Gegar Otak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi gegar otak

Apa itu gegar otak?

Gegar otak adalah cedera pada otak yang disebabkan oleh benturan eksternal, seperti jika kepala Anda terbentur benda fisik, yang bisa memengaruhi fungsi otak

Dilansir dari laman CDC, gegar otak adalah cedera kepala ringan karena biasanya tidak mengancam jiwa. Meskipun begitu, efeknya bisa jadi serius sehingga butuh perawatan yang tepat. 

Seberapa umumkah kondisi ini?

Gegar otak adalah kecelakaan yang bisa terjadi pada siapa saja. Namun, mereka yang paling rentan mengalami cedera kepala adalah atlet. Terutama atlet, seperti petinju atau pemain sepak bola, dengan kegiatan yang berisiko tinggi mengalami benturan kepala. 

Tanda & gejala gegar otak

Apa gejala yang mungkin timbul?

Tanda dan gejala gegar otak bisa jadi tidak kentara dan mungkin tidak langsung muncul. Gejala bisa berlangsung selama berhari-hari, berminggu-minggu atau bahkan lebih lama. Gejala yang paling umum dirasakan adalah sakit kepala, hilang ingatan (amnesia), dan linglung

Pada pasien yang mengalami amnesia, mereka mungkin lupa dengan kejadian yang menyebabkan cedera kepala yang baru saja dialami atau bahkan peristiwa sebelum cedera terjadi.

Berikut ini adalah gejala lain yang mungkin dialami:

  • Telinga berdenging.
  • Perut mual dan muntah-muntah.
  • Bicara jadi kurang jelas dan kurang respons ketika ditanya. Mereka mungkin mengajukan pertanyaan yang sama berulang kali.
  • Sulit konsentrasi dan daya ingat memburuk, seperti mudah lupa.
  • Lebih sensitif dengan cahaya dan suara bising.
  • Indera perasa dan penciuman menjadi terganggu.
  • Gangguan tidur, depresi, atau kepribadian berubah.

Gejala khusus gegar otak pada bayi atau anak

Cedera yang terjadi pada kepala anak atau bayi lebih sulit dikenali ketimbang orang dewasa. Namun, umumnya anak atau bayi yang mengalami gegar otak akan menunjukkan tanda dan gejala, seperti:

  • Terlihat linglung. 
  • Tubuh lesu atau mudah lelah.
  • Mudah marah.
  • Keseimbangan tubuh buruk dan berjalan mudah goyah.
  • Anak atau bayi lebih rewel.
  • Pola makan dan tidur menjadi berubah.
  • Minatnya pada mainan favorit juga berkurang.
  • Muntah-muntah dan kejang.

Kapan harus ke dokter?

Anda harus segera periksa ke dokter, jika mengalami kondisi di bawah ini:

  • Hilang kesadaran dan berlangsung lebih dari 30 detik.
  • Mual dan muntah berulang.
  • Sakit kepala yang memburuk seiring waktu.
  • Keluar cairan atau darah dari telinga atau hidung.
  • Telinga berdering tidak kunjung menghilang.
  • Lengan tangan atau tungkai kaki menjadi lemas.
  • Kulit tampak pucat selama lebih dari satu jam.
  • Perilaku berubah, berbicara tidak jelas, atau sulit mengenali orang dan tempat.
  • Koordinasi tubuh memburuk, contohnya mudah terjatuh.
  • Kepala pusing dalam waktu lama atau kejang-kejang.
  • Ada benjolan atau memar di kepala atau dahi pada anak-anak dan bayi di bawah 12 bulan. 

Penyebab gegar otak

Otak Anda dilindungi oleh lapisan gelatin. Lapisan ini melindungi otak dari guncangan atau benturan yang mungkin terjadi saat melakukan aktivitas sehari-hari.

Guncangan dan benturan yang jadi penyebab gegar otak bisa terjadi akibat:

  • Pukulan keras di kepala atau leher yang menyebabkan otak cedera.
  • Gerakan tubuh yang menyebabkan guncangan keras dan mendadak di otak, contoh ketika kecelakaan mobil.

Cedera otak juga dapat menyebabkan perdarahan di otak. Jika perdarahan terjadi, ini bisa berakibat fatal.Oleh karena itulah, orang yang mengalami gegar otak akan dipantau beberapa jam setelah cedera terjadi. 

Faktor-faktor risiko gegar otak

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko gegar otak adalah:

  • Sudah pernah mengalami kondisi ini sebelumnya.
  • Mengoperasikan mesin atau mengendarai sepeda motor secara tidak aman (sedang mabuk atau tanpa alat pengaman).
  • Melakukan olahraga dengan risiko tinggi terhadap cedera seperti sepak bola, tinju, dan lainnya. Risiko dapat menjadi lebih tinggi apabila tidak menggunakan alat pengaman dan tidak dipantau oleh ahlinya.

Komplikasi gegar otak

Kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi, di antaranya adalah:

  • Sakit kepala hingga tujuh hari setelah cedera otak terjadi.
  • Kepala pusing atau sensasi lingkungan di sekitar berputar-putar (vertigo) yang berlangsung selama berhari-hari, berminggu-minggu, atau berbulan-bulan setelah cedera.

Sebanyak 15-20% orang yang mengalami gegar otak mengalami post-concussion syndrome atau sindrom pasca gegar otak. Kondisi ini menimbulkan gejala kepala pusing, sakit kepala, dan kesulitan berpikir yang berlangsung selama 3 minggu hingga 3 bulan.

Diagnosis & pengobatan gegar otak

Informasi berikut ini bukanlah pengganti saran medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Guna menegakkan diagnosis, dokter akan meminta Anda menjalani serangkaian tes kesehatan, di antaranya:

Tes pencitraan

Tes ini biasanya dilakukan pada pasien yang mengalami sakit kepala parah, kejang, dan muntah berulang. Lewat tes ini dokter dapat menentukan keparahan cedera, perdarahan, atau pembengkakan serta komplikasi yang terjadi.

Beberapa jenis tes pencitraan yang umumnya dilakukan adalah CT scan dan MRI.

Tes neurologis

Selain tes pencitraan, dokter juga akan mengevaluasi gejala dirasakan pasien dengan tes neurologis.

 Pada tes ini, dokter akan menguji kemampuan pasien dalam melihat, mendengar, merasakan sentuhan, menjaga keseimbangan, menunjukkan refleks, dan koordinasi tubuh.  

Tes kognitif

Adanya cedera memengaruhi fungsi otak. Oleh karena itulah, dokter akan mengadakan tes kognitif dengan menguji kemampuan pasien dalam mengingat dan memusatkan konsentrasi.

Apa pilihan pengobatan untuk gegar otak?

Berikut ini adalah pilihan perawatan untuk membantu pemulihan dari gegar otak:

Istirahat fisik dan mental

Istirahat adalah cara paling tepat untuk memulihkan otak Anda dari cedera. Ini dilakukan selama beberapa hari setealh cedera terjadi. Pada perawatan ini, dokter akan membatasi aktivitas yang memerlukan kinerja otak dalam berpikir dan memusatkan konsentrasi. Berikut beberapa hal yang dapat membantu:

  • Membatasi bermain video game, menonton TV, mengerjakan tugas sekolah, membaca, mengirim SMS, atau menggunakan komputer.
  • Menghindari aktivitas fisik yang dapat meningkatkan gejala, seperti olahraga.
  • Menghindari semua rangsangan dari cahaya atau gelap berlebihan.

Setelah itu, Anda disarankan untuk meningkatkan aktivitas harian secara bertahap seperti waktu menatap layar jika Anda dapat mentolerirnya tanpa memicu gejala.

Selanjutnya, dokter akan merekomendasikan terapi yang berbeda juga, seperti rehabilitasi untuk penglihatan, rehabilitasi untuk masalah keseimbangan, atau rehabilitasi kognitif untuk masalah dengan pemikiran dan ingatan.

Minum obat pereda nyeri

Sakit kepala dapat terjadi beberapa hari atau minggu setelah cedera otak. Untuk mengatasi rasa sakit, tanyakan kepada dokter apakah aman mengonsumsi pereda nyeri seperti acetaminophen (Tylenol, lainnya).

Hindari pereda nyeri lain seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya) dan aspirin, karena obat-obatan ini dapat meningkatkan risiko pendarahan.

Pengobatan gegar otak di rumah

Anda diwajibkan untuk beristirahat di rumah untuk memulihkan diri dari cedera otak. Hindari aktivitas maupun olahraga berat. Imbangi dengan konsumsi makanan bergizi untuk kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Pencegahan gegar otak

Gegar otak adalah kondisi yang bisa dicegah lewat beberapa tips berikut ini:

  • Kenakan alat pelindung selama olahraga. Pastikan peralatan tersebut sesuai ukuran, dirawat dengan baik, dan dipakai dengan benar. 
  • Saat bersepeda atau bersepeda motor kenakan helm pelindung kepala yang sesuai standar.
  • Gunakan sabuk pengaman saat mengendarai mobil dan patuhi rambu lalu lintas agar terhindar dari kecelakaan yang menyebabkan cedera pada kepala.
  • Atur pencahayaan di rumah tidak terlalu gelap dan pastikan lantai di rumah tidak licin untuk menghindari terpeleset atau tersandung.
  • Selalu awasi si kecil ketika bermain, terutama ketika ia suka naik ke tempat yang tinggi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mimisan

DefinisiApa itu mimisan? Hidung berdarah atau biasa disebut mimisan adalah gejala umum yang ditandai dengan darah yang keluar dari hidung. Ini disebabkan karena pecahnya pembuluh darah dalam hidung. Biasanya, darah ...

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 2 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Makanan pedas sering kali diandalkan untuk mengatasi rasa sakit kepala atau migrain. Tapi benarkah makanan itu dapat menyembuhkan sakit kepala Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi 1 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

5 Efek Musik Terhadap Kinerja Otak Manusia

Manfaat musik bukan hanya sebagai hiburan saja. Tahukah Anda bahwa salah satu efek musik adalah mempermudah otak belajar bahasa baru? Apa lagi?

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Kesehatan Otak dan Saraf 1 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

Jika Anda mengira mimpi muncul saat Anda tidur nyenyak, Anda salah. Mimpi dan fase tidur nyenyak ternyata merupakan dua tahapan tidur yang berbeda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Pola Tidur Sehat 1 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengobati sakit kepala

5 Jenis Minyak Esensial untuk Meringankan Sakit Kepala dan Migrain

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
sakit kepala belakang

Sakit Kepala Belakang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 16 menit
meningioma adalah

Meningioma

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 9 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit