Berbagai Risiko Waxing Terhadap Kesehatan Kulit

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 Oktober 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Waxing adalah cara yang mudah dan efektif untuk menghilangkan rambut di seluruh tubuh Anda. Sebelum melakukan waxing, Anda perlu mengetahui efek samping atau bahaya waxing untuk kesehatan Anda. Efek samping adalah sangat umum bagi Anda yang melakukan waxing. Tetapi, karena kulit setiap orang berbeda-beda, maka Anda harus mengetahui terlebih dahulu jenis kulit  Anda sebelum melakukan waxing. Untuk mengetahui lebih lanjut, mari kita lihat berbagai efek waxing terhadap kesehatan kulit berikut ini.

1. Kemerahan dan iritasi

Kebanyakan orang yang melakukan waxing mengalami kulit kemerahan dan iritasi setelahnya. Iritasi kulit ini dapat mudah diatasi dengan menggunakan kompres dingin selama beberapa menit setelah waxing.

2. Perdarahan kecil di bawah kulit

Benjolan kemerahan, ruam kulit, atau perdarahan kecil di bawah kulit dapat terjadi pada orang dengan kulit yang sangat sensitif. Hal itu juga dapat terjadi setelah Anda melakukan waxing di daerah sensitif, seperti bikini atau daerah kemaluan.

3. Luka bakar pada kulit

Wax dilakukan dengan menggunakan lilin panas, sehingga Anda berisiko tinggi untuk mengalami luka bakar pada kulit dan juga membuat kulit menjadi lebih gelap. Bintik-bintik coklat kemerahan pasca inflamasi dapat muncul pada kulit akibat penerapan lilin yang panas. Hal itu membutuhkan waktu sekitar beberapa minggu hingga satu tahun untuk memudar, tergantung dari masing-masing kulit individu.

Selain itu, melakukan waxing pada alis, bibir, dan dagu juga harus dilakukan dengan hati-hati. Jika Anda menggunakan produk anti-aging atau krim jerawat yang mengandung retinoid (vitamin A derivatives retinol, retinyl palmitate, tretinoin, adapalene, dan tazarotene), maka kulit Anda akan sangat rentan untuk terbakar dan terkelupas akibat proses pencabutan tersebut. Krim anti-aging dan krim jerawat dapat melonggarkan lampiran dari sel-sel kulit dan menyebabkan peningkatan pengelupasan kulit.

4. Reaksi alergi

Reaksi alergi dapat terjadi pada orang yang memiliki alergi terhadap produk lilin. Hal ini dapat berupa folikulitis (peradangan atau ruam parah pada folikel rambut). Beberapa orang bahkan dapat mengembangkan pustula (benjolan berisi nanah) di daerah wax, jika kulit sangat sensitif. Ketika reaksi tersebut terjadi, Anda harus menghubungi dokter sesegera mungkin untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

5. Rambut tumbuh ke dalam

Kondisi rambut tumbuh ke dalam sering terjadi setelah Anda mencukurnya. Krant M.D., seorang dermatolog di For Smith, Ark, mengatakan bahwa menarik rambut dengan akar-akarnya, berarti akan ada rambut baru yang kecil dan lemah yang mulai tumbuh di tempatnya, dan yang secara alami lebih tebal serta memiliki sedikit kekuatan untuk menembus ke luar permukaan. Karena kurangnya kekuatan, maka rambut baru tertahan dan terjebak di bawah permukaan kulit, sehingga menyebabkan benjolan yang dapat terinfeksi dan dapat bertahan lama.

6. Infeksi kulit

Infeksi kulit sebenarnya merupakan kondisi yang jarang, namun hal ini dapat terjadi karena produk tidak bersih atau telah terinfeksi. Penderita diabetes harus menghindari pencukuran rambut karena mereka jauh lebih rentan untuk mengembangkan infeksi kulit, terutama oleh bakteri resisten dan bakteri mematikan. Menurut Krant, menarik rambut keluar dari daerah yang dapat meningkatkan risiko masuknya bakteri, contohnya di daerah kemaluan, dapat menyebabkan infeksi permukaan dan bahkan  untuk beberapa kasus menyebabkan selulitis yang lebih dalam. Selain itu, infeksi impetigo (infeksi kulit yang sangat menular) juga merupakan masalah yang umum akibat waxing.

7. Infeksi menular seksual (IMS)

Sebuah penelitian melihat adanya hubungan risiko tertular virus moluskum kontagiosum (virus penyebab infeksi di lapisan atas kulit) dan bikini waxing. Namun, hal itu bukanlah satu-satunya risiko IMS yang dapat disebabkan oleh mencukur rambut kemaluan. Menurut Krant, setiap infeksi akan lebih mudah menyebar jika ada kerusakan pada daerah kulit. Herpes, HPV (Human Papillomavirus), HIV, dan penyakit IMS lainnya juga telah meningkatkan risiko akibat trauma kulit.

Perlu diingat!

Ketika wax dilakukan oleh seorang profesional di salon kecantikan terpercaya dan dengan perawatan kulit yang tepat, maka efek samping dari waxing akan lebih minimal. Para profesional telah berpengalaman dengan berbagai prosedur waxing dan juga memiliki keahlian mencabut lilin dengan sempurna. Kebanyakan orang yang belum terbiasa melakukan waxing di rumah sering mengalami kegagalan dalam mencabut lilin sehingga pencabutan dilakukan berulang. Hal itu dapat menyebabkan kemerahan yang berlebih, peradangan, atau bahkan pendarahan dan luka bakar pada kulit.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Mengenal Fototerapi, Terapi Cahaya untuk Penyakit Kulit dengan Sinar UV

    Pengobatan penyakit kulit dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya dengan fototerapi atau terapi cahaya. Apa itu?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kesehatan Kulit 9 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Ragam Penyebab Eksim Beserta Faktor Pemicu Kekambuhannya

    Eksim membuat kulit memerah, kasar, pecah-pecah, terasa amat gatal, dan sangat kering. Apa sebenarnya penyebab eksim alias dermatitis atopik?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Kesehatan Kulit, Dermatitis 8 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

    Ciri Kulit Sensitif dan 8 Cara Jitu Mengatasinya

    Ciri kulit sensitif termasuk ruam kemerahan dan gatal-gatal setelah memakai produk perawatan kulit atau produk wewangian. Bagaimana cara mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Hidup Sehat, Kecantikan 7 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

    Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

    Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    manfaat ampas teh bagi kecantikan

    7 Cara Memanfaatkan Ampas Teh untuk Kecantikan

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    komplikasi dermatitis

    Berbagai Komplikasi yang Mungkin Muncul Akibat Penyakit Dermatitis

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    dermatitis numularis

    Dermatitis Numularis (Eksim Diskoid)

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
    dermatitis atopik eksim

    Dermatitis Atopik (Eksim)

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 9 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit