home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Jangan Anggap Remeh Gangguan Indra Pengecap

Jangan Anggap Remeh Gangguan Indra Pengecap

Berkat indra pengecap, Anda dapat merasakan rasa makanan yang enak atau minuman yang segar. Namun, bila Anda tiba-tiba merasa kemampuan merasakan makanan jadi berkurang atau bahkan tidak dapat mengecap rasa sama sekali, mungkin Anda telah mengalami taste disorder atau gangguan terhadap indra pengecap. Seperti apa sebenarnya taste disorder ini? Bagaimana cara mengatasinya?

Mengenal taste disorder, gangguan pada indra pengecap

Seperti yang sudah diketahui, organ yang berfungsi sebagai indra pengecap adalah lidah. Sementara itu, taste disorder adalah gangguan atau masalah yang terjadi pada indra pengecapan atau liddah, sehingga menurunkan kemampuan seseorang dalam merasakan rasa.

Gangguan indra pengecapan terbagi menjadi beberapa kelompok berikut.

  • Hipogeusia, penurunan kemampuan untuk merasakan berbagai rasa. Seseorang yang mengalami gangguan ini masih bisa merasakan rasa makanan, tapi kepekaannya berkurang.
  • Ageusia, kondisi di mana seseorang tidak bisa merasakan rasa apapun dari makanan yang dimakannya. Kondisi ini jarang terjadi.
  • Disgeusia, gangguan indra pengecapan yang menyebabkan persepsi rasa seseorang berubah. Misalnya semua makanan jadi terasa manis, asam, pahit, atau metalik.
  • Aliageusia, ketika makanan atau minuman yang biasanya terasa lezat mulai terasa tidak enak.
  • Phantogeusia, kondisi yang membuat seseorang berhalusinasi tentang rasa tertentu atau mencicipi sesuatu yang sebenarnya tidak ada.

Apa penyebab gangguan indra pengecap?

Pada sebagian kasus, gangguan indra pengecap bisa terjadi sebagai penyakit bawaan sejak lahir. Akan tetapi, dalam kasus lainnya, kondisi ini diakibatkan karena cedera, luka, dan sakit.

Berikut adalah berbagai kondisi yang dapat menjadi penyebab dari gangguan ini.

  • Kerusakan saraf pengecap di bagian anterior dan posterior
  • Defisiensi gizi
  • Kondisi sistemik seperti hipotiroidisme, diabetes mellitus, anemia pernisiosa, sindrom Sjorgen, dan penyakit Crohn
  • Kerusakan pada saraf kranial yang mempengaruhi fungsi lidah, misalnya karena herpes zoster
  • Luka neoplastik (kanker) yang mempengaruhi dasar tengkorak
  • Neuralgia dan polineurpoati karena beberapa kondisi seperti lupus atau difteri
  • Infeksi pada saluran pernapasan bagian atas dan telinga bagian tengah
  • Efek samping radioterapi pada bagian leher dan kepala
  • Terpapar berbagai jenis zat kimia, seperti insektisida yang mungkin ada di dalam makanan yang tidak bersih
  • Obat-obatan tertentu seperti beberapa jenis antibiotik, obat penyakit jantung, obat penenang, antipsikotik, antidepresan trisiklik, obat tiroid, antijamu, dan antivirus
  • Cedera kepala
  • Pernah melakukan operasi pada bagian telinga, hidung, tenggorokan, atau mulut
  • Kebersihan dan kesehatan mulut tidak terjaga dengan baik
  • Seseorang yang mengalami AIDS juga dapat mengalami gangguan indra pengecapnya
  • Kekurangan zat gizi seperti zinc, copper, dan nikel

Semua penyebab yang telah disebutkan sebelumnya dapat mengakibatkan gangguan indra pengecapan karena menyebabkan kerusakan kuncup pengecap atau menurunkan kemampuan kuncup pengecap.

Selain itu, faktor-faktor yang terkait dengan tanda penuaan juga dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap gangguan pengecapan.

Apakah taste disorder berbahaya?

Mungkin sebagian orang meremehkan gangguan ini saat mereka mengalaminya. Padahal tanpa mereka sadari, gangguan ini juga dapat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan secara menyeluruh.

Seseorang yang kehilangan kemampuan mengecap akan mengubah pola makan, pemilihan makanan, serta kebiasaan makannya.

Sebagai contoh, ia kurang merasakan asin di dalam makanannya. Karena itu, ia akan terus menambahkan garam pada setiap makanannya agar terasa asin.

Ketika terus dibiarkan, kebiasaan ini bisa saja berujung pada penyakit yang serius seperti penyakit jantung, hipertensi, stroke, gangguan pada otak hingga gagal ginjal.

Maka dari itu, bila Anda mulai merasakan hal yang berbeda pada indra pengecapan Anda, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Bagaimana gangguan ini dapat diobati?

Pengobatan untuk mengatasi gangguan pengecapan harus disesuaikan dengan kondisi yang menjadi penyebabnya. Maka dari itu, Anda harus melakukan pemeriksaan medis terlebih dahulu guna mengetahui penyebab dari gangguan tersebut.

Apabila gangguan itu muncul akibat konsumsi obat-obatan tertentu, maka dokter biasanya akan menghentikan pemberian obat tersebut dan menggantinya dengan jenis lain.

Selain itu, ada beberapa hal yang Anda lakukan untuk meningkatkan kemampuan pengecapan Anda yang hilang atau terganggu, yaitu:

  • membuat makanan dengan warna, rasa, dan tekstur yang bervariasi,
  • menggunakan rempah-rempah serta bumbu yang kuat di dalam masakan Anda untuk meningkatkan cita rasa makanan, atau
  • pemberian suplemen bila penyebabnya adalah defisiensi vitamin atau zinc.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Disorders of Taste and Smell: Introduction and Background, Anatomy and Physiology, Etiology of Smell and Taste Disorders. (2021). MedScape. Retrieved 1 December 2021, from http://emedicine.medscape.com/article/861242-overview#a5

Taste Disorder. (2017). National Institute of Deafness and Other Communication Disorders. Retrieved 1 December 2021, from  https://www.nidcd.nih.gov/health/taste-disorders

Ageusia. (2021). StatPearls Publishing. Retrieved 1 December 2021, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK549775/

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 6 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh drg. Farah Nadiya