Waspadai Penularan Rabies dari Hewan, Ini Ciri-Ciri Anjing yang Terinfeksi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Rabies tidak hanya menjangkit hewan tertentu, tapi juga bisa menginfeksi manusia. Sebagian besar kasus rabies pada manusia terjadi akibat gigitan hewan yang terinfeksi seperti anjing. Saat terinfeksi, virus rabies bisa menyebabkan gangguan pada sistem saraf. Untuk mencegah penularan virus rabies pada manusia, Anda perlu mengetahui ciri-ciri rabies pada hewan yang berisiko terinfeksi seperti anjing dan kucing. 

Ciri-ciri rabies pada anjing dan kucing

Rabies merupakan penyakit infeksi virus yang disebabkan oleh rhadovirus yang umumnya tinggal dalam air liur hewan.

Setiap tahun, rabies menyebabkan kematian lebih dari 50.000 manusia dan jutaan hewan di seluruh dunia. Pasalnya, rabies memang bisa berakibat fatal jika tidak langsung ditangani.

Hewan utama pembawa virus rabies adalah kelelawar, rakun, dan tikus. Namun, hewan peliharaan seperti anjing dan kucing juga dan bisa terinfeksi dan menularkannya pada manusia. Oleh sebab itu, penting untuk mengenali ciri-ciri rabies pada anjing dan kucing.

Anjing dan kucing yang terinfeksi rabies akan menunjukkan perubahan perilaku yang sangat ekstrem. Ciri-ciri rabies pada hewan peliharaan seperti anjing dan kucing adalah:

  • Selalu gelisah
  • Tidak bisa diam
  • Ketakutan
  • Lebih sensitif dan mudah marah
  • Terlihat kesakitan
  • Demam
  • Sering menggigiti benda-benda
  • Sering menyerang hewan lain
  • Kelumpuhan kaki belakang
  • Tidak nafsu makan
  • Kejang
  • Air liur berbuih

Anjing atau kucing yang semula jinak bisa tiba-tiba menjadi lebih sensitif, ganas bahkan bisa menyerang pemiliknya. Pada anjing-anjing liar, infeksi rabies bisa membuat mereka menjadi lebih buas.

Seperti yang disebutkan, ciri-ciri anjing yang terjangkit rabies sering menjilat, menggigit, dan mengunyah benda-benda tertentu. Anjing mungkin makan hal-hal yang tidak biasanya dimakan dan suka bersembunyi di tempat gelap.

Seiring perkembangan virus, anjing atau kucing yang terinfeksi bisa menjadi sensitif terhadap sentuhan, cahaya, dan suara. Kelumpuhan otot tenggorokan dan rahang, mengakibatkan gejala munculnya busa atau buih pada mulut anjing.

Namun, tidak semua anjing menunjukkan tanda-tanda rabies yang sama. Beberapa anjing yang terinfeksi  justru lebih pendiam, nampak sakit, dan lemas. Terkadang, anjing yang terinfeksi rabies bahkan terlihat normal dan tidak menunjukkan gejala atau perubahan perilaku apapun.

Bagaimana cara penularan virus rabies pada manusia?

cara mencegah rabies

Anjing atau kucing yang terinfeksi dapat menularkan rabies melalui gititan atau cakaran. Menurut WHO, penularan ke manusia oleh anjing mencapai hingga 99% kasus.

Penularan juga dapat terjadi saat air liur hewan yang terinfeksi masuk ke mulut manusia, seperti saat Anda mencium hewan peliharaan yang terinfeksi atau ketika anjing menjilat wajah Anda.

Virus penyebab rabies yang ada dalam air liur hewan terinfeksi juga bisa masuk ke tubuh manusia melalui luka di kulit yang terbuka.

Penularan rabies dari menghirup udara (aerosol) yang mengandung virus atau melalui transplantasi organ yang terinfeksi juga bisa terjadi. Namun, cara penularan rabies ini jarang terjadi.

Menurut para peneliti, penularan rabies di antara manusia secara teoritis memungkinkan  yaitu melalui gigitan atau kontak antara air liur (saat berciuman). Namun, hingga saat ini belum pernah ditemukan kasus penularan rabies di antara manusia.

Hal yang sama berlaku untuk penularan rabies pada manusia melalui konsumsi daging mentah atau susu hewan yang terinfeksi.

Cara mencegah penularan rabies pada manusia

Anda yang memiliki hewan peliharan dengan ciri-ciri rabies atau ingin menghindari penularan rabies dari hewan liar perlu melalukan upaya pencegahan seperti:

  • Menghindari kontak dengan hewan terinfeksi.
  • Saat hewan peliharaan tergigit hewan lain yang terinfeksi, jangan menyentuh anjing atau kucing Anda karena virus bisa tinggal dalam kulit hewan selama dua jam.
  • Gunakan sarung tangan dan pakaian pelindung saat menyentuh hewan yang terinfeksi.
  • Menghubungi dokter hewan, pusat layanan kesehatan, atau petugas pengawas hewan setempat. Dokter akan memberikan vaksinasi sesegera mungkin pada hewan yang terinfeksi dan hewan akan berada dalam penangkaran untuk sementara waktu.

Pertolongan medis untuk penanganan rabies perlu segera dilakukan jika Anda tertular rabies.

Dokter akan melakukan pengobatan Post-exposure prophylaxis (PEP) dengan menyuntikkan vaksin rabies untuk mencegah virus rabies menyebabkan infeksi sampai ke sistem saraf.

Jika ada luka gigitan, dokter akan mencuci luka terlebih dahulu selama 15 menit menggunakan sabun, air, deterjen, dan larutan pembersih yang mengandung povidone iodine untuk membunuh virus penyebab rabies.

Hingga saat ini belum pengobatan yang efektif menyembuhkan jika infeksi virus telah menyebabkan gejala rabies yang parah seperti kejang dan gangguan pada saraf. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mewaspadai cara penularan rabies dari hewan pada manusia dan melakukan langkah-langkah pencegahannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cacar (Smallpox)

Penyakit cacar (smallpox) adalah penyakit infeksi akibat virus variolla. Cari tahu penyebab, gejala, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Infeksi, Infeksi Virus 3 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Cacar Monyet (Monkeypox)

Cacar monyet adalah penyakit kulit langka dengan ciri mirip cacar air. Cari tahu penyebab, gejala, obat, cara mengatasi, dan mencegahnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Infeksi, Infeksi Virus 3 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Tak Hanya Anak, Imunisasi Juga Penting untuk Orang Dewasa

Tak hanya bayi dan balita, orang dewasa juga perlu perlindungan dari penyakit menular lewat imunisasi. Apa saja jenis vaksin yang dibutuhkan orang dewasa?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Infeksi 21 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Infeksi Bakteri dan Infeksi Virus, Apa Bedanya?

Beda jenis infeksinya, beda pula cara mengobatinya. Tapi bagaimana cara mengetahui perbedaan infeksi virus dan infeksi bakteri?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Infeksi, Infeksi Bakteri 8 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lidah terasa pahit saat sakit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
obat gondongan ampuh

Pilihan Obat Gondongan yang Ampuh Mengatasi Bengkak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
Infeksi virus

Infeksi Virus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
Penyakit zoonosis

Zoonosis, Penyakit Infeksi dari Hewan yang Menular pada Manusia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit