Yang Mana Gaya Belajar Anda: Visual, Auditori, atau Kinestetik?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Apa yang akan Anda rasakan saat musim ujian tiba? Apakah Anda panik dengan akan datangnya sejumlah materi atau slide tebal-tebal yang harus Anda pahami hanya dalam waktu hanya beberapa jam? Menggunakan gaya belajar yang sesuai, dapat membantu mengatasi masalah Anda. Mengetahui gaya belajar seperti apa yang sesuai untuk Anda bukan berarti membatasi kemampuan Anda, justru cenderung akan membantu belajar lebih efektif dan efisien.

Apa itu model gaya belajar VAK?

Model gaya belajar VAK adalah suatu model yang dikembangkan oleh para psikolog pada tahun 1920an, dengan melakukan pendekatan menggunakan penerima sensor ransangan paling utama dalam otak Anda, yaitu visual, auditori dan kinestetik. Berdasarkan model ini, umumnya seseorang memiliki satu gaya belajar yang paling sesuai bagi dirinya, sehingga gaya belajar tersebut akan jadi yang paling dominan Anda gunakan. Tapi dalam pengaplikasiannya, penggabungan beberapa gaya belajar seringkali ditemukan.

Gaya belajar visual

Seorang pembelajar dengan pendekatan visual, akan mempelajari suatu materi dengan mengandalkan indera penglihatan dan imajinasi mereka. Bila Anda adalah seorang pengguna pendekatan ini, Anda mungkin cenderung akan menulis ulang materi yang Anda dapatkan dengan bahasa Anda sendiri atau mungkin sesekali menggunakan grafik, diagram, atau sebuah gambar. Biasanya Anda juga akan mudah dalam mengingat jalan baru yang Anda lalui dan mengenali wajah baru.

Seorang pembelajar dengan pendekatan visual juga cenderung akan memilih membuat catatan-catatan kecil dalam membantunya belajar.

Gaya belajar auditori

Seorang pembelajar yang menggunakan pendekatan auditori, akan cenderung lebih mudah menangkap suatu materi bantuan indera pendengarannya. Bila Anda merupakan pengguna pendekatan ini, tanpa Anda sadari mungkin Anda sering menghapal suatu materi dengan mengeluarkan suara, atau bahkan Anda mempelajari suatu materi dengan mendengarkan suara pengajar saat memberikan materi tersebut, yang telah lebih dulu Anda rekam. Biasanya Anda juga akan lebih menikmati berdiskusi dengan orang lain.

Gaya belajar kinestetik

Seorang pembelajar dengan pendekatan kinestetik biasanya akan merangsang kemampuan memahami dalam dirinya dengan gerakan maupun sentuhan. Bila Anda seorang dengan pendekatan belajar ini, Anda boleh menanyakan kepada seorang teman Anda, apakah Anda sering saat berbicara dengannya disertai munculnya suatu gerakan tubuh. Keadaan ini memang seringkali terjadi kepada seseorang dengan tipe belajar kinestetik.

Gaya belajar yang mana Anda?

Dalam membantu Anda mencari tahu pendekatan belajar yang mana Anda, terdapat beberapa pertanyaan yang mungkin dapat Anda tanyakan kepada diri Anda sendiri seperti:

  • Bila dalam suatu malam Anda tersesat dalam suatu kota, bagaimana Anda akan mencari jalan pulang? Apakah Anda akan menggunakan peta (visual), bertanya pada seseorang (auditori), atau terus berjalan hingga menemukan seseorang atau sesuatu yang dapat menolong Anda (kinestetik)?
  • Bagaimana gaya Anda dalam menyajikan presentasi? Apakah Anda cenderung menggunakan grafik dan diagram (visual)? Anda akan lebih menekankan kepada kata-kata yang Anda gunakan (auditori)? Atau Anda akan cenderung mengikutsertakan peserta (kinestetik)?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Kalau muncul migrain atau sakit kepala setelah keramas, Anda mungkin bertanya-tanya apa artinya. Nah, ini dia berbagai penyebabnya. Simak baik-baik, ya!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Payudara Terasa Sakit, Apa Penyebabnya Selalu Kanker?

Penyebab payudara sakit kerap dikaitkan dengan kanker. Namun, apakah anggapan itu benar? Bagaimana penjelasan lengkapnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kanker Payudara, Kanker 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Gemetar Setelah Minum Kopi? Mungkin Anda Overdosis Kafein

Tangan atau tubuh tiba-tiba gemetar setelah minum kopi? Hati-hati, mungkin Anda sudah mengalami overdosis kafein. Apa saja gejala lainnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 14 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

5 Fakta Unik Viagra, Bukan Sekadar Obat Kuat Pria

Obat viagra kini dikenal sebagai obat kuat pria. Padahal, ada beragam fakta obat viagra yang mungkin tidak Anda sangka. Yuk, ketahui info lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Sarmoko, Apt.
Kesehatan Pria, Impotensi 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cacing pita

4 Bahaya Komplikasi Infeksi Cacing Pita Dalam Tubuh, Plus Cara Menghindarinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
menghirup debu

Apa yang Akan Terjadi Ketika Anda Menghirup Debu

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
lemon dan madu

5 Manfaat Minum Campuran Lemon dan Madu untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
apa itu kalori adalah

Mengenal Kalori: Pengertian, Sumber, Kebutuhan Harian, dan Jenis-Jenisnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Brigitta Maharani
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit