Pernah dengar proses ketosis? Mungkin hal ini masih asing di telinga Anda. Ya, ketosis adalah proses alami yang terjadi ketika tubuh kehabisan karbohidrat sebagai energi utama dan mengambil simpanan lemak untuk menggantikannya. Kemudian, proses tersebut akan menghasilkan zat keton. Memang hal ini wajar terjadi, tapi jika jumlah keton yang dihasilkan terlampau banyak, itu yang berbahaya. Lama-kelamaan, akan muncul berbagai gejala ketosis yang mengganggu fungsi tubuh.

Gejala ketosis muncul akibat kurang karbohidrat

Ketosis saat ini banyak dihubungkan oleh diet ekstrem yang membuat penggiatnya membatasi bahkan menjauhi karbohidrat sama sekali. Ya, memang diet-diet ekstrem seperti itu dapat menimbulkan gejala ketosis dan berbahaya bagi tubuh.

Namun, perlu diingat jika hal ini mungkin saja terjadi meski Anda tidak melakukan diet rendah karbohidrat. Bisa saja, kebutuhan karbohidrat Anda tidak mencukupi, akhirnya membuat tubuh terpaksa menggunakan lemak dan akhirnya zat keton terbentuk.

Nah, ketika hal tersebut terjadi, biasanya Anda akan mengalami berbagai gejala ketosis yang harus diwaspadai. Dengan mengetahui gejala ketosis yang muncul, Anda bisa langsung sadar bahwa tubuh sedang kekurangan karbohidrat dan Anda harus segera memenuhinya.

Lantas, apa saja gejala ketosis yang bisa muncul?

1. Kadar keton meningkat dalam darah

Hal yang paling mudah untuk mengetahui Anda mengalami ketosis atau tidak adalah dengan tes darah. Namun, memang tes darah ini biasanya harus diiringi dengan gejala fisik yang dirasakan terlebih dulu.

Jika kadar keton di dalam darah tinggi, maka jumlahnya di dalam darah bisa berkisar 0,5-3 mmol/L dalam darah.

2. Tidak merasa lapar

Tiba-tiba jarang merasa lapar bisa jadi salah satu gejala ketosis. Tentu saja hal ini bukan berarti baik bagi tubuh. Justru, ketika Anda tidak merasa lapar sama sekali, Anda harus curiga dengan sistem pencernaan Anda.

Gejala ketosis ini muncul diyakini akibat jumlah hormon pengatur rasa lapar terganggu.

3. Merasa lelah atau tak berenergi

Hal yang paling dirasakan ketika kondisi ini terjadi adalah Anda akan merasa cepat lelah. Pasalnya, karbohidrat yang menjadi energi utama selama ini tidak cukup jumlahnya.

Memang, tubuh bisa menggunakan cadangan lemak, tapi proses ini membutuhkan energi lebih besar ketimbang proses yang menggunakan karbohidrat sebagai bahan bakarnya.

4. Napas bau

Orang yang mengalami ketosis biasanya ditandai dengan bau mulutnya yang khas. Aroma napasnya seperti bau buah.

Hal ini terjadi karena pengaruh peningkatan kadar keton di dalam darah. Banyak pelaku diet ketogenik yang mencapai fase ini akan menyikat gigi beberapa kali dalam satu hari untuk mengatasi masalah bau mulut.

5. Timbul masalah pencernaan

Anda akan mengalami masalah pencernaan seperti sembelit atau diare ketika pertama kali memasuki fase ketosis.

Orang yang melakukan diet ketogenik umumnya membuat perubahan besar mengenai jenis makanan yang sebelumnya dimakan. Tentunya, perubahan besar ini juga akan berefek pada kondisi pencernaannya dalam tubuh.

6. Mulai kram

Menurunkan jumlah karbohidrat sama saja dengan menurunkan keseimbangan elektrolit dan mineral dari dalam tubuh.

Ini artinya saat Anda kekurangan karbohidrat seperti dalam diet ketogenik, tubuh akan ikut kekurangan beberapa mineral seperti,  kalium, natrium dan magnesium. Ketiganya ini padahal berperan membantu mencegah kram otot.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca