Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

12 Jenis Waxing yang Bisa Anda Coba agar Kulit Lebih Mulus

12 Jenis Waxing yang Bisa Anda Coba agar Kulit Lebih Mulus

Ada beragam jenis waxing yang bisa Anda pilih sesuai keperluan. Ada yang menggunakan bahan dari lilin, campuran gula dan madu, atau buah-buahan. Ada pula waxing yang mengandalkan teknik menghilangkan bulu yang lebih inovatif untuk area sensitif pada tubuh.

Jenis-jenis waxing berdasarkan cara penggunaan wax

perawatan setelah waxing

Tipe waxing ini dibedakan berdasarkan bahan waxing (wax), cara pencabutan bulu, dan kegunaan untuk menghilangkan bulu di area tertentu.

1. Hard wax

Ini merupakan jenis wax yang dioles ke tubuh, lalu dibiarkan mengering dan mengeras. Setelah itu, wax yang terbuat dari lilin ditarik dari kulit Anda dengan menggunakan jari tangan.

Lilin dengan kualitas baik seharusnya tidak menempel pada kulit. Wax hanya menempel pada bulu Anda.

Oleh karena itu, hard wax dapat digunakan pada bagian kulit yang sensitif, seperti ketiak, area kelamin, dan wajah.

2. Soft wax

Pada jenis waxing ini, tekstur lilin yang digunakan sebagai bahan wax mirip seperti madu ketika dipanaskan. Setelah dipanaskan, lilin tersebut dioles pada kulit dengan hati-hati.

Selanjutnya, lilin ditutup dengan kain kasa. Kain ditekan dan ditunggu beberapa saat, lalu dicabut sehingga rambut pun terangkat.

Soft wax memiliki kelemahan, yakni tidak dapat mencabut rambut yang tumbuh ke dalam. Namun, jenis ini praktis digunakan di wilayah yang luas seperti kaki, punggung, atau lengan.

3. Pre-made wax strips

Jenis waxing ini menggunakan wax dari helai kain kasa dingin. Pre-made wax strips sangat cocok untuk pemula yang ingin mencoba waxing sendiri di rumah.

Kelebihan pre-made wax strips adalah jumlah wax yang sudah ditentukan sehingga Anda tak perlu menggunakanya terlalu banyak.

Satu helai kain pun bisa digunakan berkali-kali dalam setiap area. Cara menggunakannya, yaitu gosok helai kain di antara telapak tangan agar lebih hangat. Lalu, tempelkan ke area yang diinginkan.

Jenis waxing ini lebih cocok untuk di tempat yang sulit terjangkau, seperti mencabut rambut kelamin atau bikini waxing.

Jenis-jenis waxing berdasarkan suhunya

proses brazilian waxing

Berikut ini adalah macam-macam waxing berdasarkan temperatur lilin wax yang digunakan.

1. Hot wax

Ada beberapa jenis hot wax yang sering kita temukan, seperti soft wax dan hard wax yang sudah dibahas. Terlepas dari jenisnya, mereka semua bekerja dengan cara yang sama.

Lilin dipanaskan terlebih dahulu untuk dicairkan. Setelah cair, lilin dioles ke kulit. Lalu, wax dicabut hanya dengan menggunakan tangan jika menggunakan hard wax.

Bisa pula Anda menggunakan kain kasa apabila menggunakan soft wax.

Karena lilin hanya menempel pada rambut, Anda dapat menariknya ke arah yang berlawanan dari arah tumbuhnya rambut dengan gerakan mendadak.

2. Cold wax

Cold wax tersedia dalam bentuk lilin kental. Produk ini biasanya dibungkus ke dalam tempat seperti mangkuk kecil. Anda bisa mengoleskan langsung ke kulit atau di atas kain kasa.

Keunggulan produk ini adalah Anda tidak perlu memanaskannya. Jadi, risiko kulit terbakar pun berkurang.

Sayangnya, kadang tekstur lilin terlalu lengket sehingga sulit dioles tipis dan merata. Jadi, rambut yang sudah tercabut terkadang masih menempel pada kulit.

Beberapa orang bahkan merasa mencabut bulu dengan cold wax ini lebih sakit daripada dengan hot wax.

Jenis-jenis waxing berdasarkan bahan utamanya

mengenal brazilian waxing

Bahan utama waxing umumnya berasal dari lilin khusus. Namun, tak jarang Anda bisa menemukannya dengan bahan-bahan lain, bahkan tidak mengandung lilin sekaligus.

Berikut macam-macam lilin untuk waxing berdasarkan bahan bakunya.

1. Waxing lilin

Ini adalah bahan waxing yang paling lumrah dijumpai. Jenis waxing yang satu ini menggunakan bahan utama beeswax dan resin.

Tak jarang, produsen menambahkan minyak dan vitamin. Bahan waxing ini lebih sering hadir dalam bentuk butiran padat.

2. Sugar wax

Jenis waxing ini sangat ideal untuk orang-orang dengan jenis kulit sensitif karena menggunakan bahan-bahan alami untuk menghilangkan rambut.

Wax yang satu ini sebenarnya tidak mengandung lilin sama sekali. Bahan-bahannya sederhana, hanya terdiri dari gula, jus lemon, madu dan air yang dipanaskan sehingga menghasilkan tekstur lengket.

Selain mudah digunakan, sugar wax juga aman untuk seluruh jenis kulit karena seluruh bahan yang digunakan alami.

3. Chocolate wax

Chocolate wax adalah salah satu jenis bahan waxing yang lembut dan tidak menimbulkan rasa sakit berlebihan. Wax ini ternyata juga mampu melembapkan dan menutrisi kulit.

Hal ini dikarenakan chocolate wax juga diperkaya minyak almond, minyak biji bunga matahari, vitamin E, dan mineral lainnya. Penggunaannya selalu dalam suhu hangat.

Waxing dengan chocolate wax ini juga cocok untuk kulit sensitif karena tidak perlu dipanaskan pada suhu tinggi. Hal ini dikarenakan titik leleh cokelat yang rendah.

4. Fruit wax

Fruit wax tidak memerlukan kain kasa untuk mencabut bulu di kulit.

Berbeda dengan jenis waxing lainnya, wax yang digunakan mengandung ekstrak dan enzim buah-buahan. Beberapa jenis buah-buahan yang digunakan, yaitu:

  • pepaya,
  • stroberi,
  • delima,
  • cranberry, dan
  • plum.

Waxing ini tidak hanya mencabut bulu, tetapi juga menutrisi kulit karena buah-buahannya kaya akan antioksidan.

Mengutip studi terbitan jurnal Anais Brasileiros de Dermatologia (2017), antioksidan baik untuk menangkal radikal bebas dan menghambat kerusakan kulit akibat sinar UV.

Fruit wax juga cocok untuk kulit sensitif. Jadi, waxing ini tidak memicu ruam, bekas, dan benjolan kulit. Namun, pastikan Anda tidak memiliki alergi buah-buahan atau komposisi lainnya.

Jenis-jenis waxing berdasarkan gayanya

Bikini wax

Berbagai jenis waxing ini hanya berlaku pada bikini waxing atau pencabutan bulu pada area kelamin.

Teknik waxing yang direkomendasikan pada perawatan kulit ini adalah menggunakan lilin panas (hot wax), lalu membiarkannya mengeras (hard wax).

Teknik tersebut lebih cocok untuk menghilangkan bulu di area yang sensitif karena hanya menempel pada bagian rambut, tidak sampai ke kulit.

Jadi, Anda bisa mengoleskannya berkali-kali untuk memastikan semua rambut sudah hilang tanpa melukai kulit di area kelamin.

Inilah jenis-jenis waxing pada kelamin berdasarkan “gaya” atau hasil pencabutan bulu.

1. Classic bikini waxing

Ini merupakan jenis waxing yang mencabut bulu-bulu pada pinggiran kelamin saja. Terapis akan mencabut rambut kelamin hingga selebar empat jari dari sisi samping kelamin.

Jadi, bulu kelamin tidak tampak keluar saat Anda mengenakan celana dalam. Hanya saja, bulu tidak dicabut habis.

2. Brazilian waxing

Jenis waxing yang satu ini akan menghilangkan seluruh bulu yang ada pada kelamin hingga bagian pinggiran lubang anus.

Anda nantinya akan mendapatkan tampak kelamin yang bebas mulus dan bebas bulu. Nama lain brazilian waxing adalah hollywood wax atau sphinx bikini wax.

3. French waxing

Gaya waxing yang satu ini mencabut bulu kelamin dengan cukup bersih. Bagian samping, atas, dan depan. Akan tetapi, bagian tengah atau labia dibiarkan begitu saja.

Jenis waxing ini akan menyisakan rambut yang akan dibentuk seperti strip garis vertikal.

Akan tetapi, bukan tidak mungkin jika Anda ingin memiliki bentuk segitiga persegi kecil di bagian labia.

Jenis waxing cukup beragam. Anda bisa memilih berdasarkan tipe kulit dan area bulu yang ingin Anda hilangkan. Anda juga bisa memilih sesuai metode yang paling nyaman untuk Anda.

Pastikan Anda sudah mempersiapkan kulit terlebih dahulu. Ini bertujuan untuk mengurangi risiko iritasi kulit dan mempermudah mencabut bulu dari kulit.

Jenis waxing cukup beragam. Anda bisa memilih berdasarkan tipe kulit dan area bulu yang ingin Anda hilangkan.

Anda juga bisa memilih sesuai metode kesukaan Anda. Pastikan Anda sudah mempersiapkan kulit terlebih dahulu.

Ini bertujuan untuk mengurangi risiko iritasi kulit dan mempermudah mencabut bulu dari kulit.

Jangan lupa untuk melakukan perawatan setelah waxing untuk mencegah terjadinya infeksi hingga timbulnya bekas luka pada kulit.

Verifying...

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Addor, F. (2017). Antioxidants in dermatology. Anais Brasileiros De Dermatologia, 92(3), 356-362. doi: 10.1590/abd1806-4841.20175697

Scapagnini, G., Davinelli, S., Di Renzo, L., De Lorenzo, A., Olarte, H. H., Micali, G., … & Gonzalez, S. (2014). Cocoa bioactive compounds: significance and potential for the maintenance of skin health. Nutrients, 6(8), 3202-3213.Soft

Wax vs Hard Wax: Differences, Pros, Cons. (2022). Retrieved 26 January 2022, from https://www.healthline.com/health/soft-wax-vs-hard-wax#hard-wax-pros-and-cons

Different types of waxing its advantages and disadvantages. (2019). Retrieved 19 January 2022, from https://beautyhealthtips.in/different-types-of-waxing-advantages-and-disadvantages/

FYI, There Are 9 Types of Bikini Waxes–Which One Is Right For You?. (2021). Retrieved 26 January 2022, from https://www.womenshealthmag.com/beauty/a21966867/bikini-wax-types/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui Jan 31
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan