Inilah Akibat yang Dapat Ditimbulkan dari Terlalu Sibuk Bekerja

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bagi kebanyakan orang, mencari uang melalui bekerja adalah sebuah kewajiban yang harus dilakukan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi, ada sebagian orang yang menganggap bahwa pekerjaan adalah hidup mereka sehingga mereka terlalu sibuk dan tenggelam dalam dunia tersebut. Tentu saja, terlalu sibuk bekerja juga akan menimbulkan berbagai dampak kepada kehidupan Anda, apa saja?

Dampak psikologis yang muncul akibat terlalu sibuk bekerja

Terlalu sibuk bekerja atau biasa disebut sebagai workaholic (gila kerja) merupakan sebuah kondisi yang terdiri atas keinginan dan keterlibatan kerja yang tinggi, tetapi tidak menikmati pekerjaannya. 

Biasanya, orang-orang seperti ini lebih sering memikirkan pekerjaannya dibandingkan aspek kehidupan yang lain. Orang yang gila kerja lebih memprioritaskan pekerjaannya dibandingkan yang lain sehingga ada beberapa hal yang terpengaruh oleh kondisi tersebut, seperti: 

1. Merusak hubungan

sakit kronis memengaruhi hubungan

Tidak hanya hubungan romantis, terlalu sibuk bekerja juga akan membawa akibat pada terpengauhnya hubungan Ada dengan orang terdekat lainnya, seperti keluarga dan sahabat. 

Misalnya, Anda lebih sering memprioritaskan pekerjaan dibandingkan menghabiskan waktu bersama dengan keluarga dan pasangan di akhir pekan. Akibatnya, tidak jarang hal tersebut membuat Anda tidak terlalu terlibat dalam pengambilan keputusan atau setidaknya kabar-kabar terkini mengenai mereka. 

2. Tidak pernah merasa puas

hidup dan kerja seimbang

Selain hubungan dengan orang terdekat yang perlahan-lahan mulai renggang, mereka yang terlalu senang bekerja juga akan merasa kurang puas atas pencapaian, sehingga terus mencari kepuasan tersebut dengan menambah kesibukan bekerja. Akibatnya, mereka lebih cepat merasa lelah. 

Hal ini dibuktikan melalui sebuah penelitian dari Jepang yang dilansir dalam jurnal Industrial Health tentang efek gila kerja terhadap kesejahteraan karyawan.

Di dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa pekerja yang lebih fokus terhadap pekerjaan mereka, cenderung lebih mudah lelah secara emosional.

Selain itu, orang yang sibuk bekerja cenderung menetapkan standar tinggi, mereka lebih sering mengganggap orang lain di bawah mereka. Akibatnya, mereka jarang sekali puas terhadap pekerjaan diri sendiri dan orang lain. 

3. Meningkatkan risiko gangguan kecemasan

stres bekerja

Bagi beberapa orang yang terlalu sibuk bekerja, hal tersebut ternyata memiliki dampak yang cukup besar terhadap kesehatan mental mereka. Masalah tersebut meliputi depresi, gangguan kecemasan, dan OCD (Obsessive Compulsive Disorder). 

Seperti yang dikutip dari laman Web MD, terdapat studi yang melibatkan 16.500 pekerja dan 8% dari mereka termasuk dalam kategori workaholic. Sepertiga di antaranya lebih berisiko terkena ADHD dan 26% dari mereka menunjukkan tanda-tanda OCD. 

Walaupun demikian, belum ada penelitian yang benar-benar membahas hal apa yang membuat kondisi sibuk bekerja dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang.

Ada kalanya gangguan mental tersebut mungkin juga diakibatkan oleh faktor genetik, sehingga menyibukkan diri dalam pekerjaan mereka menjadi faktor yang mendukung/memicu. 

Dampak psikologis akibat terlalu sibuk bekerja tentu dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Tidak menemukan inner-circle yang dapat diajak bercerita dapat berujung pada penyakit mental yang cukup serius.

Jika Anda atau orang terdekat Anda termasuk sebagai orang yang gila bekerja, cobalah untuk mendatangi ahlinya (psikiater atau psikolog) atau mencari bantuan agar tidak merusak hidup Anda atau mereka. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Workaholic: Normal Atau Tidak dan Seperti Apa Ciri-cirinya?

Apakah Anda seorang workaholic atau pecandu kerja? Jika Anda masih bingung, coba cek dulu di artikel ini! Dan temukan apakah ini termasuk gangguan mental?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mental, Kecanduan 8 September 2017 . Waktu baca 4 menit

5 Bahaya Kerja Lembur Bagi Kesehatan Anda

Bekerja berlebihan dan terlalu lama berbahaya? Ini dia sejumlah alasannya.

Ditulis oleh: Satria Perdana
Kesehatan Jantung, Serangan Jantung 5 Januari 2017 . Waktu baca 4 menit

10 Tips Jitu Agar Tetap Semangat Kerja di Kantor

Psst… Sengsara di tempat kerja tak perlu Anda jadikan sebuah gaya hidup. Mumpung masih awal tahun, yuk lebih semangat kerja lewat 10 tips berikut!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 20 Desember 2016 . Waktu baca 7 menit

Risiko Kesehatan Bagi Wanita yang Kerja Malam

Sebuah studi dari Denmark menemukan, wanita yang bekerja malam hari memiliki risiko keguguran 85% lebih tinggi daripada pekerja normal.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Pola Tidur Sehat, Gangguan Tidur 16 Juni 2016 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hidup dan kerja seimbang

5 Tanda yang Muncul Ketika Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi Tak Lagi Seimbang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 7 Juni 2019 . Waktu baca 5 menit
cara mencegah stres kerja freelance

Kerja Freelance Juga Bisa Bikin Stres, Ini 5 Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 10 Mei 2019 . Waktu baca 4 menit
menghadapi pacar yang sibuk

7 Kunci Menjaga Hubungan Tetap Hangat Meski Pasangan Sibuk Bekerja

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 5 April 2019 . Waktu baca 4 menit
gila kerja

4 Pola Pikir Salah yang Sering Dilakukan Oleh Si Pecandu Kerja

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 6 Juni 2018 . Waktu baca 5 menit