan badannya sedikit di atas jantung. Pastikan dia terus bernapas. Jika pernapasan berhenti, berikan CPR jika Anda mengetahui caranya. Jaga agar jalan napas bebas dari penyumbatan, dan gulingkan orang tersebut di sisinya jika mereka muntah.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca