backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan
Konten

Paracetamol atau Ibuprofen, Mana yang Lebih Baik untuk Demam?

Ditinjau secara medis oleh Apt. Ambar Khaerinnisa, S.Far · Farmasi · None


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 14/07/2023

Paracetamol atau Ibuprofen, Mana yang Lebih Baik untuk Demam?

Terlepas dari nama merk dagang, paracetamol dan ibuprofen merupakan dua jenis obat utama yang digunakan untuk mengatasi demam dan rasa sakit (analgesik).

Meski memiliki fungsi yang sama, obat generik yang sudah dijual dalam berbagai merk ini tetap memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Pemilihan yang tidak tepat antara paracetamol dan ibuprofen bahkan bisa meningkatkan risiko efek samping. Untuk mencegahnya, inilah beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan Anda.

Perbedaan paracetamol dan ibuprofen

Sebelum memutuskan untuk memilih antara paracetamol dan ibuprofen, pastikan Anda mengetahui beberapa perbedaan dari kedua obat tersebut.

Apa itu paracetamol?

paracetamol mengandung virus

Paracetamol adalah obat dari golongan analgesik untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang, termasuk gejala flu.

Obat ini banyak digunakan karena aman untuk ibu hamil dan menyusui. Selain itu, paracetamol juga bisa dibeli tanpa resep dokter.

Paracetamol diduga bekerja dengan cara memblokir saraf yang menghantarkan rasa sakit ke otak. Obat ini juga akan memengaruhi sinyal kimiawi pada otak yang mengatur suhu tubuh.

Berbeda dengan ibuprofen, paracetamol tidak bisa mengatasi demam atau nyeri karena peradangan.

Contoh merk dagang paracetamol yaitu Panadol, Bodrex, Paramol, dan Sumagesic.

Apa itu ibuprofen?

Ibuprofen adalah obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) yang efektif untuk mengatasi peradangan, termasuk nyeri dan demam yang kerap menyertainya.

Sakit gigi, nyeri haid, rheumatoid arthritis, dan pembengkakan kaki karena terkilir merupakan beberapa contoh kondisi terkait peradangan yang menimbulkan rasa nyeri.

Ibuprofen bekerja dengan cara mengatur produksi prostaglandin, zat kimiawi yang menyebabkan nyeri dan peradangan dalam tubuh.

Contoh merk dagang ibuprofen yakni Bufect, Fenris, Prorid, dan Anafen. Selain ibuprofen, obat-obatan lainnya yang juga berasal dari golongan NSAID ialah aspirin dan naproxen.

Perbedaan aturan pakai paracetamol dan ibuprofen

Setiap merk obat mungkin memiliki aturan pakai yang berbeda. Pastikan Anda membaca aturan pakai pada kemasan atau yang dijelaskan apoteker.

Aturan pakai paracetamol

Mengutip dari laman NPS Medicinewise, paracetamol aman digunakan untuk bayi di atas dua bulan dengan berat minimal 4 kg. Namun, Anda sebaiknya tetap memberikannya setelah mendapat persetujuan dari dokter.

Paracetamol dapat diberikan setiap 4–6 jam sekali dengan batas maksimal empat kali sehari. Obat ini dapat diminum sebelum atau sesudah makan.

Aturan pakai ibuprofen

Ibuprofen tidak disarankan untuk ibu hamil dan menyusui, sebagaimana disebutkan pada situs National Health Services.

Ibuprofen hanya bisa diberikan kepada ibu hamil dengan resep dokter karena dapat meningkatkan risiko bayi lahir cacat atau masalah janin lainnya, terutama jika usia kehamilan sudah memasuki 30 minggu.

Obat ini juga dikhawatirkan meresap ke dalam ASI sehingga membahayakan bayi. Ibuprofen baru boleh diberikan kepada bayi yang berusia di atas enam bulan, dengan izin dokter.

Sementara itu, usia minimal pemberian ibuprofen pada anak-anak adalah tiga bulan atau setelah berat badan anak mencapai 6 kg.

Ibuprofen dapat diberikan setiap 6–8 jam dan tidak lebih dari tiga kali sehari. Minumlah obat ini setelah makan untuk mencegah efek samping berupa luka serta iritasi pada dinding lambung.

Kapan waktu terbaik minum ibuprofen atau paracetamol?

Ibuprofen Efek COVID-19

Salah satu hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih antara ibuprofen atau paracetamol adalah dengan memperhitungkan kondisi kesehatan Anda.

Berikut adalah waktu dan kondisi terbaik untuk minum kedua obat tersebut.

Waktu terbaik minum paracetamol

Sesuai dengan aturan pakai dan cara kerjanya, paracetamol sebaiknya diminum saat demam dan rasa nyeri yang terjadi bukan berasal dari peradangan.

Paracetamol juga bisa menjadi pilihan yang lebih baik jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sudah tergolong sebagai lansia.

Obat ini juga lebih aman bagi Anda yang memiliki riwayat gangguan pencernaan. Ini karena jika dibandingkan ibuprofen, paracetamol tidak terlalu sensitif terhadap lambung.

Waktu terbaik minum ibuprofen

Karena termasuk dalam golongan NSAID, ibuprofen bekerja lebih efektif sebagai obat nyeri dan demam akibat peradangan. 

Namun, hindari penggunaan ibuprofen jika Anda sedang hamil, menyusui, atau memiliki riwayat penyakit kronis seperti jantung, asma, atau gangguan pencernaan.

Obat ini juga tidak disarankan diminum sebelum atau setelah operasi bypass jantung. Tanyakan kepada dokter Anda terkait jenis obat pereda nyeri yang lebih aman bagi Anda.

Meski sama-sama tidak baik dikonsumsi dalam jangka panjang, waktu konsumsi ibuprofen bisa dibilang lebih singkat daripada paracetamol.

Paracetamol atau ibuprofen, mana yang lebih baik untuk demam?

Ibuprofen dan paracetamol sama-sama memiliki sifat antipiretik untuk menurunkan demam, baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. Hanya saja, ibuprofen juga memiliki efek antiperadangan.

Beberapa penelitian memang menunjukkan bahwa ibuprofen bekerja sedikit lebih baik untuk mengurangi demam pada anak dibandingkan parasetamol. Namun, belum ada data yang memadai untuk membuktikannya.

Oleh karena itu, Anda bisa memilih paracetamol atau ibuprofen sesuai dengan kondisi yang mendasarinya dan kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan.

Ibuprofen dan paracetamol juga aman dikonsumsi secara bersamaan. Akan tetapi, cara ini tidak dianjurkan untuk anak-anak.

Selain itu, jika anak Anda biasanya minum paracetamol sebagai pereda nyeri, sebaiknya jangan menggantinya menjadi ibuprofen.

Begitu pun sebaliknya, jangan sembarang mengganti ibuprofen menjadi paracetamol karena anak Anda mungkin justru mendapatkan dosis yang tidak tepat.

Untuk menilai mana yang lebih efektif antara paracetamol dan ibuprofen dalam menurunkan demam, lihatlah efek yang diberikan oleh kedua obat tersebut.

Jika nyeri atau demam tidak juga mereda dalam waktu dua hari, konsultasikan kondisi Anda dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Kesimpulan

  • Ibuprofen dan paracetamol sama-sama dapat mengatasi nyeri dan demam. Bedanya, ibuprofen juga bisa mengatasi peradangan.
  • Ibu hamil, menyusui, dan lansia lebih disarankan minum paracetamol karena risiko efek sampingnya lebih kecil.
  • Untuk memilih obat demam terbaik, Anda perlu menyesuaikan dengan penyebab demam dan kondisi tubuh Anda terlebih dahulu.

Catatan

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

Apt. Ambar Khaerinnisa, S.Far

Farmasi · None


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 14/07/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan