Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Rabies (Penyakit Anjing Gila)

Apa itu rabies?|Tanda-tanda dan gejala rabies|Penyebab rabies|Faktor-faktor risiko|Diagnosis|Pengobatan rabies|Pencegahan
Rabies (Penyakit Anjing Gila)

Apa itu rabies?

Rabies (penyakit anjing gila) adalah penyakit infeksi virus yang menyerang sistem saraf dan disebabkan oleh virus rabies. Seseorang dapat terkena penyakit ini apabila tergigit oleh binatang yang terinfeksi virus tersebut.

Umumnya, virus rabies ditemukan pada hewan liar. Beberapa hewan liar yang menyebarkan virus tersebut adalah sigung, rakun, kelelawar, dan rubah. Namun, di beberapa negara, masih banyak binatang peliharaan yang membawa virus tersebut, termasuk kucing dan anjing.

Bila seseorang yang terserang virus ini mulai mengalami berbagai gejala, kemungkinan telah terjadi kerusakan pada sistem saraf pusat dan otaknya.

Untuk mencegah penyebaran penyakit ini, Anda dan binatang peliharaan Anda harus melakukan vaksinasi. Selain itu, apabila Anda digigit binatang yang berpotensi terinfeksi virus, segera periksakan diri ke dokter sebelum muncul gejala apapun.

Seberapa umumkah rabies?

Rabies adalah penyakit yang cukup umum terjadi di beberapa negara. Setiap tahunnya, penyakit ini menjadi penyebab sekitar 59.000 kematian.

Meskipun telah banyak dilakukan program vaksin rabies, terutama untuk anjing-anjing liar, masih banyak sekali kasus yang terjadi akibat gigitan anjing. Menurut WHO, sebanyak lebih dari 90% kasus rabies terjadi karena gigitan anjing yang terinfeksi virus.

Angka kematian akibat penyakit ini terjadi paling banyak di negara-negara yang tidak memiliki fasilitas kesehatan memadai, terutama di Asia dan Afrika. Selain itu, kurangnya sosialisasi akan bahaya rabies serta pencegahannya juga memengaruhi tingginya angka kasus penyakit ini.

Penyakit ini dapat terjadi pada semua usia, namun kasus kejadiannya paling banyak ditemukan pada anak-anak berusia 15 tahun ke bawah. Persentase kejadiannya adalah sekitar 40%.

Di samping itu, yang termasuk dalam kelompok dengan risiko tinggi yaitu anak-anak yang tinggal di daerah yang rawan terhadap infeksi gigitan binatang, dan orang yang bepergian ke daerah-daerah terpencil di mana kondisi kesehatan masih belum berkembang.

Penyakit ini dapat dicegah dengan cara mengenali faktor-faktor risiko yang dapat dihindari. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda.

Tanda-tanda dan gejala rabies

Pada umumnya, tanda-tanda dan gejala rabies muncul secara bertahap. Masa inkubasi infeksi virus ini yaitu jangka waktu dari penularan virus hingga munculnya gejala pertama rata-rata berlangsung selama 35 hingga 65 hari.

Ketika gejala telah muncul, biasanya penyakit rabies sudah tergolong fatal. Oleh karena itu, segera cari pertolongan medis apabila tergigit binatang tanpa perlu menunggu munculnya gejala.

Ketika mulai merasa sakit, infeksi virus rabies akan mulai menimbulkan gejala seperti:

  • Demam mencapai 38 derajat Celcius atau lebih
  • Sakit kepala
  • Kecemasan
  • Merasa tubuh tidak sehat secara keseluruhan
  • Sakit tenggorokan
  • Batuk
  • Mual disertai muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Rasa sakit atau mati rasa di area yang digigit
  • Merasa kebingungan, resah, dan gelisah
  • Lebih agresif dan hiperaktif
  • Kejang otot dan kelumpuhan mungkin terjadi
  • Bernapas berlebihan (hiperventilasi), terkadang kesulitan bernapas
  • Memproduksi lebih banyak air liur
  • Takut dengan air (hydrophobia)
  • Kesulitan menelan
  • Berhalusinasi, bermimpi buruk, dan insomnia
  • Gangguan ereksi pada pria
  • Sensitif terhadap cahaya (photophobia)

Gejala awal dapat berlangsung selama 2 hingga 10 hari. Seiring dengan berjalannya waktu, gejala akan bertambah parah.

Pada tahap berikutnya, penderita mulai merasakan gangguan sistem saraf yang akut. Seiring dengan berjalannya waktu, penderita akan mengalami kesulitan bernapas yang cukup parah.

Apabila penyakit ini tidak segera diobati setelah digigit, penderita hampir selalu akan memasuki fase koma.

Kemungkinan ada beberapa tanda atau gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda mempunyai kekhawatiran mengenai suatu gejala, konsultasikanlah pada dokter Anda.

Kapan saya harus menemui dokter?

Segeralah cari pertolongan medis apabila Anda digigit oleh hewan apapun, termasuk hewan peliharaan.

Tergantung dari cedera dan situasi saat gigitan terjadi, Anda dan dokter Anda dapat memutuskan apabila Anda harus menerima pengobatan untuk mencegah penyakit rabies.

Meskipun Anda tidak yakin Anda telah tergigit dan mengalami gejala seperti yang disebutkan, segera carilah pertolongan medis.

Namun, tubuh setiap penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, segera cari pertolongan medis terdekat.

Penyebab rabies

Penyebab penyakit rabies adalah virus yang bernama lyssavirus pada air liur hewan yang telah terinfeksi. Hewan yang telah terinfeksi dapat menyebarkan virus rabies ini dengan menggigit hewan lain atau manusia.

Pada kasus yang jarang terjadi, penyakit ini dapat menyebar saat air liur yang terinfeksi masuk ke dalam luka terbuka atau membran mukosa, seperti mulut atau mata. Ini dapat terjadi apabila hewan yang terinfeksi menjilat luka terbuka Anda.

Apa saja hewan yang membawa virus penyebab rabies?

Umumnya, penularan rabies paling sering terjadi melalui gigitan hewan. Menurut CDC, hewan pembawa virus penyebab rabies umumnya adalah mamalia seperti:

1. Hewan peliharaan dan ternak

Berikut adalah binatang-binatang peliharaan dan ternak yang mungkin membawa virus rabies:

  • Kucing
  • Anjing
  • Sapi
  • Kambing
  • Kuda

2. Hewan liar

Beberapa jenis hewan liar juga dapat menularkan virus rabies, seperti:

  • Kelelawar
  • Monyet
  • Rakun
  • Rubah
  • Berang-berang
  • Sigung

Pada kasus yang sangat jarang terjadi, virus penyebab rabies dapat tersebar dari proses transplantasi organ, apabila organ yang digunakan telah terinfeksi virus.

Faktor-faktor risiko

Rabies adalah penyakit yang dapat menyerang semua orang dari berbagai kelompok usia dan ras. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini.

Memiliki satu atau semua faktor risiko bukan berarti Anda dapat dipastikan akan terserang penyakit ini. Ada pula kemungkinan kecil seseorang terkena penyakit ini meskipun tidak memiliki faktor risiko satupun.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu munculnya penyakit rabies adalah:

1. Tinggal di negara-negara berkembang

Apabila Anda berdomisili di negara-negara berkembang, terutama di daerah dengan fasilitas kesehatan serta pemahaman yang kurang memadai, risiko Anda untuk terserang penyakit ini lebih tinggi.

2. Bepergian ke daerah dengan kasus kejadian yang tinggi

Jika Anda bepergian atau mengunjungi negara-negara dengan angka kejadian penyakit yang cukup besar, seperti negara di Afrika dan Asia Tenggara, peluang Anda untuk tertular virus lebih besar.

3. Melakukan kegiatan outdoor

Melakukan kegiatan yang memungkinkan Anda berhubungan dengan hewan liar, seperti menjelajah gua yang terdapat banyak kelelawar, atau berkemah tanpa melakukan pencegahan masuknya hewan liar, dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini.

4. Bekerja sebagai dokter hewan atau sering menangani hewan

Jika Anda adalah dokter hewan, atau Anda memiliki pekerjaan yang memungkinkan Anda melakukan kontak dengan hewan seperti penjaga kebun binatang, peluang Anda untuk terinfeksi virus lebih besar.

5. Bekerja di laboratorium untuk meneliti virus rabies

Apabila Anda pekerja laboratorium yang sedang melakukan penelitian pada rhadovirus, risiko Anda untuk terinfeksi lebih tinggi.

6. Memiliki binatang peliharaan atau ternak yang belum divaksin

Apabila Anda mempunyai hewan peliharaan seperti anjing dan kucing, atau hewan ternak seperti sapi dan kambing, pastikan Anda sudah memberikan vaksin pada hewan-hewan tersebut.

Diagnosis

Hewan yang menggigit Anda harus ditangkap untuk diuji apakah hewan tersebut memiliki rabies atau tidak. Saat hewan menggigit Anda, tidak ada cara untuk mengetahui apakah hewan tersebut telah menyebarkan virus kepada Anda.

Oleh karena itu, segera periksakan diri ke dokter apabila Anda digigit oleh binatang yang berpotensi membawa virus. Jangan tunda hingga gejala-gejalanya muncul.

Pengobatan untuk mencegah infeksi virus akan dilakukan apabila dokter berpikir bahwa ada kemungkinan Anda telah terpapar oleh virus.

Pengobatan rabies

Informasi yang tersedia bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Ketika Anda telah terinfeksi virus, sulit untuk mendapatkan pengobatan yang efektif. Meskipun terdapat beberapa penderita yang berhasil selamat, penyakit ini umumnya bersifat fatal dam sulit diatasi.

Namun, apabila Anda segera memeriksakan diri ke dokter sebelum gejala-gejala muncul, kemungkinan Anda untuk selamat akan lebih besar.

1. Yang harus dilakukan setelah tergigit binatang dengan rabies

Apabila Anda telah tergigit atau dicakar binatang yang berisiko membawa virus, lakukan hal-hal di bawah ini:

  • Bersihkan luka dengan air mengalir dan sabun selama beberapa menit
  • Tutup luka dengan perban sederhana
  • Pergi ke pusat layanan medis, rumah sakit, atau dokter umum terdekat

2. Pengobatan rabies untuk orang yang tergigit

Jika Anda digigit oleh binatang yang berpotensi membawa virus, Anda akan segera diberi beberapa suntikan untuk mencegah terjadinya infeksi virus.

Suntikan rabies yang digunakan adalah:

  • Suntikan dengan reaksi cepat (imunoglobulin)Suntikan ini berguna untuk mencegah terjadinya infeksi virus secara cepat. Terutama jika Anda mengalami gigitan dan luka terbuka dari hewan yang terinfeksi rabies. Tim medis akan menyuntik di area yang terluka secepat mungkin setelah Anda tergigit.
  • Suntikan vaksinasiSuntikan vaksinasi membantu tubuh untuk mengenal dan melawan infeksi virus. Vaksinasi akan diberikan sebanyak 4 kali selama 1 bulan jika Anda belum memiliki riwayat vaksin sebelumnya, dan 2 kali jika Anda sudah pernah divaksin sebelumnya.

Pencegahan

Anda dapat mengurangi risiko terkena penyakit ini dengan melakukan langkah-langkah di bawah ini:

1. Berikan vaksinasi pada hewan peliharaan Anda

Kucing dan anjing peliharaan Anda harus dijaga dari kemungkinan terinfeksi virus. Maka dari itu, pastikan Anda membawa peliharaan Anda ke dokter hewan dan mintalah dokter untuk memberikan suntik vaksinasi.

2. Jaga binatang peliharaan Anda dari lingkungan luar

Usahakan untuk menjaga hewan peliharaan Anda agar tidak terlalu sering memiliki kontak dengan dunia luar. Hal ini dapat mencegah peliharaan Anda terpapar virus dari hewan liar.

3. Laporkan keberadaan hewan liar ke pihak berwajib

Apabila Anda melihat adanya hewan liar di daerah Anda, laporkan ke pihak yang berwajib. Biasanya akan ada lembaga atau pihak yang akan menampung hewan-hewan liar tersebut dan memberikan vaksinasi.

4. Lakukan vaksinasi sebelum bepergian ke luar negeri

Jika Anda akan bepergian ke negara atau daerah dengan potensi terjadinya penularan penyakit ini, sebaiknya Anda melakukan pencegahan dengan suntik vaksin rabies.

Apabila anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah ke dokter Anda untuk memahami solusi yang terbaik untuk Anda.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

WHO. (2020). Rabies. Retrieved 3 December 2020, from https://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/rabies

CDC. (2020). Rabies. Retrieved 3 December 2020, from https://www.cdc.gov/rabies/index.html

Mayo Clinic. (2020). Rabies – Symptoms and causes. Retrieved 3 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rabies/symptoms-causes/syc-20351821

Mayo Clinic. (2020). Rabies – Diagnosis and treatment. Retrieved 3 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rabies/diagnosis-treatment/drc-20351826

NHS-UK. (2017). Rabies. Retrieved 3 December 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/rabies/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 08/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x