Masalah sulit tidur nyenyak sering diakibatkan oleh ketidakseimbangan hormon melatonin dalam tubuh. Padahal, fungsi melatonin itu sendiri adalah sebagai hormon pemicu ngantuk dan menjaga Anda agar tetap terlelap sepanjang malam. Pada orang-orang usia lanjut, khususnya, produksi melatonin berkurang secara alami sebagai efek penuaan. Maka, tak jarang suplemen melatonin digunakan sebagai bala bantuan untuk meningkatkan jumlah hormon ngantuk ini dalam tubuh.

Akan tetapi, sama seperti obat dan suplemen lainnya, suplemen melatonin juga memiliki risiko efek sampingnya tersendiri. Apalagi jika dikonsumsi sembarangan tanpa konsultasi dulu dengan dokter. Lalu, apa saja efek samping mengonsumsi suplemen melatonin yang perlu Anda ketahui?

Efek samping mengonsumsi suplemen melatonin sembarangan

Suplemen melatonin itu sendiri sebenarnya tersedia dalam berbagai wujud, dari versi obat minum (tablet atau pil), krim yang dioles ke kulit, dan yang disuntikkan. Pada umumnya, obat melatonin aman untuk digunakan orang dewasa — bahkan jika telah digunakan bertahun-tahun.

Namun itu tidak berarti suplemen pemicu ngantuk ini benar-benar bebas dari risiko efek samping. Beberapa efek samping yang umum dan mungkin bersifat sementara dari suplemen melatonin, yaitu:

  • Sakit kepala
  • Depresi jangka pendek
  • Ngantuk dan lemas di siang hari
  • Pusing
  • Kram perut
  • Perubahan mood (mood swing)

Maka dari itu, Anda tidak disarankan untuk melakukan aktivitas berbahaya setelah menggunakan suplemen ini. Misalnya mengemudi atau mengoperasikan mesin berat dan benda tajam.

Selain efek samping ringan, ada beberapa risiko efek samping yang lebih serius dan perlu lebih Anda waspadai. Efek samping suplemen melatonin yang lebih serius, termasuk:

  • Gangguan perdarahan: Suplemen ini bisa menyebabkan Anda gampang mengalami perdarahan, seperti lebam dan memar, terutama jika Anda memang sudah memiliki gangguan atau masalah perdarahan tertentu sebelumnya.
  • Depresi: Melatonin bisa membuat gejala depresi semakin parah bila Anda memilikinya.
  • Peningkatan gula darah: Penggunaan melatonin bisa meningkatkan gula darah pada penderita diabetes. Ada baiknya, selalu pantau dan cek gula darah Anda secara berkala.
  • Tekanan darah tinggi: Jika Anda sedang menggunakan obat-obatan hipertensi, sembarangan minum suplemen melatonin tanpa sepengetahuan dokter dapat semakin meningkatkan tekanan darah Anda.
  • Kejang: Konsumsi melatonin berlebihan dapat meningkatkan risiko kejang.

Tidak semua orang boleh menggunakan obat melatonin

Suplemen melatonin tidak boleh digunakan pada orang-orang yang baru saja menerima cangkok organ atau menerima tranfusi darah. Melatonin dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan mungkin mengganggu efektivitas terapi imunosupresif, yang khusus dilakukan pada orang-orang yang menerima transplantasi.

Wanita yang sedang program hamil juga sebaiknya tidak menggunakan suplemen ini. Hormon melatonin bisa mengganggu ovulasi, yang bisa mempersulit peluang sukses hamil Anda.

Sementara itu, anak-anak hanya boleh mengonsumsi suplemen melatonin versi obat minumnya saja. Asalkan dengan dosis yang diawasi ketat oleh dokter anak Anda. Suplemen versi suntik dilaporkan bisa mengganggu tumbuh kembang anak dan remaja.

Bagaimana cara pakai obat melatonin yang benar?

Idealnya, Anda harus lebih dulu berkonsultasi dengan dokter mengenai masalah tidur Anda. Ini bertujuan untuk mengetahui apa penyebab pastinya, dan cara terbaiknya untuk mengatasinya. Bila dokter menyetujui penggunaan suplemen melatonin, dosisnya pun akan disesuaikan dengan kondisi fisik dan usia Anda.

Dosis yang digunakan untuk membantu tidur biasanya antara 0,1 mg dan 5 mg. Sulit untuk menentukan dosis yang tepat untuk setiap orang karena suplemen tidak diatur oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dosis juga bisa berbeda-beda menurut merek obat melatonin yang Anda pilih.

Untuk aturan amannya, Anda hanya dibolehkan untuk minum satu pil sekitar 30 menit hingga 1 jam sebelum waktu tidur Anda.

Setelah mengonsumsi suplemen melatonin, hindari aktivitas yang mengekspos Anda ke cahaya atau lampu warna biru. Kegiatan ini termasuk menonton televisi atau menggunakan handphone, laptop, atau perangkat elektronik visual lainnya. Jenis cahaya ini bisa menyebabkan tubuh Anda menghasilkan lebih sedikit melatonin, sehingga suplemen melatonin jadi tidak efektif lagi.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca