home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bantu Korban Kecelakaan, Ikuti 8 Langkah Pertolongan Pertama Ini!

Bantu Korban Kecelakaan, Ikuti 8 Langkah Pertolongan Pertama Ini!

Kecelakaan di jalan raya hampir bisa terjadi setiap hari dan berisiko menyebabkan dampak yang serius. Melakukan pertolongan pertama yang tepat bisa mencegah cedera, perdarahan bertambah parah, hingga menyelamatkan nyawa korban. Namun, sering kali Anda kebingungan ketika ingin menolong korban kecelakaan lalu lintas. Nah, ketahui langkah pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas melalui ulasan berikut.

Pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas

Pertolongan pertama untuk kecelakaan di jalan berfokus pada menyelamatkan nyawa korban. Bukan hanya itu, Anda juga harus memastikan keadaan cukup aman untuk melakukan pertolongan.

Bila Anda masih bingung bagaimana cara menolong korban kecelakaan, coba ikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Bersikap tenang

Dalam melakukan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas, sebisa mungkin tenangkan diri terlebih dulu meskipun Anda terkejut atau syok akibat situasi yang traumatis.

Bergegas menuju situasi berbahaya tanpa memperhatikan apakah situasi sudah aman bukanlah langkah yang bijak.

Bersikap tenang membantu Anda berpikir jernih sehingga dapat fokus menentukan apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki situasi tersebut.

Kecelakaan lalu lintas bisa menyebabkan luka ringan tanpa ada korban yang terluka parah, tetapi juga berisiko mempertaruhkan nyawa orang lain yang hendak menolong.

2. Kuasai keadaan

Jangan mendekati kendaraan atau menghampiri terlalu dekat untuk memberikan pertolongan pertama sampai Anda yakin lokasi kecelakaan telah aman.

Setelah kecelakaan mobil, terutama yang serius, mungkin saja akan ada kobaran api, serakan beling, atau tumpahan bahan bakar.

Ketika Anda sedang mengemudi dan melihat kecelakaan, sebaiknya minggir ke sisi jalan setidaknya 30 meter dari tempat kejadian jika memang situasi memungkinkan. Setelah itu, matikan mesin dan nyalakan lampu darurat.

Hal ini bertujuan agar memberi jarak yang cukup sehingga tidak membahayakan diri Anda sendiri dari potensi bahaya.

Selain itu, sebaiknya Anda tidak langsung keluar dari kendaraan saat berada di tengah jalan.

3. Hubungi nomor darurat

menolong situasi darurat

Setelah melihat kecelakaan lalu lintas, pertolongan pertama yang paling tepat dilakukan adalah menghubungi nomor darurat kecelakaan (119), terlepas dari ada atau tidaknya korban.

Jangan berasumsi kalau orang lain sudah menghubungi pihak yang berwajib. Jika ponsel Anda tidak dalam jangkauan, minta orang lain untuk menghubungi nomor darurat.

Perhatikan kendaraan yang terlibat kecelakaan, seperti plat nomor, jenis kendaraan, merek, tipe, warna. Informasi ini berguna untuk penyelidikan pihak yang berwajib.

Lebih baik lagi jika Anda juga mengamati ciri-ciri fisik pengemudi dan jumlah korban untuk mengantisipasi kejadian tabrak lari.

4. Amankan keadaan sekitar

Pertolongan pertama pada kecelakaan lebih aman dilakukan saat kondisi sekitar sudah terkendali.

Pada kondisi yang parah, misalkan pada kecelakaan beruntun yang menyebakan kebakaran, sebaiknya Anda menunggu sampai layanan darurat tiba.

Intinya, jangan mendekati kendaraan atau terlalu dekat dengan lokasi sampai Anda yakin lokasi kecelakaan tersebut telah aman. Jauhkan penonton yang berkerumun, terutama yang sedang merokok.

Kehadiran bensin dan bahan-bahan lain yang sangat mudah terbakar bisa memicu kecelakaan lain yang jauh lebih buruk, apalagi saat percikan api atau asap puntung rokok menyebabkan kebakaran.

5. Periksa keadaan korban

menolong korban kecelakaan lalu lintas

Jika Anda yakin situasi sudah aman untuk mendekati mobil, periksa kondisi korban kecelakaan untuk memastikan keadaan korban, apakah masih hidup atau meninggal.

Anda bisa memeriksa dengan mendengarkan embusan napas dan pergerakan dada yang naik turun. Bila korban sadar dan kesulitan bernapas, lepaskan semua benda yang mengikat tubuh korban.

Apabila memungkinkan, Anda bisa berusaha menariknya keluar dari lokasi, terutama jika paramedis belum tiba di tempat kejadian.

Namun, Anda perlu hati-hati karena korban kecelakaan mungkin bisa mengalami cedera, patah tulang, atau perdarahan yang sangat parah.

Menurut Panduan Kecelakaan Lalu Lintas dari Kementerian Kesehatan RI, Anda hanya boleh memindahkan korban kecelakaan lalu lintas pada situasi mendesak, tetapi tidak boleh secara paksa.

Saat mencoba memindahkan korban, pastikan Anda menopang bagian tulang belakang dan leher dengan baik.

Pertolongan pertama pada kecelakaan ini bertujuan untuk mencegah risiko fatal dari kemungkinan adanya cedera leher (whiplash).

6. Balut luka perdarahan

Jika melihat adanya perdarahan, cobalah untuk mengentikan perdarahan dengen menekan bagian tubuh yang terluka. Gunakan kain atau benda lain yang cukup kuat menahan aliran darah.

Selanjutnya, lakukan pertolongan pertama untuk perdarahan dengan memosisikan bagian tubuh yang mengalami perdarahan lebih tinggi dari jantung.

Usahakan agar balutan luka tetap rekat sampai bantuan medis datang sehingga korban tidak banyak kehilangan darah. Periksa juga apakah terdapat tanda-tanda patah tulang akibat kecelakaan lalu lintas.

Pertolongan pertama untuk patah tulang yang bisa Anda lakukan adalah dengan memberikan alas dari bahan keras untuk menopang bagian tubuh yang patah.

7. Berikan bantuan pernapasan

bantuan napas

Korban kecelakaan bisa tidak sadarkan diri, tidak merespons, dan mengalami henti napas.

Jika Anda memiliki keterampilan pertolongan pertama yang mumpuni, seperti resusitasi jantung paru (CPR), lakukanlah pada korban yang membutuhkan.

Apabila belum pernah melakukannya, sebaiknya tunggu paramedis. Sembarangan mempraktikkan langkah penyelamatan, misalnya melakukan napas buatan, justru dapat membahayakan korban.

Resusitasi jantung paru untuk pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas bisa dilakukan dengan kompresi dada menggunakan tangan.

Caranya adalah memberikan tekanan pada dada secara berulang selama 2 menit tanpa henti.

8. Beri kesaksian dan amankan barang bukti

Hentikan kendaraan yang lewat pada kesempatan pertama bila ada korban yang perlu dibawa ke rumah sakit.

Jangan lupa amankan juga barang-barang milik korban.

Ketika polisi tiba di tempat kejadian, ceritakan kronologis kejadian dan berikan nama Anda ke polisi serta kepada pihak-pihak yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Cobalah untuk mengumpulkan saksi lainnya. Hal ini akan membuat kesaksian Anda lebih berguna bagi pihak-pihak yang dirugikan dan layanan darurat.

Bila situasi memungkinkan, usahakan untuk menghubungi keluarga korban berdasarkan petunjuk atau keterangan yang ada.

Pertolongan pertama pada kecelakaan saat berarti untuk mencegah dampak yang lebih fatal dan tentunya dapat menyelamatkan nyawa korban.

Lakukanlah pertolongan semampu Anda dan tetap perhatikan keselamatan diri dan orang lain.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Kementerian Kesehatan RI. (2019). Buku Saku Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan di Jalan. Kementerian Kesehatan RI. Retrieved from http://kesjaor.kemkes.go.id/documents/buku%20saku%20rev%2011%20februari%202020%20jam%208.25.pdf

Arbon, P., Hayes, J., & Woodman, R. (2011). First Aid and Harm Minimization for Victims of Road Trauma: A Population Study. Prehospital And Disaster Medicine, 26(4), 276-282.  https://doi.org/10.1017/s1049023x11006522

St John Ambulance. (2021). How to manage a traffic accident – First Aid Advice. Retrieved 2 March 2021, from https://www.sja.org.uk/get-advice/first-aid-advice/how-to/how-to-manage-a-traffic-accident/

Hammett, E. (2020). Accidents on the Road – how to help – First Aid for Life. Retrieved 2 March 2021, from https://firstaidforlife.org.uk/accidents-road-help/

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Ajeng Quamila
Tanggal diperbarui 09/04/2021
x