Tabir Surya untuk Kulit, Seberapa Penting Menggunakannya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Salah satu cara efektif menjaga kesehatan kulit adalah melindunginya dari sinar matahari. Menambahkan tabir surya dalam sebagai produk skincare harian akan membantu melindungi kulit dari ancaman bahaya sinar UV.

Tidak pernah ada kata terlambat untuk mulai melindungi kulit wajah dan menggali informasi tentang beragam bahan aktif dalam produk tabir surya Anda. Ada dua jenis tabir surya yaitu sunscreen dan sunblock. Apa perbedaan sunscreen dan sunblock?

Apa itu sunblock?

pencegahan kanker kulit

Ada dua jenis sinar UV yang bisa menyebabkan penyakit pada kulit, yakni UVA dan UVB. Sinar UVA menembus hingga ke bagian terdalam kulit dan menjadi faktor utama dari penuaan dini, sementara UVB menyebabkan kulit terbakar atau menjadi lebih gelap.

Sunblock secara fisik menangkal atau menghalangi sinar matahari sebelum meresap ke dalam kulit badan dan wajah. Produk ini bekerja dengan membentuk pelindung di permukaan kulit sehingga lapisan bawahnya terjaga dari kerusakan akibat sinar UV.

Sunblock memiliki dua penyaring sinar UVA dan UVB, yakni titanium dioksida dan zinc oksida. Titanium dioksida adalah mineral alami yang mampu memantulkan sinar UV. Zat ini juga cukup stabil sehingga tidak akan terurai di bawah sinar matahari.

Sementara itu, zinc oksida merupakan mineral buatan yang berfungsi untuk memecah panas dan energi yang dihasilkan oleh sinar UV. Senyawa ini juga menghalangi radiasi sinar matahari agar menjauh dari kulit bahkan sebelum mencapai permukaan kulit.

Tidak hanya itu, zinc oksida bahkan mengandung zat anti-iritasi dan pelindung kulit. Ini sebabnya zinc oksida sering ditambahkan sebagai salah satu komposisi pendukung dalam produk perawatan untuk kulit sensitif.

Bisa dibilang, peran sunblock dalam menangkal dampak sinar UV pada kulit wajah berasal dari titanium dioksida dan zinc oksida. Keduanya juga dinilai unggul karena paling jarang menyebabkan alergi pada kulit karena tidak menyerap terlalu dalam.

Oleh sebab itu, produk pelindung matahari yang memakai filter UV seperti sunblock adalah pilihan yang baik untuk anak-anak dan mereka yang memiliki kulit sangat sensitif terhadap sinar UV.

Ciri khas sunblock antara lain teksturnya yang kental, berwarna putih susu, dan dapat terlihat jelas oleh mata. Sunblock adalah rekomendasi perlindungan terbaik jika Anda memiliki aktivitas berjam-jam di bawah sengatan matahari karena hasilnya bisa terlihat dengan segera.

Bagaimana Cara Kerja Sunblock dalam Melindungi Kulit?

Apa itu sunscreen?

perawatan kulit untuk kanker kulit

Sunscreen, alias tabir surya kimiawi, bekerja dengan menembus lapisan teratas kulit untuk menyerap sinar matahari yang sudah telanjur masuk ke dalam kulit. Cara kerja  sunscreen layaknya spons pada wajah Anda.

Tidak semua sunscreen dibuat dengan bahan yang sama. Ada jenis sunscreen yang diproduksi sesuai dengan jenis kulit tertentu, tapi produk ini secara umum dibagi menjadi sunscreen kimia dan mineral. Keduanya punya kelebihan dan kekurangan sebagai berikut.

1. Sunscreen kimia

Sunscreen kimia memiliki berbagai zat kimia aktif yang berperan sebagai penyaring untuk mengurangi pancaran sinar UV ke dalam kulit. Produk ini biasanya mengandung avobenzone, oxybenzone, octocrylene, dan lain-lain.

Salah satu kelebihan sunscreen berbahan kimia adalah mudah untuk digunakan pada kulit wajah. Sunscreen jenis ini lebih dulu muncul daripada sunscreen mineral. Tabir surya ini juga tidak meninggalkan sisa atau bercak warna putih di kulit.

Penggunaan sunscreen kimiawi juga lebih populer karena dipercaya dapat melindungi kulit wajah lebih lama. Produk ini paling cocok digunakan saat Anda berolahraga atau melakukan aktivitas yang menghasilkan keringat berlebih.

Namun, sunscreen kimiawi juga punya kekurangan. Produk ini mampu menimbulkan reaksi alergi pada orang tertentu. Bila Anda memiliki jenis kulit yang sangat sensitif, tidak jarang kandungan yang ada pada chemical sunscreen dapat menimbulkan melasma.

Melasma adalah kondisi kulit yang menyebabkan timbulnya bercak berwarna cokelat dan abu-abu. Biasanya, daerah yang sering terkena bercak ini merupakan yang sering terpapar sinar matahari, seperti wajah, lengan, hingga leher.

Begini Cara Memakai Sunscreen yang Benar, Supaya Kulit Tidak Gosong

2. Sunscreen mineral

Sunscreen mineral mengandung bahan-bahan yang sama seperti sunblock yang Anda gunakan untuk wajah, yakni titanium dioksida dan zinc oksida. Oleh sebab itu, cara kerjanya dalam menangkal sinar matahari pun menyerupai sunblock.

Kandungan sunscreen mineral dinilai lebih aman dan efektif untuk wajah dibandingkan sunscreen berbahan kimia. Keduanya juga dipercaya dapat melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB sekaligus sehingga memperlambat penuaan dini dan keriput di kulit.

Bila sunscreen kimia membutuhkan waktu sekitar 20 menit agar benar-benar diserap oleh kulit, lain halnya dengan sunscreen mineral. Sesaat setelah Anda mengoleskan sunscreen ini, kulit Anda akan langsung terlindungi dari paparan sinar ultraviolet.

Namun, bukan berarti tidak ada efek samping dari pemakaiannya. Formula sunscreen mineral ternyata membuat cairannya lebih kental dan berisiko menimbulkan jerawat bagi sejumlah orang. Selain itu, sunscreen ini juga cenderung meninggalkan sisa berwarna putih di kulit dan harus dioleskan beberapa kali.

Sunscreen berbahan kimia dan mineral memang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Maka dari itu, sesuaikanlah dengan kebutuhan kulit Anda sebelum memilih salah satunya.

Pertimbangan sebelum memilih jenis tabir surya

sunscreen untuk kulit kepala

Sementara sunblock melindungi kulit langsung dari sinar UV begitu selesai dioleskan pada wajah, sunscreen perlu waktu sekitar 20 menit untuk sepenuhnya dapat terserap kulit dan bekerja secara optimal.

Sunscreen harus digunakan setiap hari jika Anda akan beraktivitas di bawah sinar matahari selama lebih dari 20 menit, misalnya saat berenang, berjalan-jalan dengan keluarga ke luar rumah, atau bermain di pantai.

Walaupun sunscreen Anda memiliki SPF yang sangat tinggi, lama-kelamaan tetap akan memudar fungsinya dalam jangka waktu 2 – 4 jam. Itu sebabnya Anda dianjurkan untuk memakai sunscreen setiap 2 – 4 jam sekali untuk memaksimalkan perlindungan kulit Anda.

Selain itu, pemakaian sunscreen juga tetap direkomendasikan sekalipun dalam cuaca berawan. Dilaporkan, 80 persen dari sinar UV mampu menembus tebalnya awan. Hal ini tetap berisiko bagi kulit.

Tabir surya kimia juga cenderung lebih mengiritasi kulit, terutama pada pemilik kulit kering atau sensitif. Ini disebabkan karena beberapa bahan aktif harus disatu-padukan untuk mendapatkan cakupan spektrum yang lebih luas.

Risikonya, pemakaian sunscreen mungkin bisa menyebabkan peningkatan timbulnya bintik-bintik cokelat, kemerahan, hingga gejala rosacea pada kulit akibat peningkatan suhu tubuh internal.

Apapun pelindung matahari yang Anda gunakan, entah itu sunblock untuk wajah, sunscreen, atau pakaian pelindung mengandung SPF, pastikan mereka menawarkan spektrum luas dari perlindungan UVA dan UVB, dan harus memiliki SPF minimal 15.

Apa Itu SPF, dan Apa Bedanya Sunscreen Dengan Sunblock?

Tips memilih tabir surya menurut jenis kulit

perawatan kulit untuk kanker kulit

Meskipun dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari, beberapa bahan dalam tabir surya mungkin tidak sesuai untuk Anda yang punya masalah kulit tertentu. Jadi, pastikan untuk mengetahui kriteria tabir surya sesuai tipe kulit sebelum Anda membelinya.

Di bawah ini merupakan beberapa hal yang perlu Anda cek sebelum membeli tabir surya.

1. Tabir surya untuk kulit berminyak dan berjerawat

Sunscreen mineral dan kimiawi sama-sama aman untuk semua tipe kulit. Namun, sunscreen mineral dengan titanium dioksida dan zinc oksida dinilai lebih bersahabat untuk pemilik kulit berminyak dan mudah berjerawat.

Ini karena sunscreen mineral berkemungkinan lebih kecil menimbulkan reaksi alergi daripada sunscreen kimiawi. Pemilik kulit berjerawat pun tidak perlu khawatir akan risiko interaksi antara bahan kimia dalam sunscreen dengan kulit yang meradang.

Pemilik kulit yang berminyak dan berjerawat juga disarankan menggunakan sunscreen berbasis air, bukan minyak. Ini bertujuan agar bahan sunscreen mudah terserap ke dalam kulit dan tidak menyumbat pori. Produk jenis ini biasanya berbentuk gel bening.

Sunscreen dalam rangkaian skincare untuk kulit berminyak dan rentan berjerawat idealnya juga bersifat non-komedogenik. Artinya, produk ini telah dirancang sedemikian rupa supaya tidak menyumbat pori-pori dan memicu pembentukan jerawat.

Jangan lupa memeriksa kandungan SPF-nya. Sunscreen dengan SPF 15 sudah dapat melindungi kulit berminyak dari matahari. Akan tetapi, Anda idealnya memilih produk dengan SPF 30 ke atas untuk mendapatkan perlindungan optimal.

2. Tabir surya untuk kulit kering dan sensitif

cara memakai sunscreen

Jika jenis kulit Anda kering atau sensitif, Anda harus lebih waspada terhadap cuaca yang terik ataupun dingin. Sunscreen terbaik sebagai skincare untuk kulit kering serta juga sensitif akan sangat membantu Anda dalam mencegah kulit pecah-pecah dan iritasi.

Produk sunscreen yang disarankan untuk pemilik kulit kering dan sensitif adalah yang terbuat dari mineral. Pasalnya, titanium dioksida adalah mineral alami yang mampu memantulkan radiasi sinar UV dan tidak akan terurai di bawah sinar matahari.

Sementara itu, zinc oksida merupakan mineral sintetis yang bertugas untuk memecah panas dan energi yang dilepaskan oleh sinar UV, serta menghalangi radiasi matahari agar menjauh dari kulit bahkan sebelum mencapai permukaan kulit.

Kedua mineral ini juga lebih jarang menyebabkan reaksi alergi karena tidak meresap ke dalam kulit. Ini sebabnya sunscreen mineral adalah pilihan terbaik untuk anak-anak dan orang-orang dengan kulit yang lebih rentan terkena dampak sinar matahari.

Pilihlah sunscreen mineral dengan bahan aktif yang melembapkan seperti hyaluronic acid. Anda juga dianjurkan memilih sunscreen berbentuk krim atau losion, sebab tekstur yang lebih kental dapat melindungi dan melembapkan kulit secara bersamaan.

Sebaliknya, hindari produk mengandung para-aminobenzoic (PABA), dioxybenzone, oxybenzone, atau sulisobenzone. Hindari juga sunscreen yang mengandung alkohol, pewangi, dan pengawet berlebihan.

3. Tabir surya untuk kulit normal

memperbaiki tekstur kulit wajah

Pemilik kulit normal tanpa masalah tertentu pada wajah mungkin lebih diuntungkan dalam mencari sunscreen terbaik. Pasalnya, kulit normal lebih mudah beradaptasi dengan tekstur, kandungan, maupun sifat lainnya dari suatu produk skincare.

Anda bisa memilih sunscreen mineral maupun kimiawi, baik dengan tekstur gel, krim, maupun losion. Cukup sesuaikan bahan aktif di dalamnya dengan target yang ingin Anda raih. Contohnya, memilih sunscreen dengan hyaluronic acid untuk menambah kelembapan ekstra.

4. Tabir surya untuk kulit kombinasi

Produk skincare untuk kulit kombinasi umumnya disesuaikan dengan karakter kulit si pengguna. Misalnya, Anda yang punya T-zone berminyak perlu menyediakan produk skincare untuk kulit berminyak, termasuk sunscreen.

Gunakan sunscreen mineral pada area wajah yang kering, berminyak, atau memiliki masalah kulit tertentu. Area berminyak biasanya terpusat di dahi, hidung, dan dagu (T-zone), sedangkan area yang lebih kering ditemukan pada pipi dan sekitar mata.

Penting untuk memilih sunscreen non-komedogenik karena pemilik kulit kombinasi biasanya bermasalah dengan komedo, terutama di bagian yang berminyak. Jangan sampai penggunaan sunscreen malah memperparah masalah komedo Anda.

Anda mungkin harus mencoba beberapa jenis sunscreen sebelum mendapatkan yang terbaik. Ini adalah hal yang wajar. Bagaimanapun, kulit kombinasi adalah perpaduan beberapa jenis kulit yang membutuhkan perhatian lebih.

Kesalahan dalam memakai tabir surya

perbedaan hydrating dan moisturizing

Sunscreen dan sunblock merupakan salah satu perawatan kulit yang sangat penting untuk melindungi kulit badan dan wajah dari penuaan dini dan risiko kanker kulit. Tentu pemakaian sunscreen juga tidak boleh sembarangan dan ada aturannya.

Agar pemakaiannya memberikan hasil optimal, berikut beberapa kesalahan dalam memakai tabir surya yang perlu Anda hindari.

1. Terlalu bergantung pada kandungan SPF dalam pelembap dan makeup

Kandungan SPF pada pelembab dan make-up tidak setinggi pada produk sunscreen, sebab pelembab lebih berfokus untuk menjaga kulit agar tidak kering. Khasiat SPF pada pelembab tidak akan memberikan dampak yang sama dengan sunscreen.

2. Mencampur tabir surya dengan makeup

Memadukan produk makeup dan skincare seperti serum atau pelembab sah-sah saja untuk dilakukan, tapi jangan melakukan hal yang sama pada sunblock di wajah Anda. Hal ini justru dapat mengurangi kekuatan SPF tabir surya yang Anda gunakan.

3. Tidak menggunakan tabir surya secara menyeluruh

Kesalahan yang umum terjadi saat memakai tabir surya adalah mengoleskannya seperti masker dengan melewatkan area tertentu. Padahal, sunblock dan sunscreen harus dioleskan ke seluruh bagian wajah termasuk kelopak mata, telinga, dan leher.

4. Berada terlalu lama di luar ruangan

Tabir surya ber-SPF lebih tinggi tidak membuat Anda semata-mata dapat berlama-lama berada di bawah sinar matahari tanpa terkena risiko kulit bermasalah. Kekuatan SPF menurun seiring waktu sehingga Anda harus mengoleskan ulang tabir surya setidaknya setiap 2 jam sekali.

Tabir surya berperan penting. Gunakanlah saat Anda harus beraktivitas di luar rumah agar mendapatkan perlindungan yang maksimal. Jangan lupa untuk selalu membaca petunjuk pemakaian karena setiap tabir surya memiliki karakter yang berbeda.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Panduan Memotong Kuku dengan Benar

Salah cara memotong kuku sering memicu cantengan dan infeksi jamur kuku. Bagaimana cara gunting kuku yang aman? Ikuti panduan ini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 23 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Hidung tersumbat alias mampet bisa sangat mengganggu bahkan membuat sakit kepala. Jangan dulu putus asa, simak cara mengatasi hidung tersumbat berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Flu, Kesehatan Pernapasan 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Mungkin Anda kaget saat tahu kalau kelopak mata bengkak tiba-tiba. Ada banyak hal yang bisa bikin kelopak mata Anda bengkak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Mata 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit



Direkomendasikan untuk Anda

makan makanan yang sama

Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
tidak bisa kentut susah kentut

Tiba-Tiba Susah Kentut? Tak Perlu Pusing, Begini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
cara mengusir semut

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
makanan yang baik untuk usus

Ragam Makanan dengan Kandungan Bakteri yang Baik untuk Usus

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit