home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jangan Anggap Remeh Gangguan Indra Pengecap

Jangan Anggap Remeh Gangguan Indra Pengecap

Anda dapat merasakan rasa makanan yang enak atau minuman yang segar, karena memiliki kemampuan untuk mengecap. Jika Anda tiba-tiba merasa kemampuan untuk mengecap atau merasakan makanan jadi berkurang atau bahkan tidak dapat merasakan rasa sama sekali, mungkin Anda mengalami taste disorder atau gangguan terhadap indra pengecap. Apa sebenarnya apa taste disorder itu dan bagaimana cara mengatasinya?

Mengenal taste disorder, gangguan pada indra pengecap

Seperti yang sudah diketahui, organ yang berfungsi sebagai indra pengecap adalah lidah. Sementara itu, taste disorder adalah gangguan atau masalah yang terjadi pada indra pengecapan atau liddah, sehingga menurunkan kemampuan seseorang dalam merasakan rasa.

Gangguan indra pengecapan terbagi menjadi beberapa kelompok, yaitu:

  • Hipogeusia, yaitu penurunan kemampuan untuk merasakan berbagai rasa. Seseorang yang mengalami gangguan ini masih bisa merasakan rasa makanan, tapi kepekaannya berkurang.
  • Ageusia, yaitu kondisi di mana seseorang tidak bisa merasakan rasa apapun dari makanan yang dimakannya, tetapi kondisi ini jarang terjadi.
  • Disgeusia, yaitu gangguan indra pengecapan yang menyebabkan seseorang merasakan rasa tengik, logam, atau rasa aneh lainnya.

Apa penyebab gangguan indra pengecap?

Pada sebagian kasus, gangguan indra pengecap sudah terjadi sejak ia lahir, tetapi dalam kasus lainnya kondisi ini diakibatkan karena cedera, luka, dan sakit. Lalu apa saja penyebab dari gangguan ini?

  • Infeksi pada saluran pernapasan bagian atas dan telinga bagian tengah.
  • Pernah melakukan radioterapi pada bagian leher dan kepala.
  • Terpapar berbagai jenis zat kimia, seperti insektisida yang mungkin ada di dalam makanan yang tidak bersih, beberapa antibiotik, dan obat anti alergi.
  • Cedera kepala.
  • Pernah melakukan operasi pada bagian telinga, hidung, tenggorokan, atau mulut.
  • Kebersihan dan kesehatan mulut tidak terjaga dengan baik.
  • Seseorang yang mengalami AIDS juga dapat mengalami gangguan indra pengecapnya.
  • Kekurangan zat gizi seperti zinc, copper, dan nikel

Semua penyebab yang telah disebutkan sebelumnya dapat mengakibatkan gangguan indra pengecapan karena menyebabkan kerusakan kuncup pengecap atau menurunkan kemampuan kuncup pengecap.

Bagaimana gangguan ini dapat diobati?

Jika seseorang mengalami gangguan pengecapan, maka sebelum diberikan pengobatan ia harus melakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui apa penyebab dari gangguan tersebut.

Apabila gangguan itu muncul akibat obat-obatan yang diberikan, maka dokter biasanya akan menghentikan obat-obatan tersebut dan menggantinya dengan jenis lainnya. Selain itu, ada beberapa hal yang Anda lakukan untuk meningkatkan kemampuan pengecapan Anda yang hilang atau terganggu, yaitu:

  • Menyiapkan makanan dengan warna, rasa, dan tekstur yang bervariasi.
  • Menggunakan rempah-rempah serta bumbu yang kuat di dalam masakan Anda untuk meningkatkan cita rasa makanan. Tetapi, hindari penggunaan gula dan garam terlalu banyak.

Apakah taste disorder berbahaya?

Mungkin sebagian orang meremehkan gangguan ini saat mereka mengalaminya. Padahal, tanpa mereka sadari gangguan ini dapat memperburuk kondisi kesehatannya. Seseorang yang kehilangan kemampuan mengecap, maka akan mengubah pola makan, pemilihan makan, serta kebiasaan makannya.

Sebagai contoh, ia kurang merasakan asin di dalam makanannya dan menambahkan garam agar terasa asin. Kebiasaan seperti ini dapat mengakibatkan ia mengalami penyakit jantung, hipertensi, stroke, gangguan pada otak hingga gagal ginjal.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Emedicine.medscape.com. (2017). Disorders of Taste and Smell: Introduction and Background, Anatomy and Physiology, Etiology of Smell and Taste Disorders. [online] Available at: http://emedicine.medscape.com/article/861242-overview#a5  [Accessed 23 Sept. 2020].

Healthline. (2017). Impaired Taste. [online] Available at: http://www.healthline.com/health/taste-impaired  [Accessed 23 Sept. 2020].

MedicineNet. (2017). Taste Disorders: Get Facts About Causes and Symptoms. [online] Available at: http://www.medicinenet.com/taste_disorders/article.htm  [Accessed 23 Sept. 2020].

NIDCD. (2017). Taste Disorders. [online] Available at: https://www.nidcd.nih.gov/health/taste-disorders  [Accessed 23 Sept. 2020].

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 19/02/2021
Fakta medis diperiksa oleh Admin HHG
x