home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Langkah-langkah Pertolongan Pertama Setelah Digigit Laba-Laba

Langkah-langkah Pertolongan Pertama Setelah Digigit Laba-Laba

Gigitan laba-laba beracun dapat mengakibatkan timbulnya kemerahan, pembengkakan, rasa gatal, hingga sakit di bagian tubuh yang terkena gigitan. Pada kondisi yang parah, gigitan serangga berbahaya dapat menimbulkan gejala alergi yang cukup fatal, seperti bengkak di bagian tenggorokan dan wajah, kesulitan bernapas dan bahkan kehilangan kesadaran.

Lantas, apa yang harus Anda lakukan jika Anda digigit laba-laba?

Pertolongan pertama mengatasi gigitan laba-laba

mengobati luka sengatan tawon

Tidak semua laba-laba beracun. Kebanyakan spesies laba-laba umum di Indonesia tidak termasuk ke dalam jenis yang mematikan.

Mungkin sulit bagi Anda untuk bisa membedakan mana laba-laba beracun dan mana yang tidak.

Namun, terlepas dari bentuk dan jenis laba-labanya, berikut pertolongan pertama jika Anda atau ada teman Anda terkena gigitan laba-laba:

1. Tangkaplah laba-laba yang menggigit Anda

Jika memungkinkan, tangkaplah laba-laba yang menggigit Anda dan tempatkan laba-laba ini di dalam sebuah wadah tertutup agar tidak kabur.

Hal ini bertujuan supaya Anda atau tenaga medis bisa mengenali jenis laba-laba tersebut apakah ia bisa menyebabkan keracunan atau tidak.

2. Bersihkan luka gigitan laba-laba

Jika Anda tidak bisa menangkapnya, segera bersihkan luka gigitan laba-laba Anda dengan air mengalir dan sabun agar tidak terjadi infeksi.

Setelah itu, keringkan dengan handuk lembut atau tisu secara perlahan tetapi jangan digosok. Lalu, amati juga penampakan luka gigitan laba-laba tersebut.

Informasi ini bisa berguna bagi petugas medis nantinya saat Anda memeriksakan bekas luka akibat digigit laba-laba.

3. Gunakan kompres dingin

Jika luka akibat digigit laba-laba terasa sakit, cobalah kompres dengan menggunakan air dingin selama kurang lebih 10 menit.

Cara ini dapat membantu meringankan rasa sakit akibat gigitan, mengobati bengkak pada bekas luka, atau mengurangi gatal-gatal akibat gigitan serangga, termasuk laba-laba.

4. Gunakan losion calamine

Jika gatal tidak juga mereda, Anda bisa mengoleskan pereda gatal yang mengandung calamine. Jenis pereda gatal ini biasanya dijual dalam bentuk losion.

Oleskan losion pereda gatal ini setiap enam atau delapan jam pada bekas gigitan laba-laba sesuai kebutuhan dan petunjuk penggunaan pada kemasan.

5. Minum obat pereda nyeri atau alergi

Terkadang, kompres dingin dan losion calamine mungkin tidak bisa mengurangi rasa sakit akibat luka karena digigit laba-laba.

Bila ini yang terjadi, Anda bisa minum obat pereda rasa sakit seperti ibuprofen, anthistamin, atau paracetamol.

6. Angkat bagian tubuh yang terkena gigitan

Jika kaki atau tangan Anda yang mengalami gigitan laba-laba, angkat bagian tersebut lebih tinggi dari posisi jantung.

Cara ini dapat mengurangi pembengkakan di area sekitar bekas gigitan laba-laba.

7. Periksakan luka gigitan laba-laba ke dokter

Jika luka bekas yang digit laba-laba tidak kunjung sembuh dan muncul gejala alergi yang membutuhkan pertolongan darurat, segeralah hubungi dokter.

Reaksi alergi serius biasanya ditunjukkan dengan pembengkakan di bagian wajah, kesulitan bernapas, dan detak jantung tidak teratur.

Kapan Anda harus segera ke dokter saat digigit laba-laba?

infeksi akibat serangga

Melansir dari John Hopkins Medicine, jika Anda mengalami hal-hal seperti di bawah ini setelah digigit laba-laba, segera dapatkan pertolongan medis darurat:

  • Bagian tubuh yang digigit laba-laba berubah menjadi warna biru, ungu, atau hitam.
  • Terasa sakit yang luar biasa.
  • Bagian tubuh yang digigit laba-laba mengalami infeksi luka.
  • Kesulitan bernapas.
  • Tubuh terasa sangat lemas.
  • Mengalami kejang otot.
  • Mengeluarkan keringat secara berlebihan.

Gigitan laba-laba bisa menimbulkan reaksi ringan pada kulit hingga gejala alergi serius. Reaksi ringan bisa diatasi dengan perawatan sederhana di rumah.

Namun, terlepas dari seberapa parah reaksinya, Anda tetap perlu melakukan langkah pertolongan pertama yang tepat untuk mencegah komplikasi berbahaya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Rahmani, F., Banan Khojasteh, S. M., Ebrahimi Bakhtavar, H., Rahmani, F., Shahsavari Nia, K., & Faridaalaee, G. (2014). Poisonous Spiders: Bites, Symptoms, and Treatment; an Educational Review. Emergency (Tehran, Iran), 2(2), 54–58. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26495347

Vetter R., Swanson, D. (2021). Approach to the patient with a suspected spider bite: An overview. Retrieved 13 April 2021, from https://www.uptodate.com/contents/approach-to-the-patient-with-a-suspected-spider-bite-an-overview

Mayo Clinic. (2021). Spider bites: First aid. Retrieved 13 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-spider-bites/basics/art-20056618

Health Direct. (2021). Spider bites. Retrieved 13 April 2021, from https://www.healthdirect.gov.au/spider-bites

John Hopkins Medicine. (2021). Spider Bites. Retrieved 13 April 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/spider-bites

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 26/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri