backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

2

Tanya Dokter
Simpan

7 Manfaat Kesehatan Memelihara Anjing Menurut Penelitian

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana · Tanggal diperbarui 02/08/2022

7 Manfaat Kesehatan Memelihara Anjing Menurut Penelitian

Kebanyakan orang enggan memiliki anjing atau kucing di rumah karena perlu merawatnya dengan telaten atau adanya risiko alergi. Padahal, ada berbagai manfaat memelihara hewan peliharaan, termasuk anjing, yang mungkin tidak pernah Anda pikirkan sebelumnya.

Cari tahu selengkapnya dalam artikel ini.  

Manfaat memelihara anjing di rumah

Ada banyak alasan mengapa anjing disebut sebagai sahabat manusia. Selain setia dan cerdas, banyak penelitian menunjukkan memelihara anjing menjaga kesehatan tubuh.

Memiliki seekor anjing dapat mendorong Anda untuk lebih aktif secara fisik, bahkan lebih bahagia. Berikut ini sejumlah manfaat memelihara anjing di rumah.

1. Meningkatkan kesehatan jantung

Dalam beberapa penelitian, memelihara anjing di rumah diketahui membantu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol atau trigliserida tinggi

Hal ini tentunya baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah secara keseluruhan. 

Pasien serangan jantung yang memelihara anjing juga diketahui memiliki tingkat kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan yang tidak memelihara anjing.

2. Meningkatkan kesehatan mental

hewan peliharaan mengatasi

Menurut penelitian dari Journal of personality and social psychology (2011), seseorang yang memiliki hewan peliharaan di rumah diketahui lebih bahagia dan sehat dibandingkan yang tidak memelihara hewan. 

Pasalnya, menghabiskan waktu selama beberapa menit untuk bermain bersama hewan peliharaan dapat meningkatkan produksi hormon serotonin dan dopamin. 

Keduanya, merupakan senyawa kimia dalam otak yang bisa memperbaiki mood atau suasana hati. Tak heran Anda merasa gembira saat berinteraksi dengan anjing kesayangan. 

Reaksi  dari aktivitas hormon saat bermain dengan hewan peliharaan ini serupa dengan reaksi yang terjadi ketika memeluk pasangan atau melihat pemandangan yang indah.

3. Mengurangi risiko alergi

Kebanyakan orang enggan memelihara hewan berbulu di rumah karena takut akan risiko alergi yang ditimbulkan. 

Namun, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam PloS one (2018) justru menemukan fakta sebaliknya. Memelihara anjing malah memiliki manfaat mencegah alergi. 

Anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua yang memiliki hewan peliharaan, seperti kucing dan anjing, cenderung berisiko lebih rendah terkena alergi dan asma.

Peluang terjadinya alergi semakin kecil ketika anak-anak semakin banyak berinteraksi dengan anjing atau kucing sedari mereka masih bayi.

Rupanya, kontak sedari dini dengan hewan peliharaan justru melatih perlindungan sistem kekebalan tubuh terhadap paparan bakteri dan alergen. 

4. Membantu menurunkan berat badan

anjing dan manusia bakteri usus

Berbagai penelitian menemukan bahwa mengajak jalan-jalan anjing setiap hari bisa membantu Anda menurunkan berat badan. 

Hal ini karena kegiatan tersebut akan memaksa Anda untuk melakukan aktivitas fisik tingkat sedang, paling tidak 10 – 30 menit setiap harinya.

Jika Anda termasuk orang yang rutin mengajak hewan peliharaan jalan-jalan, pertimbangkan untuk menjadikan kegiatan ini sebagai olahraga rutin. 

Cobalah untu berjalan-jalan lebih lama sambil meningkatkan kecepatan berjalan sehingga seperti berolahraga jalan cepat. 

5. Mengurangi rasa kesepian lansia

Manfaat memelihara anjing selanjutnya adalah membantu mengatasi stres pada lansia. Ini berkaitan dengan reaksi tubuh ketika Anda berinteraksi dengan hewan peliharaan. 

Mengelus anjing kesayangan dapat menurunkan tekanan darah dan detak jantung, menenangkan aktivitas saraf, dan menekan hormon stres, yakni kortisol. 

Reaksi tersebut menciptakan efek menenangkan, rileks, dan lega sehingga bisa mengurangi kesepian. Masalah ini menjadi faktor utama yang memicu bunuh diri pada lansia.

Dalam jangka panjang, manfaat memiliki anjing peliharaan mungkin juga bisa memperpanjang usia hidup lansia.

6. Menghentikan kebiasan merokok

tidur dengan kucing dan anjing

Satu studi lama yang diterbitkan oleh jurnal Tobacco Control menemukan terdapat manfaat memelihara anjing bagi perokok. 

Penelitian ini menemukan lebih dari seperempat perokok yang memiliki hewan peliharaan mencoba berhenti merokok

Ini terjadi ketika mereka mengetahui tentang efek kesehatan negatif dari asap rokok pada hewan mereka. 

Paparan asap rokok berpotensi memicu kanker tertentu pada kucing dan anjing, alergi pada anjing, penyakit mata, kulit, dan pernafasan pada burung.

7. Mendorong pemilik untuk bersosialisasi

Berjalan dengan anjing dapat membuat pemiliknya menjadi lebih mudah membuka diri dan membangun percakapan dengan orang-orang. 

Sebuah lain dalam jurnal PloS one (2015) menemukan bahwa sekitar 40% pemilik anjing lebih mudah berteman. 

Memelihara anjing adalah salah satu cara yang baik untuk mengenal orang asing dan menjalin hubungan persahabatan. 

Sebuah studi lain menyimpulkan bahwa orang yang memiliki keterikatan yang kuat dengan hewan peliharaan, merasa lebih mudah bersosialisasi.

Anjing bisa jadi teman baik yang setia. Kehadiran hewan peliharaan ini juga bisa membantu mengusir rasa kesepian dan memberikan kebahagiaan lebih.

Secara keseluruhan, memelihara anjing memberikan manfaat untuk kesehatan karena meningkatkan kualitas hidup pemiliknya.

Meski begitu, mengadopsi seekor anjing membutuhkan komitmen dan tanggung jawab besar. Jadi, pastikan Anda tetap merawatnya dengan penuh kasih sayang. 

Kesimpulan

  • Memelihara anjing membantu Anda menjadi lebih tenang dan lebih menghargai hidup.
  • Mempunyai peliharaan membuat Anda lebih aktif dan bertanggung jawab.
  • Memiliki hewan peliharaan meningkatkan kualitas hidup lansia.
  • Memelihara anjing membuat Anda lebih mudah bersosialisasi dan tidak merasa terisolasi atau kesepian.
  • Merawat anjing mendorong Anda untuk menjalani hidup yang lebih sehat.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana · Tanggal diperbarui 02/08/2022

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan