Minum Wine Bisa Memperpanjang Umur, Apa Benar?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Menikmati segelas wine sebagai teman makan malam Anda memang terasa menyenangkan. Konon, minum wine disebut-sebut dapat membantu Anda memiliki umur yang lebih panjang. Lalu, apa hal tersebut benar dan dapat dibuktikan secara ilmiah?

Benarkah minum wine membuat Anda panjang umur?

Manfaat kesehatan dari minum wine, terutama efeknya pada panjang umur seseorang, sebenarnya masih menjadi perdebatan di antara para ahli.

Namun, dapat dipastikan bahwa wine jenis tertentu, yaitu red wine, memiliki kandungan bioaktif di dalamnya, termasuk flavonoid dan phenol. Senyawa tersebut telah terbukti memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Menurut Dr. Adrian Baranchuk, seorang profesor di Queen’s University di Kanada, kandungan utama di dalam red wine yang diyakini memberikan banyak keuntungan bagi kesehatan Anda adalah resveratrol. Apa itu?

Resveratrol adalah senyawa polyphenol yang biasa ditemukan di kulit anggur. Senyawa resveratrol lebih banyak ditemukan di red wine dibanding dengan wine jenis lainnya karena proses fermentasi red wine yang jauh lebih lama.

Senyawa ini dipercaya dapat mencegah kerusakan pada pembuluh darah, mengurangi kadar kolesterol jahat di dalam tubuh, serta mengurangi risiko terjadinya pengentalan darah.

Ditambah lagi, menurut situs Mayo Clinic, sifat antioksidan pada resveratrol juga berpotensi menyehatkan jantung dan pembuluh darah, sehingga minum kandungan wine yang satu ini dipercaya membuat Anda panjang umur.

Namun, tentunya manfaat resveratrol dalam wine untuk kesehatan masih perlu diteliti lebih lanjut.

Hasil sebuah studi 16 tahun mengenai konsumsi alkohol

Sebuah penelitian berskala besar yang dilaksanakan selama 16 tahun oleh The Health and Retirement Study (HRS) menganalisis kebiasaan minum pada 8.000 partisipan dewasa, serta bagaimana kebiasaan minum tersebut memengaruhi usia mereka.

Penelitian ini dilakukan dengan menanyakan setiap partisipan 2 kali dalam setahun, mulai dari tahun 1998 hingga 2014. Partisipan dibagi menjadi 5 kategori, yaitu: abstain (tidak minum sama sekali) seumur hidup, abstain hanya untuk waktu tertentu, peminum berat, peminum moderat, dan partisipan yang jarang minum.

Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa kategori partisipan yang jarang minum, serta peminum moderat, memiliki angka kematian yang lebih rendah dibanding kategori abstain.

Ini artinya, minum alkohol, termasuk wine, kemungkinan memiliki pengaruh pada panjang umur seseorang. Namun, penelitian ini dinilai masih memiliki kelemahan karena bisa saja partisipan yang tidak minum sama sekali memang sudah memiliki masalah kesehatan sebelumnya.

Lalu, seberapa banyak batasan minum wine yang wajar?

Nah, apakah ini berarti Anda harus mulai rutin minum wine supaya lebih panjang umur? Tentu saja tidak bisa disimpulkan begitu saja. Penting bagi Anda untuk mengetahui batasan minum wine yang sehat dan wajar.

Apabila Anda berjenis kelamin wanita, anjuran minum wine yang paling aman adalah cukup 1 gelas sehari. Sementara itu, pria di bawah usia 65 tahun dapat minum wine sebanyak 2 gelas sehari.

Batasan minum pada pria dan wanita memiliki sedikit perbedaan. Hal ini dikarenakan pria memiliki enzim metabolisme yang lebih banyak untuk memproses alkohol dibanding dengan wanita.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 6, 2020 | Terakhir Diedit: Februari 6, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca