home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Pertolongan Pertama pada Orang yang Mengalami Perdarahan Dalam

Pertolongan Pertama pada Orang yang Mengalami Perdarahan Dalam

Perdarahan dalam (internal bleeding) alias perdarahan yang berlangsung pada jaringan atau organ dalam tubuh adalah suatu kondisi yang sulit dikenali. Selain itu, jarang orang mengetahui langkah yang tepat untuk mengatasi perdarahan internal padahal kondisi ini memerlukan penanganan darurat. Maka dari itu, penting bagi Anda memahami cara pertolongan pertama pada perdarahan yang terjadi di dalam tubuh.

Gejala perdarahan dalam

Awal mulanya, perdarahan dalam ini tidak memiliki gejala yang begitu terlihat. Meski begitu, akhirnya dapat muncul sejumlah keluhan, bahkan bisa berujung pada hilang kesadaran (pingsan).

Seiring dengan berjalannya waktu, tanda perdarahan dalam akan mulai terlihat, seperti perdarahan pada saluran pencernaan yang ditunjukkan dengan BAB berdarah.

Bila Anda atau orang terdekat Anda mengalami gejala perdarahan dalam seperti di bawah ini, kemungkinan besar sedang mengalami gangguan medis yang membutuhkan pertolongan pertama.

  • Terlihat pucat dan terasa dingin.
  • Keringat dingin.
  • Kesemutan.
  • Merasa cemas
  • Napas menjadi lebih cepat.
  • Denyut nadi melemah.
  • Nyeri dada atau bahu.
  • Mual hingga muntah.
  • Feses berwarna hitam.
  • Sulit mengembalikan kesadaran diri hingga pingsan.

Pertolongan pertama pada perdarahan dalam

Umumnya, orang awam akan sulit untuk menghentikan perdarahan yang terjadi di dalam tubuh.

Akan tetapi, terdapat tips melakukan pertolongan pertama pada perdarahan dalam agar terhindar dari kondisi yang terburuk.

1. Memeriksa keadaan orang yang mengalami perdarahan

menolong korban kecelakaan lalu lintas

Sebelum menghampiri orang yang mengalami perdarahan, pertolongan pertama yang perlu Anda lakukan adalah coba periksa keadaannya.

Namun, jangan sampai pertolongan yang Anda lakukan justru semakin memperparah kondisi pasien. Cobalah untuk mendekati orang tersebut dengan perlahan.

Periksa apakah terdapat memar bekas benturan benda tumpul atau gejala cedera yang serius, terutama jika diketahui pasien mengalami kecelakaan berat seperti jatuh dari ketinggian.

Walaupun Anda tidak bisa mendiagnosis, setidaknya menemukan gejala lain akan membantu petugas medis saat memeriksa orang tersebut.

Jangan lupa untuk mencuci tangan atau gunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah melakukan pertolongan pertama pada orang yang mengalami perdarahan dalam.

2. Memanggil ambulans

menolong orang jatuh

Langkah pertolongan pertama pada perdarahan dalam yang paling utama adalah mencari bantuan medis darurat.

Ingat, perdarahan di dalam tidak dapat dihentikan oleh orang biasa, tetapi oleh dokter atau tenaga kesehatan melalui prosedur perawatan medis tertentu.

Oleh karena itu, segera hubungi nomor darurat (118) untuk memanggil ambulans agar orang tersebut mendapatkan pengobatan yang tepat dan cepat.

3. Perhatikan kondisi pasien

Merawat pasien perdarahan dalam

Salah satu gejala orang yang mengalami perdarahan dalam adalah kedinginan. Itu sebabnya, usahakan untuk memberikan mereka selimut guna menjaga badan pasien tetap hangat.

Waspadai juga dengan perubahan gejala yang dialami pasien. Jika terjadi perdarahan dalam secara berlebihan di dalam tubuh, pasien akan kehilangan banyak darah.

Kondisi ini akan membuat pasien menjadi sangat lemah serta menimbulkan gejala serius seperti syok hingga hilang kesadaran.

Menurut dokter Amy H.Kaji dari Harbor-UCLA Medical Center, Anda bisa segera membaringkan pasien dan mengangkat kakinya lebih tinggi dari dada.

Lakukan cara pertolongan pertama pada perdarahan dalam ini sampai ambulans datang.

4. Jangan memberikan makan atau minuman

pasien thalasemia

Salah satu pertolongan pertama yang wajib Anda ketahui saat melihat orang mengalami perdarahan dalam adalah tidak memberikan makanan atau minuman.

Hal tersebut dilakukan karena Anda sendiri belum mengetahui secara pasti di mana letak luka internal yang menyebabkan perdarahan.

Jika sembarangan memberikan makanan atau minuman, hal itu justru bisa melukai dan memperparah area yang mengalami perdarahan.

5. Melakukan CPR bila perlu

<a href=

Kondisi yang paling buruk ketika Anda menemukan orang dengan perdarahan di dalam tubuh adalah kehilangan kesadaran.

Untuk menolong orang yang pingsan akibat benturan keras atau setelah mengeluhkah kepalanya yang pusing, Anda juga bisa membaringkan dan mengangkat kakinya.

Selain itu, periksa denyut nadi dan jeda pernapasannya. Jika nadi tidak teraba dan Anda pernah melakukan pertolongan pertama dengan pernapasan buatan atau CPR, Anda mungkin dapat melakukannya.

Akan tetapi, jika tidak memiliki pengalaman atau pengetahuan seputar CPR, jangan mencobanya pada orang yang mengalami perdarahan.

Hal itu berisiko memperparah kondisi orang yang mengalami perdarahan di dalam.

Sebenarnya, tidak terlalu banyak pertolongan pertama yang dapat kita lakukan pada orang yang mengalami peradarahan di dalam.

Langkah bijak yang dapat Anda lakukan adalah dengan memanggil ambulans atau bantuan medis lainnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

National First Aid Training Institute. (2021). Internal Bleeding, First Aid Tips, About Us. Retrieved 17 May 2021, from https://www.nfti.edu.au/AboutUs/FirstAidTips-15/InternalBleeding-364/

Betterhealth.vic.gov.au. (2021). Bleeding. Retrieved 17 May 2021, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/bleeding#lp-h-4

MSD Manual. (2021). Internal Bleeding – Injuries and Poisoning – . Retrieved 17 May 2021, from https://www.msdmanuals.com/home/injuries-and-poisoning/first-aid/internal-bleeding

WHO. (2021). Clinical Transfusion Practice. Retrieved 17 May 2021, from https://www.who.int/bloodsafety/transfusion_services/ClinicalTransfusionPracticeGuidelinesforMedicalInternsBangladesh.pdf

U.S. National Library of Medicine. (2021). Hemorrhage | Bleeding. Retrieved 17 May 2021, from https://medlineplus.gov/bleeding.html

Foto Penulis
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 12/07/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus