home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Bikini Waxing, Kenali Manfaat dan Efek Sampingnya pada Vagina

Bikini Waxing, Kenali Manfaat dan Efek Sampingnya pada Vagina

Bagi sebagian wanita, rambut di sekitar kemaluan sering kali membuat risi. Terutama saat Anda akan berlibur ke pantai dan menggunakan pakaian renang jenis bikini. Tidak jarang, wanita melakukan bikini waxing pada area pubis. Walau cara ini bisa memperindah tampilan organ intim wanita, tetap ada efek samping yang perlu Anda ketahui.

Jenis-jenis bikini waxing

Ada beberapa jenis waxing sesuai dengan bentuk dan area yang dihilangkan rambutnya.

  • Tradisional bikini wax, menghilangkan rambut yang keluar dari area bikini.
  • Extended bikini wax, mencabut rambut 5 cm dari dalam garis bikini.
  • Brazilian wax sebagian, menghilangkan rambut di selangkangan, bokong, dan labia (bibir vagina). Menyisakan satu garis vertikal ke atas menuju pusar.
  • Brazilian wax sepenuhnya, mencabut semua rambut dari selangkangan sampai labia tanpa tersisa.

Bila ada rambut yang tertinggal saat melakukan bikini waxing, petugas kesehatan atau klinik kecantikan akan membersihkannya dengan bantuan benang (threading).

Manfaat bikini waxing

Mengutip dari American Academy of Dermatology Association (AAD), ada berbagai manfaat waxing untuk kesehatan kulit.

  • Mengangkat sel kulit mati dari lapisan atas kulit.
  • Meningkatkan produksi kolagen.
  • Tidak menimbulkan iritasi pada kulit bila melakukan dengan benar.
  • Rambut tumbuh akan lebih lembut dan tipis dari sebelumnya.

Waxing, termasuk pada area kewanitaan, memiliki sistem mencabut rambut sampai ke akarnya. Inilah yang membuat tekstur rambut menjadi lebih lembut setelahnya.

Efek samping bikini waxing

Ada banyak manfaat dari prosedur yang satu ini, tetapi ada juga efek sampingnya. Tidak hanya pada vagina, efek samping ini juga bisa memicu masalah kesehatan lain. Berikut penjelasannya.

Kemerahan

Waxing memang membuat area kewanitaan lebih rapi, tetapi perawatan ini tidak untuk semua orang.

Pasalnya, tidak semua orang bisa tahan dengan efek samping dari bikini waxing, salah satunya kemerahan pada pubis dan vagina.

Kemerahan pada kulit akan terjadi sesaat setelah waxing dan akan hilang dalam waktu satu hari atau 24 jam.

Biasanya, petugas kesehatan atau klinik waxing akan memberikan losion khusus untuk meredakan kemerahan yang terkadang cukup perih saat dipakai.

Folikulitis

Penelitian dalam International Journal of Dermatology menunjukkan bahwa salah satu efek samping dari waxing adalah folikulitis, kondisi peradangan pada folikel rambut.

Folikulitis memiliki tanda benjolan merah, ukurannya kecil dengan ujung berwarna putih berisi nanah.

Kondisi ini tidak berbahaya, tetapi sering membuat tidak nyaman karena rasa gatal dan sakit.

Bila mengalaminya, Anda bisa mengompres area kemerahan dengan air hangat selama 15-20 menit, setiap tiga kali sehari.

Ingrown hair (rambut tumbuh ke dalam)

Efek samping dari bikini waxing yang cukup membuat tidak nyaman adalah ingrown hair atau rambut tumbuh ke dalam.

Kondisi ini umumnya muncul pada area yang sering Anda cukur, seperti ketiak, kaki, dan area kemaluan. Pada pria, ingrown hair sering timbul pada area janggut, seperti pipi, dagu, dan leher.

Di dalam jurnal Research General Gynecology, terdapat penelitian yang dilakukan pada 333 wanita dengan rentang usia 16-40 tahun yang sering mencukur dan mencabut rambut organ intim.

Hasilnya, 60 persen dari mereka pernah mengalami pertumbuhan rambut ke dalam atau ingrown hair.

Wanita dengan berat badan berlebih atau obesitas yang sering melakukan bikini waxing atau mencukur bulu kemaluan, memiliki kemungkinan dua kali lebih besar mengalami ini.

Ingrown hair bisa terjadi karena proses menarik kulit dengan kencang saat waxing. Ini membuat rambut masuk ke dalam kulit.

Infeksi menular seksual

Jenis infeksi ini paling umum terjadi pada orang dewasa yang sudah aktif berhubungan seksual. Meski terasa mengerikan, infeksi menular seksual bisa menjadi efek samping dari bikini waxing.

Dalam jurnal Sexually Transmitted Infections terdapat penelitian yang dilakukan pada penduduk Amerika Serikat berusia 18-65 tahun.

Responden adalah pria dan wanita yang sering melakukan perawatan pada organ intimnya, termasuk bikini waxing.

Dari 7.580 responden, 84 persen wanita rutin merapikan rambut kemaluan dan sering mengalami trauma pada kulit.

Penyebabnya, wanita yang baru saja melakukan bikini waxing dan ada luka pada pubis atau labia (bibir vagina), rentan menerima infeksi dari kuman dari organ intim pasangan.

Anda bisa tertular dari seseorang yang sehat dan tidak menyadari kalau memiliki infeksi ini.

Waxing termasuk perawatan kulit yang sangat spesifik dan tidak semua wanita cocok.

Bila Anda ingin mencoba bikini atau brazilian waxing untuk pertama kali, konsultasikan dulu dengan dokter atau petugas klinik terpercaya.

Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Osterberg, E., Gaither, T., Awad, M., Truesdale, M., Allen, I., Sutcliffe, S., & Breyer, B. (2016). Correlation between pubic hair grooming and STIs: results from a nationally representative probability sample. Sexually Transmitted Infections, 93(3), 162-166. doi: 10.1136/sextrans-2016-052687

Hair removal: How to wax. (2021). Retrieved 12 April 2021, from https://www.aad.org/public/everyday-care/skin-care-basics/hair/how-to-wax

How to safely exfoliate at home. (2021). Retrieved 12 April 2021, from https://www.aad.org/public/everyday-care/skin-care-secrets/routine/safely-exfoliate-at-home

DeMaria, A., Flores, M., Hirth, J., & Berenson, A. (2014). Complications related to pubic hair removal. American Journal Of Obstetrics And Gynecology, 210(6), 528.e1-528.e5. doi: 10.1016/j.ajog.2014.01.036

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 04/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita