Menikah Ternyata Bisa Mengurangi Risiko Pasutri Terkena Demensia

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/12/2019 . 3 mins read
Bagikan sekarang

Demensia adalah kumpulan gejala yang terjadi akibat penurunan fungsi kognitif otak yang disebabkan oleh kematian sel otak. Demensia menyebabkan hilang memori dan penurunan cara berpikir, sering disebut sebagai pikun, juga mengakibatkan perubahan kelakuan dan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Saat ini lebih dari 48 juta orang di dunia mengalami demensia. Psst… Sebuah penelitian menemukan bahwa risiko demensia pada pasangan suami-istri lebih rendah daripada orang yang hidup melajang. Kok bisa?

Risiko demensia menurun pada pasangan yang sudah menikah

Pada tahun 2050 diperkirakan penderita demensia meningkat hingga hampir 3 kali lipat. Dengan adanya kondisi ini, para peneliti berusaha mencari faktor risiko yang bisa diubah untuk memperlambat atau mengurangi risiko terjadinya demensia. Banyak studi yang menyebutkan bahwa menikah mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan. Tampaknya, penurunan risiko demensia menjadi salah satu manfaat menikah yang belum banyak dikupas tuntas.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Neurology, Neurosurgery and Psychiatry tahun 2017 menemukan bahwa risiko demensia pada orang-orang lajang 42% lebih tinggi daripada risiko pasangan suami-istri. Peningkatan risiko tersebut juga ditemukan pada wanita yang menjanda, bahkan setelah puluhan tahun hidup sendiri. Risiko demensia pada wanita yang sudah pernah menikah meningkat hingga 20 persen. Akan tetapi, janda yang menjadi partisipan dalam penelitian ini merupakan wanita yang suaminya telah meninggal. Pada wanita yang bercerai, tidak ditemukan perbedaan risiko.

Kenapa bisa begitu?

Pernikahan sebenarnya tidak berpengaruh secara langsung pada risiko demensia. Orang yang menikah biasanya memiliki gaya hidup yang lebih sehat, karena ada pasangan yang mendorong untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan yang sehat. Orang yang menikah juga lebih sering dan lebih baik dalam menjalani hubungan sosial. Menurut data, orang menikah memiliki angka harapan hidup yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak menikah. Terlebih, kesehatan jasmani orang yang lajang biasanya lebih buruk.

Penjelasan lain yang bisa menjadi alternatif mengenai hubungan janda dan demensia yaitu stres akibat kehilangan orang yang dicintai akan mempercepat terjadinya demensia. Stres memiliki efek buruk pada demensia.

Namun, hasil penelitian ini tidak serta-merta berarti bahwa pernikahan adalah cara terbaik untuk mencegah terjadinya demensia. Hal yang lebih penting daripada sebuah pernikahan adalah kualitas hubungan antar kedua pasangan dari pernikahan itu sendiri, serta hubungan sosial yang baik dengan keluarga dan lingkungan sekitar.

Sementara itu, perubahan gaya hidup sehatlah yang memegang peranan vital terhadap pencegahan fungsi otak menurun akibat demensia.

Gaya hidup sehat membantu mencegah risiko demensia meningkat

Penyebab beberapa jenis demensia (terutama Alzheimer) masih belum diketahui dengan jelas. Jadi, beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya demensia vaskular (pembuluh darah) yaitu:

  • Diet sehat dan seimbang.
  • Olahraga teratur.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Tidak merokok.
  • Hindari minuman yang mengandung alkohol.

Itu artinya, baik orang yang single maupun yang sudah berkeluarga sebenarnya sama-sama berpeluang tinggi untuk mencegah risiko demensia apabila berhasil menjaga pola hidup sehat dan seimbang sepanjang hidupnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Artikel dari ahli dr. Deiby Sihombing

Minum Antibiotik Terlalu Lama Lewat dari Resep Dokter, Tingkatkan Risiko Batu Ginjal Pada Anak

Batu ginjal dulu adalah penyakitnya orang tua. Namun sekarang, makin banyak anak yang kena batu ginjal. Antibiotik jadi penyebab batu ginjal pada anak.

Ditulis oleh: dr. Deiby Sihombing
penyebab batu ginjal pada anak

6 Manfaat Hebat Ekstrak Kulit Kayu Pinus Bagi Kesehatan

Kulit kayu pinus ternyata mengandung antioksidan dan sejumlah senyawa baik lainnya. Yuk, cari tahu apa saja manfaatnya bagi tubuh!

Ditulis oleh: dr. Deiby Sihombing
ekstrak kulit kayu pinus

Apakah Atlet Perlu Minum Suplemen untuk Meningkatkan Performanya?

Untuk meningkatkan performa, beragam cara ditempuh para atlet. Salah satunya dengan minum suplemen. Namun, apakah suplemen untuk atlet penting dan manjur?

Ditulis oleh: dr. Deiby Sihombing
suplemen untuk atlet

Yang juga perlu Anda baca

Faktanya, Main Game di Ponsel Bisa Bantu Mendeteksi Demensia Lho!

Studi menemukan bahwa main game dapat mendeteksi demensia pada seseorang. Namun, apakah benar demikian? Baca selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 25/11/2019 . 3 mins read

Agar Tak Makin Stres, Ini 3 Tips Mencegah Pertengkaran Jelang Pernikahan

Sering kali terjadi konflik di antara pasangan sebelum hari pernikahan tiba. Bagaimana agar pertengkaran menjelang pernikahan dapat dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Hidup Sehat, Seks & Asmara 10/10/2019 . 4 mins read

4 Alasan Umum yang Membuat Seseorang Takut Menikah

Banyak orang yang menjalin asmara ingin akhirnya berumah tangga, tapi ada juga yang malah sangat takut menikah sampai menghindari cari pacar. Kenapa begitu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Seks & Asmara 26/09/2019 . 4 mins read

Menikah dengan Wanita yang Lebih Tua, Apa Saja Tantangannya?

Pasangan yang lebih tua cenderung lebih dewasa dan mapan. Namun, menikahi wanita yang lebih tua nyatanya juga memiliki tantangan tersendiri.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Seks & Asmara 09/07/2019 . 4 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

Berpikir negatif demensia

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 4 mins read
sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 mins read
perbedaan demensia dengan delirium dan depresi

Kenali Perbedaan Demensia dengan Delirium dan Depresi

Ditulis oleh: dr. Alfonsa Angwarmase
Dipublikasikan tanggal: 09/03/2020 . 6 mins read
masalah menjelang pernikahan

4 Masalah Utama yang Sering Diributkan Menjelang Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 10/12/2019 . 5 mins read