Hiiyy.. Ada 80 Juta Bakteri yang Masuk Ke Mulut Saat Anda Berciuman! (Plus Fakta Menarik Lainnya Soal Ciuman)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/06/2019
Bagikan sekarang

Ciuman bibir merupakan salah satu tanda cinta yang bisa bikin hubungan jadi makin romantis. Tapi, tahukah Anda kalau berciuman punya banyak manfaat? Atau apa alasan mengapa banyak orang yang memiringkan kepalanya ke kanan ketika berciuman, atau bahkan menutup matanya? Berikut adalah berbagai fakta unik dan mengejutkan tentang berciuman.

Ada orang yang takut untuk ciuman bibir

Harap-harap cemas ketika akan berciuman untuk pertama kalinya dengan pasangan adalah hal yang wajar. Tapi ada beberapa orang di dunia ini yang benar-benar takut untuk melakukan ciuman bibir. Fobia ini disebut dengan philemaphobia.

Orang dengan philemaphobia memiliki banyak alasan untuk tidak mencium pasangannya. Seperti, takut akan bakteri yang mungkin berpindah, berpikir kalau hal ini jorok, hingga akibat memiliki pengalaman buruk dengan ciuman bibir sebelumnya.

Ada kurang lebih 80 juta bakteri yang berpindah saat Anda berciuman

Sebuah studi menemukanbahwa ciuman bibir selama 10 detik saja dapat memindahkan 80 juta bakteri yang ada di dalam mulut Anda pada pasangan. Begitu pula sebaliknya. Ewww..

Faktanya, ada sekitar 700 jenis bakteri yang ada di dalam mulut. Disebutkan dalam studi tersebut kalau pasangan yang berciuman setidaknya 9 kali dalam satu hari, memiliki jenis kawanan bakteri yang sama di mulut mereka.

Meskipun begitu, Anda tak perlu cemas, sebab sebagian besar bakteri yang ada di dalam mulut tidak berbahaya dan peluang untuk menyebabkan gangguan kesehatan cukup kecil.

Berciuman bisa meningkatkan kekebalan tubuh

Meski melibatkan banyak bakteri di dalamnya, ternyata saat Anda mencium pasangan, sistem imun Anda juga ikut meningkat. Dalam studi yang telah dilakukan sebelumnya diketahui kalau pertukaran bakteri yang terjadi di dalam mulut justru membuat tubuh  mengenal bakteri yang sebelumnya tidak diketahui. Sederhananya, hal ini digunakan tubuh sebagai ‘referensi’ untuk membentuk strategi penyerangan selanjutnya.

Selain itu, dalam jurnal Medical Hypotheses yang menyebutkan jika wanita yang mencium pasangannya lebih kebal terhadap cytomegalovirus. Cytomegalovirus adalah virus yang menyebabkan gangguan saat kehamilan dan penyebab bayi lahir cacat.

mempertahankan kesuburan pria pasien kanker

Mencium pasangan sekaligus olahraga wajah

Selama berciuman dengan si dia, Anda sekaligus juga melatih senam wajah. Satu kali sesi ciuman bibir akan melibatkan 146 otot yang ada di sekitar mulut yang disebut orbicularis oris, ungkap tim peneliti asal Rayne Institute, University College, London. Wah, siapa sangka kalau berciuman bisa bikin wajah terlihat awet muda!

Berciuman bisa membakar kalori

Karena otot-otot Anda juga bekerja keras ketika mencium pasangan, maka kegiatan ini juga akan membuat tumpukan kalori yang Anda miliki terbakar. Tidak percaya? Para ahli menyatakan kalau kalori tubuh terbakar sebanyak 2-6 kalori per menit saat mencium pasangan. Jadi, semakin lama Anda mencium pasangan, akan semakin banyak kalori yang terbakar. Berapa lama biasanya Anda ciuman dengan pasangan?

Ciuman bibir bikin mood bahagia

Ada rasa bahagia dan nyaman tersendiri ketika mencium pasangan. Mungkin hal ini juga Anda rasakan. Ya, rasa bahagia dan nyaman yang Anda alami saat mencium pasangan sebenarnya diakibatkan oleh munculnya hormon kortisol, endorfin, dan dopamin saat itu.

Hormon kortisol adalah hormon penurun stres yang mampu membuat tubuh menjadi rileks. Sementara hormon endorfin dan dopamin dikenal sebagai hormon bahagia yang bisa membuat mood Anda bagus seharian.

Suka memiringkan kepala ke kanan saat ciuman bibir? Ternyata, ini alasannya

Kalau Anda lihat di film-film, sepasang kekasih yang sedang berciuman akan memiringkan kepalanya ke bagian kanan. Atau, jika Anda menyadarinya hal ini juga telah menjadi kebiasaan Anda. Sebenarnya, kebiasaan ini ternyata bisa dijelaskan secara ilmiah. Sebuah penelitian yang dilakukan di Bangladesh hal ini terkait dengan pembagian kerja otak.

Sama saja ketika tangan Anda bekerja, otak akan mengatur tangan bagian mana yang lebih dominan. Bila memang tangan kiri dominan, maka Anda akan menjadi kidal dan kemungkinan besar Anda akan memiringkan kepala ke bagian kiri saat berciuman. Dan sebaliknya, kalau Anda lebih banyak menggunakan tangan kanan, maka secara tidak sadar Anda akan memiringkan kepala ke kanan saat mencium pasangan.

Menutup mata saat berciuman tanda Anda sangat menikmati sensasi ciuman

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Psychology: Human Perception and Performance melaporkan bahwa manusia akan jadi lebih peka terhadap sensasi sentuhan yang terjadi saat berciuman jika tidak ada gangguan visual. Ketika mata Anda terbuka, otak akan jadi sibuk memproses berbagai jenis informasi yang diterima oleh mata. Akibatnya, otak pun sulit berkonsentrasi pada rangsangan yang diterima oleh bibir Anda. Inilah mengapa kebanyakan orang cenderung menutup mata saat berciuman. Menutup mata bisa membantu Anda lebih rileks dan merasakan sensasi ciuman secara lebih intens.

Menurut dr. Sandra Murphy dan dr. Polly Dalton yang melaksanakan penelitian ini, manusia memiliki dorongan alamiah untuk memejamkan mata agar bisa meningkatkan fokus pada salah satu indra saja. Hal ini juga menjawab misteri mengapa orang menutup mata ketika mendengarkan musik, yaitu agar otak bisa berkonsentrasi pada indra pendengar. Orang juga cenderung menutup mata ketika menikmati makanan lezat supaya indera perasanya bisa bekerja lebih baik lagi dalam mengenal rasa dan tekstur makanan. Mirip dengan ciuman bibir, orang-orang pun biasanya memejamkan mata ketika berhubungan seks agar otak bisa merasakan sensasi sentuhan fisik yang lebih kuat.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020