Tak Cukup Hanya Diperban, Ini 5 Tanda Luka Perlu Dijahit

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update November 29, 2019
Bagikan sekarang

Luka kecil umumnya hanya perlu diperban atau bahkan bisa sembuh sendiri tanpa diberikan obat apapun. Namun, Anda harus tahu apakah luka yang Anda miliki benar-benar tidak memerlukan penanganan lanjut? Pasalnya, beberapa luka yang dikira kecil, ternyata membutuhkan tindakan medis seperti dijahit. Nah, supaya tahu seperti apa luka yang harus dijahit, yuk simak penjelasn berikut.

Kenapa luka harus dijahit?

Menjahit luka ditujukan untuk menutup robekan kulit, sehingga menghentikan pendarahan, menghindari terjadinya infeksi sekaligus mencegah sobekan luka semakin dalam.  Jahitan luka sendiri menggunakan benang yang terbuat dari berbagai material seperti nilon atau sutra.

Dr. Purva Gover dari Cleveland Children’s Pediatric Emergency Departments mengatakan bahwa terkadang sulit untuk menentukan apakah luka harus dijahit atau tidak. Namun, ia menganjurkan untuk setiap orang, khususnya para orangtua untuk mengetahui tanda-tanda luka yang memerlukan jahitan agar bisa memberikan pertolongan pertama yang tepat pada anak.

Inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menentukan apakah luka yang harus dijahit atau tidak.

1. Ukuran luka

Seberapa besar luka yang terlihat menjadi pertimbangan utama apakah dibutuhkan jahitan untuk menutupnya atau tidak. Perhatikanlah kedalaman dan lebar dari luka Anda. Saat luka lebih lebar atau memiliki kedalaman lebih dari 1,2 cm maka luka itu harus dijahit.

Begitupun jika terdapat serpihan gelas atau benda tajam lainnya yang tersangkut pada luka. Apabila luka sampai menampakan jaringan bawah kulit, otot atau tulang, maka Anda perlu segera pergi ke rumah sakit.  

2. Pendarahan

Anda juga bisa menentukan apakah harus jahit luka atau tidak dengan melihat jumlah darah yang keluar. Darah yang terus mengalir dan tidak berhenti meskipun telah ditekan dalam 10 menit menandakan bahwa luka perlu dijahit untuk menghentikan pendarahan.

Saat mengalami kondisi ini, segera cari bantuan medis sebelum Anda kehabisan banyak darah.

3. Lokasi terdapatnya luka

Perlu atau tidaknya luka dijahit juga bergantung bagian tubuh mana yang terluka. Luka yang berada di pertemuan dua sendi, terutama jika luka terjadi ketika Anda menggerakan sendi tersebut, membutuhkan jahitan. Penutupan luka dengan jahitan perlu dilakukan karena terdapat kemungkinan terjadinya kerusakan pada ligamen dan tendon.

Anda juga sebaiknya memperhatikan dengan lebih baik untuk luka-luka yang terjadi di sekitar kemaluan dan wajah, terutama kelopak mata karena berpotensi mengganggu fungsi dari organ tersebut.

4. Penyebab terjadinya luka

Untuk beberapa jenis luka bahkan tidak hanya diperlukan jahitan. Penyebab menentukan seperti apa perawatan luka yang perlu dilakukan, khususnya pada luka-luka yang disebabkan oleh gigitan binatang atau benda tajam berkarat.

Pada luka-luka seperti ini, risiko terjadinya infeksi lebih besar, termasuk infeksi virus rabies. Suntikan tetanus booster atau antibiotik dibutuhkan untuk menyembuhkannya.

Pertolongan pertama saat terluka

Sekalipun Anda tetap kesulitan mengenali tanda-tandanya, saat mengalami kecelakaan kecil seperti tidak sengaja mengiris tangan sendiri, sebaiknya Anda tetap melakukan langkah-langkah pertolongan pertama.

Tekan bagian tubuh yang mengalami pendarahan dengan menggunakan kain atau kapas bersih selama 5 sampai 10 menit. Ketika pendarahan berhenti, bersihkanlah luka menggunakan air dengan hati-hati tanpa perlu menggosoknya. Terakhir, balutlah bagian luka dengan perban. Jika pendarahan tidak juga berhenti Anda sebaiknya segera pergi ke rumah sakit.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber