home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Inilah Akibat yang Dapat Ditimbulkan dari Terlalu Sibuk Bekerja

Inilah Akibat yang Dapat Ditimbulkan dari Terlalu Sibuk Bekerja

Bagi kebanyakan orang, mencari uang melalui bekerja adalah sebuah kewajiban yang harus dilakukan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi, ada sebagian orang yang menganggap bahwa pekerjaan adalah hidup mereka sehingga mereka terlalu sibuk dan tenggelam dalam dunia tersebut. Tentu saja, terlalu sibuk bekerja juga akan menimbulkan berbagai dampak kepada kehidupan Anda, apa saja?

Dampak psikologis yang muncul akibat terlalu sibuk bekerja

Terlalu sibuk bekerja atau biasa disebut sebagai workaholic (gila kerja) merupakan sebuah kondisi yang terdiri atas keinginan dan keterlibatan kerja yang tinggi, tetapi tidak menikmati pekerjaannya.

Biasanya, orang-orang seperti ini lebih sering memikirkan pekerjaannya dibandingkan aspek kehidupan yang lain. Orang yang gila kerja lebih memprioritaskan pekerjaannya dibandingkan yang lain sehingga ada beberapa hal yang terpengaruh oleh kondisi tersebut, seperti:

1. Merusak hubungan

sakit kronis memengaruhi hubungan

Tidak hanya hubungan romantis, terlalu sibuk bekerja juga akan membawa akibat pada terpengauhnya hubungan Ada dengan orang terdekat lainnya, seperti keluarga dan sahabat.

Misalnya, Anda lebih sering memprioritaskan pekerjaan dibandingkan menghabiskan waktu bersama dengan keluarga dan pasangan di akhir pekan. Akibatnya, tidak jarang hal tersebut membuat Anda tidak terlalu terlibat dalam pengambilan keputusan atau setidaknya kabar-kabar terkini mengenai mereka.

2. Tidak pernah merasa puas

hidup dan kerja seimbang

Selain hubungan dengan orang terdekat yang perlahan-lahan mulai renggang, mereka yang terlalu senang bekerja juga akan merasa kurang puas atas pencapaian, sehingga terus mencari kepuasan tersebut dengan menambah kesibukan bekerja. Akibatnya, mereka lebih cepat merasa lelah.

Hal ini dibuktikan melalui sebuah penelitian dari Jepang yang dilansir dalam jurnal Industrial Health tentang efek gila kerja terhadap kesejahteraan karyawan.

Di dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa pekerja yang lebih fokus terhadap pekerjaan mereka, cenderung lebih mudah lelah secara emosional.

Selain itu, orang yang sibuk bekerja cenderung menetapkan standar tinggi, mereka lebih sering mengganggap orang lain di bawah mereka. Akibatnya, mereka jarang sekali puas terhadap pekerjaan diri sendiri dan orang lain.

3. Meningkatkan risiko gangguan kecemasan

stres bekerja

Bagi beberapa orang yang terlalu sibuk bekerja, hal tersebut ternyata memiliki dampak yang cukup besar terhadap kesehatan mental mereka. Masalah tersebut meliputi depresi, gangguan kecemasan, dan OCD (Obsessive Compulsive Disorder).

Seperti yang dikutip dari laman Web MD, terdapat studi yang melibatkan 16.500 pekerja dan 8% dari mereka termasuk dalam kategori workaholic. Sepertiga di antaranya lebih berisiko terkena ADHD dan 26% dari mereka menunjukkan tanda-tanda OCD.

Walaupun demikian, belum ada penelitian yang benar-benar membahas hal apa yang membuat kondisi sibuk bekerja dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang.

Ada kalanya gangguan mental tersebut mungkin juga diakibatkan oleh faktor genetik, sehingga menyibukkan diri dalam pekerjaan mereka menjadi faktor yang mendukung/memicu.

Dampak psikologis akibat terlalu sibuk bekerja tentu dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Tidak menemukan inner-circle yang dapat diajak bercerita dapat berujung pada penyakit mental yang cukup serius.

Jika Anda atau orang terdekat Anda termasuk sebagai orang yang gila bekerja, cobalah untuk mendatangi ahlinya (psikiater atau psikolog) atau mencari bantuan agar tidak merusak hidup Anda atau mereka.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

SHIMAZU, A., & SCHAUFELI, W. B. (2009). Is Workaholism Good or Bad for Employee Well-being? The Distinctiveness of Workaholism and Work Engagement among Japanese Employees. Industrial Health, 47(5), 495–502.doi:10.2486/indhealth.47.495 accessed Sep 2 2019. 

Are ‘workaholic’ prone to ocd, anxiety? https://www.webmd.com/add-adhd/news/20160610/are-workaholics-prone-to-ocd-anxiety#1 accessed Sep 2 2019. 

Workaholism: it’s not just long hours on the job https://www.apa.org/science/about/psa/2016/04/workaholism accessed Sep 2 2019. 

Workaholic https://www.sciencedaily.com/terms/workaholic.htm accessed Sep 2 2019. 

How focusing on making money could be hurting you https://www.psychologytoday.com/nz/blog/platonic-love/201908/how-focusing-making-money-could-be-hurting-you accessed Sep 2 2019. 

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal diperbarui 06/10/2019
x