Kenali 6 Gejala Ketosis, Ketika Tubuh Kekurangan Energi dari Karbohidrat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17 November 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pernah dengar proses ketosis? Mungkin hal ini masih asing di telinga Anda. Ya, ketosis adalah proses alami yang terjadi ketika tubuh kehabisan karbohidrat sebagai energi utama dan mengambil simpanan lemak untuk menggantikannya. Kemudian, proses tersebut akan menghasilkan zat keton. Memang hal ini wajar terjadi, tapi jika jumlah keton yang dihasilkan terlampau banyak, itu yang berbahaya. Lama-kelamaan, akan muncul berbagai gejala ketosis yang mengganggu fungsi tubuh.

Gejala ketosis muncul akibat kurang karbohidrat

Ketosis saat ini banyak dihubungkan oleh diet ekstrem yang membuat penggiatnya membatasi bahkan menjauhi karbohidrat sama sekali. Ya, memang diet-diet ekstrem seperti itu dapat menimbulkan gejala ketosis dan berbahaya bagi tubuh.

Namun, perlu diingat jika hal ini mungkin saja terjadi meski Anda tidak melakukan diet rendah karbohidrat. Bisa saja, kebutuhan karbohidrat Anda tidak mencukupi, akhirnya membuat tubuh terpaksa menggunakan lemak dan akhirnya zat keton terbentuk.

Nah, ketika hal tersebut terjadi, biasanya Anda akan mengalami berbagai gejala ketosis yang harus diwaspadai. Dengan mengetahui gejala ketosis yang muncul, Anda bisa langsung sadar bahwa tubuh sedang kekurangan karbohidrat dan Anda harus segera memenuhinya.

Lantas, apa saja gejala ketosis yang bisa muncul?

1. Kadar keton meningkat dalam darah

Hal yang paling mudah untuk mengetahui Anda mengalami ketosis atau tidak adalah dengan tes darah. Namun, memang tes darah ini biasanya harus diiringi dengan gejala fisik yang dirasakan terlebih dulu.

Jika kadar keton di dalam darah tinggi, maka jumlahnya di dalam darah bisa berkisar 0,5-3 mmol/L dalam darah.

2. Tidak merasa lapar

Tiba-tiba jarang merasa lapar bisa jadi salah satu gejala ketosis. Tentu saja hal ini bukan berarti baik bagi tubuh. Justru, ketika Anda tidak merasa lapar sama sekali, Anda harus curiga dengan sistem pencernaan Anda.

Gejala ketosis ini muncul diyakini akibat jumlah hormon pengatur rasa lapar terganggu.

3. Merasa lelah atau tak berenergi

Hal yang paling dirasakan ketika kondisi ini terjadi adalah Anda akan merasa cepat lelah. Pasalnya, karbohidrat yang menjadi energi utama selama ini tidak cukup jumlahnya.

Memang, tubuh bisa menggunakan cadangan lemak, tapi proses ini membutuhkan energi lebih besar ketimbang proses yang menggunakan karbohidrat sebagai bahan bakarnya.

4. Napas bau

Orang yang mengalami ketosis biasanya ditandai dengan bau mulutnya yang khas. Aroma napasnya seperti bau buah.

Hal ini terjadi karena pengaruh peningkatan kadar keton di dalam darah. Banyak pelaku diet ketogenik yang mencapai fase ini akan menyikat gigi beberapa kali dalam satu hari untuk mengatasi masalah bau mulut.

5. Timbul masalah pencernaan

Anda akan mengalami masalah pencernaan seperti sembelit atau diare ketika pertama kali memasuki fase ketosis.

Orang yang melakukan diet ketogenik umumnya membuat perubahan besar mengenai jenis makanan yang sebelumnya dimakan. Tentunya, perubahan besar ini juga akan berefek pada kondisi pencernaannya dalam tubuh.

6. Mulai kram

Menurunkan jumlah karbohidrat sama saja dengan menurunkan keseimbangan elektrolit dan mineral dari dalam tubuh.

Ini artinya saat Anda kekurangan karbohidrat seperti dalam diet ketogenik, tubuh akan ikut kekurangan beberapa mineral seperti,  kalium, natrium dan magnesium. Ketiganya ini padahal berperan membantu mencegah kram otot.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 19 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit

Agar Mulut Tak Bau, Haruskah Sikat Gigi Lebih Sering Selama Puasa?

Sering menyikat gigi tidak menjamin kesegaran atau terhindar dari bau mulut saat puasa. Baca rekomendasi frekuensi sikat gigi saat puasa di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
Frekuensi sikat gigi saat puasa dan pemilihan pasta gigi yang tepat dapat menjaga kesegaran mulut dan meminimalisasi bau mulut saat puasa
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 13 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Tips Menjaga Mulut Tetap Segar Saat Puasa di Bulan Ramadan

Kondisi mulut saat puasa mungkin terasa kurang segar. Untuk menghindari hal ini, berikut tips yang dapat Anda lakukan agar mulut tetap segar saat puasa!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
mulut segar saat puasa
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 11 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Senang Makan Jengkol Saat Puasa? Ini 5 Tips Supaya Mulut Tetap Segar

Sebenarnya sah-sah saja untuk makan jengkol atau petai saat sedang puasa. Namun, pastikan Anda tahu tips menjaga agar aroma mulut tetap segar.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 5 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengobati sakit gigi

Berbagai Cara Mengobati Sakit Gigi yang Terbukti Ampuh

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
manfaat virgin coconut oil minyak kelapa dara; virgin coconut oil

Manfaat Virgin Coconut Oil untuk Kesehatan

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 4 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
lemak paha sulit dihilangkan

Lemak Paha Anda Sulit Dihilangkan? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 30 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
penyebab vagina bau

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit