Kram perut pada wanita biasanya identik dengan gejala sindrom pramenstruasi (PMS). Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, dari 90 persen wanita yang mengalami gejala PMS, sebanyak 20 persen di antaranya mengalami kram perut yang cenderung parah. Namun di sisi lain, pada kondisi tertentu wanita juga dapat mengalami kram perut di luar siklus menstruasinya. Awas, hal ini tidak boleh disepelekan karena bisa menjadi pertanda adanya masalah serius pada kesehatan Anda. Lantas, apa saja penyebab kram perut selain karena haid? Cari tahu lewat ulasan berikut ini.

Berbagai penyebab kram perut selain karena haid

Kram perut karena datang bulan biasanya terjadi selama 5 sampai 11 hari menjelang menstruasi. Jika Anda merasakan kram perut di luar masa itu, maka Anda perlu waspada.

Menurut Alyssa Dweck, seorang dokter kandungan sekaligus penulis The Complete A to Z for Your V, penyebab kram perut yang terasa menyakitkan dan di luar siklus menstruasi kemungkinan karena adanya masalah panggul lainnya yang perlu pemeriksaan lebih lanjut.

Berikut ini adalah penyebab kram perut yang bukan disebabkan karena haid dan perlu diwaspadai, yaitu:

1. Endometriosis

Salah satu penyebab kram perut yang perlu Anda waspadai adalah kemungkinan endometriosis. Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan yang seharusnya melapisi rahim (endometrium) tumbuh dan menumpuk pada organ lain di luar rahim.

Normalnya, endometrium akan menebal menjelang masa ovulasi untuk mempersiapkan diri agar calon janin dapat menempel pada rahim, jika terjadi pembuahan. Ketika tidak terjadi pembuahan, endometrium ini akan luruh dan keluar bersama darah menstruasi.

Namun pada wanita yang mengalami endometriosis, jaringan dinding rahim yang meluruh tersebut tidak keluar melalui vagina, tetapi mengendap di sekitar organ reproduksi. Lama kelamaan, endapan ini akan menyebabkan peradangan, kista, atau jaringan parut. Inilah yang menjadi penyebab kram perut meskipun tidak sedang menstruasi.

Kram perut akibat endometriosis mirip seperti kram perut saat haid tapi biasanya terjadi lebih sering dalam sebulan. Biasanya, kram perut terasa di punggung bagian bawah dan di bawah pusar Anda.

Walaupun penyebabnya belum diketahui secara pasti, konsumsi pil KB dapat membantu Anda mengatasi rasa sakit akibat endometriosis. Selain itu, kram perut akibat endometriosis juga dapat diatasi dengan suntikan untuk menekan hormon atau dengan jalan operasi endometriosis.

2. Kista ovarium

Kista ovarium adalah kantung kecil berisi cairan yang terbentuk pada ovarium. Penyakit ini dapat menjadi salah satu penyebab kram perut di luar masa menstruasi.

Kista ovarium umumnya bisa hilang sendirinya, api delapan persen wanita lainnya memerlukan pengobatan lewat obat atau operasi karena kista yang dialami cukup parah.

Kram perut akibat kista tidak hanya terasa saat kista masih tumbuh dan bertahan di dalam ovarium, tetapi juga ketika kista mengalami pecah.

Saat kista ovarium pecah, Anda mungkin akan merasa kram perut yang lebih tajam di kedua sisi perut bawah, terutama di bawah pusar. Namun, lokasinya juga tergantung pada ovarium mana yang terdapat kista.

mengatasi nyeri haid dan kram perut

3. Fibroid rahim

Fibroid rahim adalah kondisi saat adanya tumor jinak yang tumbuh di dalam rahim. Beberapa gejalanya berupa kram perut, kembung, sakit saat berhubungan seks, dan rasa tertekan pada saluran kemih atau usus.

Jika Anda memiliki fibroid yang tumbuh di dalam rahim, maka fibroid akan menekan lapisan rahim lebih kuat, terlebih menjelang masa menstruasi. Menjelang peluruhan dinding rahim saat menstruasi, dinding rahim akan mendorong keluar lapisan dan membuat Anda merasakan kram di bagian perut.

Untuk memastikan penyebab kram perut akibat fibroid rahim, segera konsultasikan pada dokter untuk menjalani prosedur USG.

4. Timbulnya jaringan parut atau keloid

Kalau Anda pernah mengalami operasi panggul atau perut, maka Anda berisiko mengalami pertumbuhan jaringan parut (keloid) yang menyebabkan rasa sakit.

Jaringan parut ini dapat menyebabkan organ di sekitarnya terasa kaku sehingga memicu trauma pada rahim. Hal ini biasanya disebabkan oleh kuret, operasi caesar, infeksi rahim, dan prosedur operasi lainnya.

5. Kanker ovarium

Kanker ovarium adalah salah satu jenis kanker penyebab kematian terbesar pada wanita. Pasalnya, lebih dari 22.000 wanita didiagnosis dengan kanker ovarium setiap tahunnya dan angkanya terus mengalami peningkatan. Beberapa gejala kanker ovarium di antaranya rasa nyeri, kembung, kram perut, dan perdarahan yang tidak teratur.

Rasa kram perut akibat kanker ovarium sering disalahartikan sebagai mulas karena sembelit atau perut kembung. Akan tetapi, kram perut ini lebih terasa di bagian perut bawah dan bertahan cukup lama.

Untuk memastikan penyebab kram perut akibat kanker ovarium, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan panggul.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca