home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Pertolongan Pertama Digigit Anjing untuk Cegah Infeksi Berbahaya

Pertolongan Pertama Digigit Anjing untuk Cegah Infeksi Berbahaya

Gigitan anjing bisa menyebabkan luka ringan ataupun luka yang merobek lapisan dalam kulit. Seperti kebanyakan jenis gigitan hewan, gigitan anjing perlu diobati dengan pertolongan pertama. Pasalnya, luka berisiko terinfeksi karena bakteri yang tedapat dalam air liur atau mulut anjing. Selain itu, digigit anjing berisiko menyebabkan Anda terkena penyakit rabies.

Untuk menghindari dampak yang fatal, ketahui langkah penanganan darurat digigit anjing pada ulasan berikut ini.

Apa saja bahaya dari gigitan anjing?

Anjing biasanya tidak akan menggigit jika tidak merasa terganggu, terancam, takut, atau berperilaku buas karena penyakit rabies.

Maka dari itu, Anda sebaiknya waspada jika ada anjing yang tiba-tiba menyerang, lalu mengigit Anda.

Hasil dari gigitan anjing meninggalkan lubang pada kulit seperti luka tusuk. Luka ini biasanya berasal dari gigitan gigi depan anjing.

Anjing biasanya menggigit bagian tubuh seperti tangan, lengan, kaki, leher, atau daerah kepala.

Secara umum, jika dilihat dari permukaan kulit, luka terbuka akibat gigitan biasanya tidak parah dan berdampak serius.

Namun, gigitan anjing bisa menembus jaringan dalam kulit dan merusaknya. Semakin dalam luka gigitan anjing, otomatis semakin besar dampaknya.

Kondisi ini bisa membuat Anda mengalami perdarahan luar dan timbul bengkak serta rasa nyeri pada luka.

Terlebih, menurut Cleveland Clinic, 50% kasus gigitan anjing menyebabkan infeksi beberapa bakteri, seperti Staphylococcus, Streptococcus, Pasteurella, dan Capnocytophaga.

Berikut ini adalah beberapa dampak yang mungkin Anda alami setelah digigit anjing:

Gigitan hewan juga dapat menyebabkan keracunan darah (sepsis), infeksi lapisan dalam jantung (endokarditis), atau infeksi lapisan luar otak (meningitis).

Pertolongan pertama saat digigit anjing

Jenis luka akibat gigitan anjing yang cukup dalam membutuhkan penanganan medis untuk mengobatinya hingga tuntas, apalagi jika diketahui anjing tersebut terinfeksi penyakit.

Akan tetapi, saat Anda atau orang lain digigit anjing, Anda bisa melakukan pertolongan pertama di rumah untuk mencegah dampak berbahaya dari luka yang ditimbulkan.

Ikutilah langkah-langkah penanganan digigit anjing yang tepat dan aman seperti di bawah ini.

1. Membersihkan luka gigitan anjing

gambar luka jenis luka pada kulit

Ketika digigit anjing, pastikan Anda segera melepaskan gigitan dan menjauhi hewan tersebut untuk menghindari tergigit kembali.

Setelah gigitan berhasil terlepas dan luka menyebabkan perdarahan, hentikan perdarahan dengan menekan luka menggunakan perban atau kain bersih.

Selanjutnya, bersihkanlah luka menggunakan air mengalir dan sabun selama beberapa menit.

Anda bisa menggunakan kain atau kapas untuk membilas luka sehingga lebih bersih.

2. Cari tahu riwayat infeksi anjing

cara mencegah rabies

Seperti yang telah dijelaskan, digigit anjing bisa membuat Anda berisiko terkena beberapa penyakit infeksi, termasuk rabies.

Penyakit ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kelumpuhan sistem saraf.

Oleh karena itu, cobalah untuk mencari tahu siapa pemilik anjing yang menggigit Anda untuk menanyakan riwayat vaksinasi anjing tersebut.

Jika anjing sudah melakukan vaksinasi rabies, Anda terhindar dari bahaya penyakit ini.

Namun, jika yang menggigit adalah anjing liar tanpa pemilik, perhatikanlah tanda-tanda penyakit rabies pada anjing.

Rabies biasanya membuat anjing menjadi lebih ganas, gelisah, dan mengeluarkan air liur berbuih.

Segera periksakan diri ke dokter jika terdapat indikasi anjing tersebut terinfeksi virus penyebab rabies.

3. Oleskan salep antibiotik dan perban luka

Cara mengatasi luka sobek

Setelah membersihkan luka digigit anjing, Anda bisa mengoleskan obat salep antibiotik seperti yang mengandung bacitracin, neosporin, atau polysporin.

Tunggu sampai salep mengering dan menyerap ke dalam luka, lalu lindungi atau tutup luka dengan perban atau kain kasa bersih.

Hal ini bertujuan membunuh bakteri yang bisa menyebabkan infeksi pada luka. Biasanya, luka setelah digigit anjing menimbulkan rasa nyeri dan pembengkakan sehingga membuat Anda kesakitan.

Untuk mengurangi rasa sakit karena digigit anjing, minumlah obat pereda rasa sakit seperti parasetamol atau ibuprofen.

4. Periksakan diri ke dokter

pelaksanaan vaksin covid-19 indonesia

Gigitan anjing biasanya memang tidak menyebabkan luka yang membutuhkan jahitan.

Namun, luka bisa bertambah parah jika dibiarkan sekalipun Anda telah membalut dan merawat luka.

Hal ini karena gigitan anjing yang cukup dalam bisa menyebabkan infeksi bakteri atau virus.

Oleh karena itu, Anda sebaiknya memantau kondisi luka dan segera memberikan penanganan bila ada indikasi terjadinya infeksi akibat gigitan anjing.

Berdasarkan buku Wound Home Skills Kit, berikut ini merupakan tanda-tanda yang menunjukkan adanya infeksi pada luka gigitan anjing.

  • Luka terasa lebih sakit dari pertama kali.
  • Luka jadi merah dan bengkak di sekitar gigitan.
  • Keluar cairan atau nanah dari luka gigitan.
  • Mengalami demam dengan suhu 38° Celcius atau lebih dan kondisi tubuh menggigil.

Jika mengalami beberapa gejala di atas, segera periksakan kondisi luka gigitan ke dokter. Dalam penanganan medis, dokter akan memberikan perawatan melalui antibiotik.

Namun, jika diketahui anjing tersebut Anda terinfeksi rabies, dokter akan memberikan suntikan vaksin rabies.

Sebaiknya, Anda juga menyampaikan tentang riwayat vaksin tetanus pada dokter. Apabila sudah lebih dari 5 tahun, dokter mungkin perlu memberikan suntikan tetanus.

Cara menghindari gigitan anjing

anjing rabies

Perhatikanlah tanda-tanda anjing yang akan menggigit. Anjing biasanya menunjukkan bahwa dirinya tidak mau diganggu dengan gerak-gerik seperti di bawah ini.

  • Anjing akan memperlihatkan gigi-giginya sambil menatap Anda.
  • Rambut di bagian punggung anjing akan naik berdiri.
  • Telinga anjing akan bergerak mundur melawan kepala atau ke depan.
  • Kaki anjing akan menegang.

Jika berpikir anjing tersebut akan menggigit Anda sebaiknya jangan lari, melainkan cobalah untuk bersikap setenang mungkin. Hindari juga menunjukkan rasa takut pada anjing.

Jangan melihat mata anjing secara langsung karena anjing bisa mengira Anda akan menyerangnya. Berjalanlah dengan perlahan sambil menatap ke arah lain.

Jika Anda berjalan ke arah anjing tersebut, diamlah sejenak dan alihkan perhatian Anda ke hal lain. Lama-lama, anjing tidak akan menganggap Anda sebagai ancaman sehingga Anda tidak akan digigit.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

U.S. National Library of Medicine. (2021). Rabies: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 19 March 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/001334.htm

Hammett, E. (2016). First Aid for Dog Bites – First Aid for Life. Retrieved 19 March 2021, from https://firstaidforlife.org.uk/first-aid-dog-bites/

American College of Surgeons. (n.d.). Wound Home Skills Kit: Lacerations & Abrasion. American College of Surgeons Division of Education. Retrieved from https://www.facs.org/~/media/files/education/patient%20ed/wound_lacerations.ashx

Cleveland Clinic. (2020). If a Dog Bites You, Do These 6 Things Now. Retrieved 19 March 2021, from https://health.clevelandclinic.org/if-a-dog-bites-you-do-these-7-things-now/

Maniscalco, K., & Edens, M. (2017). Animal Bites. StatPearls Publishing, Treasure Island. https://europepmc.org/article/NBK/nbk430852

Foto Penulis
Ditulis oleh Fidhia Kemala pada 3 minggu lalu
x